‘Dikata-katain’ Banyak Hutang, Jimmy sebut Ketum PKB Harus Belajar Politik Firaun

  • Bagikan
Video sambutan Cak Imin di kegiatan peluncuran AMI 2024 mendadak viral dan mendapat tanggapan langsung dari Kang Jimmy.

KARAWANG – Candaan sambutan Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar (Cak Imin) dalam kegiatan peluncuran Road to AMI 2024 (Aksi Melayani Indonesia) pada Minggu (28/3/2021) mendadak viral di media sosial.

Pasalnya, video sambutan Cak Imin tersebut telah menyinggung mantan Ketua DPC PKB Karawang, H. Ahmad Zamakhsyari (Kang Jimmy) yang katanya ‘banyak utang’ setelah kalah nyalon Bupati Karawang di Pilkada 2020.

Kata-kata sindiran Cak Imin yang sempat di-upload di channel youtobe DPW PKB Jawa Barat tersebut akhirnya banyak mengundang reaksi dari berbagai pihak.

Terlebih, candaan Cak Imin ini juga disangkutpautkan dengan sosok Rahmat Hidayat Djati, Ketua DPC PKB Karawang terpilih yang menggantikan kepemimpinan politik Kang Jimmy di PKB.

“Toleng ini sebetulnya orang yang paling berani sedunia. Karena seluruh dunia gak akan ada yang berani ganti Jimmy, kecuali dia ya,” kata Cak Imin yang langsung mengundang banyak gelak tawa semua kader PKB dalam ruangan.

“Jadi tunggu saja pembalasan Jimmy, kira-kira begitu. Karena saya saja gak berani ganti Jimmy sebetulnya. Saya tanya Huda berani gak ganti Jimmy, orangnya kayak begitu. Tapi karena hutangnya banyak, ya sudah kita ganti,” kata Cak Imin, yang terus-terusan mengundang banyak gelak tawa.

Menjawab video viral sambutan Cak Imin tersebut, melalui wawancara khusus channel ‘MEDIAMETv’, Kang Jimmy menyindir balik Ketum PKB yang katanya harus belajar lagi cara berpolitik firaun. Berikut pernyataan lengkap Kang Jimmy saat menanggapi video viral sambutan Cak Imin tersebut :

Sebetulnya tiga bulan ini saya sedang mencari seperti apa sih ilmu ikhlas itu. Ilmu membahagiakan diri di atas keinginan yang belum tercapai, atau bahasa sederhananya adalah atas kegagalan, kira-kira seperti itu.

Begini, di mata saya politik itu sederhana sebetulnya. Politik itu kalau diartikan dalam kaum santri ditulis dalam huruf hijaiyyah. Hurufnya itu Fa, Wau, Iya, Lam, Ta, Ka, kalau disatukan Fawallaituka. Artinya celakalah engkau.

Oleh karena itu, mantan Ketua PBNU Mbah Hasyim Muzadi pernah bilang bahwa politik ini Grey Area atau wilayah abu-abu, antara Abu Bakar dan Abu Jahal. Jadi Abu Bakar, kita kadang-kadang gak bisa, karena hidup banyak dosa terlalu suci beliau itu (Abu Bakar).

Jadi Abu Jahal kita gak mau, walaupun banyak dosa. Karena kenapa, karena kita gak mau masuk barisan neraka. Ya akhirnya banyak orang memposisikan diri di politik ini sebagai Abu Nawas.

Siapa Abu Nawas? Ia sosok orang yang bisa masuk kanan kiri, kira-kira seperti itulah. Selalu bermain dua kaki, bermain tiga kaki dan lain-lain.

Di politik biasa kayak gitu. Jadi, di politik orang bisa mati mendadak, tetapi kemudian bisa memiliki nafas dan ruh kembali hidup.

Yang menjadi menarik, yang menjadi liar isunya, manakala ini (pernyataan Cak Imin) di-up di akun resmi Youtobe DPW PKB Jabar, meskipun akhirnya dihapus. Tetapi tetap yang namanya Youtobe itu konsumsi publik dunia.

Jadi sentilan beliau (Cak Imin) katanya saya banyak utang, ya gak masalah. Karena agama saya juga mengajarkan untuk berhutang, agar kemudian untuk kita mampu membayarnya.

Menyikapi tanggapan yang beragam?

Saya menyikapinya sederhana. Laksanakan ajaran Gus Dur, menjadi hamba Allah yang masih peduli dengan hinaan, cacian, makian, serta pujian, itu hamba Allah yang masih amatiran.

Toh, saya juga gak mau kalah di Pilkada. Saya nyalon bupati itu step by step. Dari mulai saya anggota dewan, naik menjadi wakil bupati, naik nyalon bupati, ini kan rasional, step by step, tahapannya saya jalani.

Saya belajar dulu di DPRD, saya belajar dulu di wakil bupati, setelah itu saya nyalon. Kemudian setelah itu saya kalah dan kemudian saya banyak utang, seandainya itu benar terjadi, ya tanya saja sama mereka semua, ngasih duit gak ke saya.

Apakah tanggapan sambutan Cak Imin akibat efek kalah di pilkada?

Dari kejadian yang diberikan Allah Ta’ala kepada saya kiranya, saya ingin menyampaikan belajarlah politik seperti Firaun

Keren sekali Firaun itu. Firaun itu memiliki kegigihan dalam melaksanakan agenda pembangunan yang ada dalam otak isi kepalanya. Dan yang lebih keren, ini yang harus dicontoh oleh para politisi di Indonesia, sudah tahu Nabi Musa akan jadi musuhnya, tetapi dipelihara sama Firaun, gila gak itu. Makan dan tidur di istana Firaun. Sampai dewasa itu Nabi Musa Alaihissalam, dipelihara oleh Firaun.

Padahal para normal firaun sudah mengatakan bahwa esok lusa akan ada anak laki-laki yang akan meuntuhkan kerajaan firuan. Kemudian, istri Firaun yang bernama Siti Asiah melobi suami tercinta. Dan akhirnya diizinkan (Musa Alaihissalam) untuk tidur di istana. Itu Firaun sudah tahu akan jadi musuhnya.

Nah, momentum gaya politisasi ini sekiranya harus dijadikan bahwa di politik itu tidak boleh ada bahasa ‘tidak ada kawan abadi’, tidak boleh ada sahabat abadi, tidak boleh ada bahasa seperti itu.

Tidak boleh ada bahasa dan stigma tidak ada sahabat abadi, tidak ada lawan abadi, yang ada kepentingan abadi, itu tidak boleh seperti itu. Karena politik bagi saya adalah sarana untuk memberikan manfaat kepada orang lain.

Apa yang harus dipelajari dari sisi positif politik Firaun?

Orang kalau sudah memberikan jasa, orang yang sudah memberikan hidupnya, kiranya ini harus dijadikan sebagai parameter. Parameter untuk memberikan tempat istimewa kepada orang yang sudah berdarah-darah, yang sudah mewakafkan materi dan pemikirannya untuk kepentingan politik, kepentingan PKB, kepentingan kaum-kaum Nahdiyin dalam hal ini.

Kemudian tiba-tiba ini sama sekali tidak dihargai, anda seperti itu, maka anda harus kembali belajar politik santun seperti Firaun.

Apa yang akan dilakukan Kang Jimmy setelah pilkada dan tidak lagi menjadi Ketua PKB Karawang?

Saya kira masyarakat Karawang sudah tahu seperti apa waktu saya menjabat sebagai wakil bupati. Itu rumah dinas, orang cuma DM atau messangger facebook saya bisa ketemu saya, tanpa protokoler lewat ajudan sekpri dan lain-lain. Mengadu ini, memohon ini, semuanya saya bantu.

Hari ini saya ingin buktikan kepada masyarakat bahwa bermanfaat kepada orang tidak terbatas kepada jabatan dan kepangkatan saja. Walaupun saya sudah menjadi masyarakat biasa, insya Allah lewat Jimmy Center ini adalah wahana untuk menerima aspirasi masyarakat.(bersambung…)

Baca berita terkait :

‘Tepak Tonggong’, Rahmat Toleng Jadi Imam PKB Karawang, Batang Hidung Jimmy Gak Keliatan di Muscab

Jimmy Ingin Begini, Toleng Ingin Begitu, Ingin ini… Ingin itu Tapi Gak Punya Kantong Doraemon!

Penulis: ADKEditor: ADK
  • Bagikan
Exit mobile version