Jadi Babu Rakyat, Jimmy Minta Cellica-Aep Tempati Rumah Dinas

  • Bagikan
Jimmy dan Cellica-Aep.

KARAWANG – Untuk menjadi babu atau pelayan rakyat, mantan Wakil Bupati Karawang, H. Ahmad Zamakhsyari (Kang Jimmy) meminta Bupati dan Wakil Bupati Karawang Cellica-Aep untuk tetap menempati rumah dinas yang sudah dibangun dan dibiayai APBD.

Karena semasa ia masih menjabat sebagai wabup, Kang Jimmy mengaku sangat membuka seluas-luasnya fasilitas rumah dinas untuk dikunjungi masyarakat.

“Saya kira masyarakat Karawang sudah tahu seperti apa waktu saya menjabat sebagai wakil bupati. Itu rumah dinas, orang cuma DM atau messangger facebook saya bisa ketemu saya, tanpa protokoler lewat ajudan sekpri dan lain-lain. Mengadu ini, memohon ini, semuanya saya bantu,” tutur Kang Jimmy, dalam channel youtobe ‘MEDIAMETv, Selasa (30/3/2021).

“Di cek saja sekarang, kalau masyarakatnya bisa ketemu dengan bupati dan wakil bupati dengan gampangnya, alhamdulillah ya kita dukung,” timpalnya.

Kalau saat ini rumah dinas bupati dan wakil bupati tertutup atau terkadang tidak ditempati, Kang Jimmy meminta kepada Cellica-Aep untuk segera ditempati.

“Tidak usah tiap hari, paling tidak sebulan dua kali untuk meluangkan waktu berinteraksi dengan rakyat,” katanya.

Karena menurut Kang Jimmy, berinteraksi langsung dengan masyarakat melalui program-program pemerintah seperti PATEN, maka hasilnya belum tentu maksimal.

“Jangan lewat program seperti Paten, karena rakyat gak bisa langsung curhat dengan pimpinannya. Turun langsung kurang efektif, beda saat masyarakat bertamu ke rumah dinas langsung,” katanya.

Rumah dinas bupati dan wakil bupati telah dibiayai oleh negara. Sehingga sudah semestinya bupati dan wakil bupati menjadi babu atau pelayan rakyat.

“Tidak harus setiap hari sekali lagi. Paling tidak sebulan dua kali. Luangkan waktu untuk menerima masyarakat berkunjung ke rumah dinas,” timpalnya.

Sementara, psca sudah tidak lagi menjabat sebagai Wakil Bupati Karawang, Kang Jimmy mengaku telah mendirikan ‘Kang Jimmy Center’ untuk menerima segala bentuk keluhan masyarakat yang tidak tersampaikan atau tidak didengar oleh penguasa.

“Jimmy Center hadir untuk memberikan solusi bagi setiap problematika kehidupan masyarakat. Apapun itu, kecuali modal. Karena kalau modal kita bikan bank atau koperasi,” paparnya.

“Kita punya koneksi dengan pemerintah pusat, pemerintah Jawa Barat, DPR RI dan DPRD provinsi, DPRD kabupaten. Kita juga baik dengan bupati dan wakil bupati sekarang. Kenapa tidak hal-hal seperti ini kita koneksikan, kita komunikasikan dengan mereka semuanya,” timpalnya.

“Saya ucapkan selamat untuk mereka (Cellica-Aep). Tapi mohon maaf, saya kalah karena saya gak nyawer, hahaha!. Karena gak punya duit, karena banyak ditambahin,” kelakar Kang Jimmy, seraya memastikan jika ia sudah legowo dengan kekalahan Pilkada 2020.

Adapun terkait kekurangan pemerintahan Cellica-Jimmy yang harus dilakukan pemerintahan Cellica-Aep, Kang Jimmy menjelaskan, APBD Karawang Rp 4,6 triliun harus sisihkanlah Rp 100 miliar untuk lima tahun ke depan. Paling tidak untuk tidak tahun ke depan.

“100 miliar APBD simpan di dunia Perbankan untuk membantu akses modal usaha kepada masyarakat kita yang membutuhkan pinjaman tanpa jaminan. Ada dua substansi. Pertama, rakyat terbantu dari sisi ekonomi mikro. Kedua, masyarakat terbantu dalam sisi mengurai pengangguran. Yang baik di saya ambil, karena semuanya tidak jelek,” kata Kang Jimmy.

Kang Jimmy juga sedikit menyikapi persoalan di PT. Anugrah Jaya Sedaya (AJS). Yaitu dimana ribuan karyawannya tidak digaji.

Menurut Kang Jimmy, persoalan di PT AJS tidak bisa terlepas dari persoalan ‘ketegasan’ kepemimpinan bupati dan wakil bupati Karawang. Khususnya dalam persoalan oknum calo ketenagakerjaan.

Baca sebelumnya :

Tak Digaji 7 Bulan, Ribuan Buruh PT. AJS Kepung Kantor Bupati

Kasus PT. AJS Bukti Kecerobohan Pemda Karawang dalam Meloloskan Izin Investasi

“Kuncinya ketegasan. Tegas sesuai aturan saja. Pak Jokowi tegas dengan cara mengintruksikan langsung kepada bawahannya. Pak Prabowo tegas dengan cara mengeksekusi langsung. Semuanya sudah dicontohkan para pemimpin kita,” katanya.

“Sekarang persoalannya calo dimana-mana. Ada oknum tenaga kerja ada di pemerintahan desa. Ada oknum Karang Taruna, ada oknum LSM, ada oknum HRD, dan embahnya oknum tenaga kerja itu ada Dinas Tenaga Kerja,” pungkasnya.***

Baca sebelumnya‘Dikata-katain’ Banyak Hutang, Jimmy sebut Ketum PKB Harus Belajar Politik Firaun

Penulis: ADKEditor: ADK
  • Bagikan
Exit mobile version