Warga Dipolisikan Perusahaan, Rombongan DPRD Karawang Sidak PT. Arta Boga Cemerlang

  • Bagikan

KARAWANG – Rombongan DPRD Kabupaten Karawang yang terdiri dari Wakil Ketua ll Suryana, Ketua Komisi IV Asep Syaripudin, serta Ketua Komisi lll Endang Sodikin melakukan sidak ke PT. Arta Boga Cemerlang pada Selasa, (16/3/2021) sore.

Sidak tersebut dilakukan setelah pihak perusahaan melaporkan karyawannya yang merupakan warga lingkungan setempat kepada kepolisian.

Ketua Komisi IV DPRD Karawang, Asep Syaripudin mengatakan, pihaknya dalam hal ini menindaklanjuti laporan dan keluhan warga  terhadap tindakan PT Arta Boga Cemerlang yang melaporkan karyawannya kepada pihak kepolisian.

Kepada wartawan bukanberita.com, Asep Syaripudin menjelaskan, telah terjadi hubungan industrial antara perusahaan dan karyawan yang kini terjadi perselisihan masalah di internal. Kini perkara tersebut tengah ditangani oleh penegak hukum. Menanggapi hal itu, lantas pihaknya melakukan mediasi dengan perusahaan.

“Hasil mediasi antara DPRD dengan pihak perusahaan yang diwakilkan oleh legal hukum, melahirkan beberapa kesepakatan. Salah satunya pihak perusahaan akan mencabut laporan polisi itu pada 19 Maret mendatang,” jelas Asep Ibe.

Selain itu, Asep Ibe berharap pihak perusahaan mematuhi peraturan daerah (Perda) nomor 1 tahun 2011 yang mengatur komposisi perekrutan karyawan 60 persen mengutamakan warga sekitar lingkungan dan 40 persen lainnya warga luar.

“Kami memperingati perusahaan untuk mematuhi Perda, utamakan memberdayakan lingkungan sekitar dulu,” kata Ibe.

Informasi yang dihimpun bukanberita.com di lokasi, perkara ini bermula saat salah seorang karyawan menjaminkan sertifikat kepada pihak perusahaan setelah dirinya dilaporkan ke kepolisian. Namun, setelah sertifikat itu diserahkan dan diterima, pihak perusahaan tak kunjung mencabut laporannya.

Ketua Karang Taruna Kelurahan Tanjungpura unit wilayah Gempol Anjun, Roni saat diwawancarai awak media menuturkan, warga yang dilaporkan oleh perusahaan tersebut sudah beritikad baik dengan menyerahkan sertifikat sebagai ganti rugi atas klaim kerugian yang diderita perusahaan.

“Sertifikat itu diserahkan lalu diterima perusahaan, namun laporan dikepolisian masih jalan,”ujarnya.

Selain itu, PT. Arta Boga Cemerlang disinyalir tidak memberi dampak positif bagi lingkungan setempat. Diketahui, dari sekitar 200 karyawan yang bekerja di sana, hanya 10 orang saja warga setempat yang dapat bekerja di perusahaan itu.

“Cuman 10 orang warga lingkungan yang bekerja di sini, itu pun dua orangnya dipecat, sudah gitu dilaporkan ke polisi,” tandasnya.***

Penulis: KarinaEditor: ADK
  • Bagikan

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *