Kasus PT. AJS Bukti Kecerobohan Pemda Karawang dalam Meloloskan Izin Investasi

  • Bagikan

KARAWANG – Kasus ribuan buruh PT. Anugerah Jaya Sedaya (AJS) yang tidak digaji merupakan salah satu bukti kecerobohan Pemda Karawang didalam memberikan atau mengeluarkan izin investasi.

Bagaimana tidak, perusahaan yang tidak mampu memberikan gaji atau upah terhadap para karyawannya, tetapi masih bisa lolos dalam kepengurusan perizinannya.

Tidak hanya sampai di situ, sampai hari ini ribuan buruh PT. AJS juga belum melakukan tanda tangan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT). Terlebih, setiap calon buruh PT. AJS juga harus menyogok Rp 3 juta hingga Rp 8 juta untuk diterima menjadi karyawan.

Hal tersebut juga membuktikan lemahnya tingkat pengawasan ketenagakerjaan di Kabupaten Karawang. Demikian diungkapkan Pemerhati Pemerintahan Karawang, Asep Agustian SH.MH.

“Sudah jatuh tertimpa tangga. Itulah kondisi yang sedang dialami ribuan buruh PT AJS,” tutur Praktisi Hukum Karawang yang lebih akrab disapa Askun (Asep Kuncir) ini.

Persoalan demi persoalan PT. AJS ini muncul ke publik, setelah ribuan buruh melakukan aksi demonstrasi ke kantor Pemda Karawang pada Rabu (24/3/2021) kemarin.

Ribuan buruh yang menanggalkan nasibnya kepada Bupati Karawang agar bisa campur tangan langsung untuk menyelesaikan persoalan di PT AJS, akhirnya hanya berbuah pahit saat digelar mediasi di kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Karawang pada Kamis (25/3/2021).

Karena, selain pihak PT. AJS tidak hadir dalam mediasi,  jawaban dari Bidang HI Syaker juga dianggap sangat mengecewakan. Karena seolah saling lempar tanggung jawab.

Hasil mediasi di kantor Disnaker ini pun akhirnya membuat ribuan buruh dan Satgasos Karang Taruna yang mendampingi kecewa.

“Kasus PT AJS ini sama saja melemparkan kotoran kepada Bupati,” kata Askun, saat mengawali pernyataanya kepada Bukanberita.com.

Menurut Askun, jika saja kasus di PT. AJS dapat terpantau oleh pengawas ketenagakerjaan di Karawang, maka sejak awal persoalannya muncul bisa langsung ditindaklanjuti. Artinya, tidak harus menunggu persoalannya terus bertambah sehingga membuat ribuan buruh menjerit.

“Bukan malah ada pejabat yang mengatakan bahwa Pemkab Karawang tidak memiliki kewenangan untuk menutup?. Belajar baca aturan tentang fungsi pemerintahan dong!. Kan Sat Pol PP punya yang namanya Bidang PPUD atau Gakda, dimana fungsinya untuk penegakan Perda. Kalau ada kegiatan usaha yang tidak mentaati Perda seperti tidak memiliki izin, ya fungsi pemkab ada untuk melakukan penutupan,” katanya.

“Hanya saja yang membuat saya tidak habis pikir, itu diketahui sejak Tahun 2020. Tapi kok tidak langsung disikapi dengan membuat surat keterangan dari Bidang HI Syaker Disnaker Karawang, UPTD II Pengawasan Provinsi Jabar, serta Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Karawang agar Bidang PPUD Sat Pol PP dapat segera bergerak,” timpal Askun.

Askun menegaskan, jika tempo hari ia pernah mengatakan bahwa Bupati Karawang kebanyakan dibodohi oleh bawahannya, yaitu pejabat di Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

“Nah, sekarang ini kejadian. Kemana Bidang HI Syaker dalam persoalan ini?. Sampai-sampai tadi saya lihat tayangan video saat rapat, Kabidnya banyak diam. Orang begitu juga malah diamanati menjadi Plt Sekdis,” sindir Askun.

Dijelaskan Askun, persoalan di PT AJS ini bisa saja dilarikan ke perkara pidana dengan cara membuat Laporan Polisi (LP). Namun demikian, Pemda Karawang khususnya Disnaker Karawang harus ikut bertanggung jawab atas persoalan ini

“Karena apa?, karena itu tadi, seolah ada unsur pembiaran atas kegiatan PT. AJS, sehingga memakan banyak korban sampai ribuan orang. Kalau saja sejak Tahun 2020 langsung disikapi dan ditindak, mungkin tidak sebanyak itu korbannya,” kata Askun.

“Sekali lagi saya katakan persoalan di PT AJS jelas ada pembiaran. Diketahui tidak ada izin sebagai syarat pendirian perusahaan, malah dibiarkan. Jelas-jelas ini sangat ceroboh. Kan lagi-lagi yang dipersoalkan Bupati, yang didemo kantor Bupati. Terus-terusan ke Bupati,” pungkasnya.***

Penulis: Ade Kosasih, SEEditor: ADK
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *