Masih Punya Utang 10,7 Miliar, Teh Celli Setuju Tidak Ada Lagi Sewa Hotel

  • Bagikan
Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana.

KARAWANG – Di tengah permasalahannya yang masih dalam proses penyelidikan Kejaksaan Negeri Karawang (cashback fee hotel covid-19, red), Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana akhirnya setuju untuk tidak ada lagi anggaran atau biaya sewa hotel tempat isolasi pasien covid-19 di Kota Pangkal Perjuangan.

Namun demikian, Teh Celli (sapaan akrab) belum bisa memastikan kebijakan ini akan dimulai kapan. Yang pasti hingga akhir Maret 2021 ini, sudah ada tiga hotel yang diputus atau dikurang dari keseluruhan enam hotel yang dijadikan tempat isolasi  pasien covid-19.

Rencana kebijakan ini sendiri menyusul pernyataan Sekda Karawang, H. Acep Jamhuri untuk meminimalisir pemborosan anggaran pencegahan dan penanggulangan covid-19. Terlebih, hingga saat ini pemda masih memiliki utang biaya sewa hotel hingga Rp 10,7 miliar lebih yang belum terbayarkan.

Menyusul pernyataan Sekda Acep sebelumnya, Teh Cellica juga menegaskan, untuk ke depan tempat isolasi pasien covid-19 sudah tidak lagi menyewa hotel. Melainkan akan menggunakan posko siaga di setiap desa.

“Jadi yah memang benar itu, karena kan pembangunan harus jalan. Jembatan harus kita bikin, jalan harus kita perbaiki, pembangunan-pembangunan yang lain, bener nggak,” tutur Teh Celli, Selasa (30/3/2021).

“Kalau kita berkutat pada urusan penanganan saja, saya pikir kan anggarannya bisa digunakan hal-hal yang lain,” timpalnya, sambil mengamini pendapat Sekda Acep.

Dalam hal lain, Teh Celli juga menggungkapkan jika target vaksinasi untuk lanjut usia (Lansia) akan lebih gencar dengan sistem jemput bola. Pelaksanaan vaksin untuk lansia ini juga tidak akan digelar di kantor pemkab atau puskesmas karena faktor jarak.

Melainkan harus dilakukan sistem jemput bola. Sehingga konsekuensinya para petugas nakes harus lebih pro aktif lagi.

“Untuk Vaksinasi lansia kita akan jemput bola. Kalau yang lain kan target vaksinasi sudah 50 persen, seperti tenaga pendidikan kan tinggal diadakan di sekolah. Karena  kalau orangtua ini nggak mungkin kan datang langsung ke Puskesmas. Mereka harus di-screening dulu, harus ditanya dulu riwayat penyakitnya apa. Jadi justru aparat tenaga kesehatannya harus proaktif menangani pasien-pasien lansia,” pungkasnya

Sebelumnya diberitakan, Sekda Acep Jamhuri mengunggapkan, terhitung April 2021 sudah tidak ada lagi sewa hotel untuk tempat isolasi pasien covid-19. Karena pemborosan anggaran, sehingga sampai hari ini pemda masih memiliki hutang kepada pihak hotel sebesar Rp 10,7 miliar.***

Penulis: ADKEditor: ADK
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *