Gegara Kalah Pilkades Walahar, Akses Jalan ke Masjid Warga Diblokir (Dibatako)

  • Bagikan
Status facebook warga Walahar yang menginformasikan pemblokiran akses jalan di desanya gegara persoalan Pilkades.

KARAWANG – Pilkades serentak di Kabupaten Karawang Jawa Barat ternyata masih menyisakan beberapa persoalan sosial.

Seperti yang terjadi di Desa Walahar Kecamatan Klari, gegara kalah nyalon kades, salah seorang mantan Calon Kades Walahar bernama Cahya Dinata memblokir akses jalan ke masjid dan akses ke jalan raya warga.

Berdasarkan informasi yang dihimpun redaksi BukanBerita.com, setidaknya ada lima calon kades di Pilkades Walahar. Cahya Dinata merupakan calon kades nomor urut 5 yang dikalahkan oleh Adi Supriyadi, calon kades nomor urut 1.

Termasuk calon kades incumben Sardi Anwar Sulendra juga dikalahkan oleh Adi Supriyadi.

Dikabarkan, karena merasa kecewa kalah di Pilkades, Cahya Dinata sampai memblokir akses jalan warga dengan cara memasang batako permanen. Isu ini pun sempat viral di media sosial group facebook.

Sudah seminggu lebih pemblokiran akses jalan warga ini dilakukan. Jalan musyawarah sudah dilakukan warga bersama masyarakat. Tetapi Cahya Dinata tetap tidak terima atas kekalahannya di Pilkades, sehingga enggan membuka kembali akses jalan warga yang sudah diblokir.

“Di situ memang rumah dia (Cahya Dinata) kang. Semenjak seminggu ini akses jalan ke masjid dan jalan raya diblokir. Mungkin karena dia kecewa, karena sebagian tetangganya ada yang mendukung ke dia dan ada juga yang mendukung ke paslon yang lain. Akhirnya setelah seminggu perhitungan suara akses jalan itu langsung diutup,” tutur salah seorang warga yang mewanti-wanti identitasnya dirahasiakan.

Dijelaskan warga, awalnya pemblokiran akses jalan hanya memakai serpihan bangunan. Tetapi semenjak kemarin sudah diblokir permanen dengan dipasang batako.

“Sebenarnya warga sudah mencoba jalin komunikasi, tapi pihak di sana belum bisa menerima. Kades terpilih juga belum punya power untuk intervensi menyelesaikan persoalannya. Kemarin sudah coba dikmunikasikan melalui musyawarah. Tapi pihak di situ tidak bisa terima, katanya sudah terlanjur,” terang warga.

“Intinya dia kecewa sama tetangga yang tidak miliih dia,” timpal warga.

Masih dijelaskan warga, memang tanah di sana merupakan hak milik Cahya dinata. Tetapi sudah sejak tahun jaman kakek neneknya, tanah tersebut (akses jalan yang diblokir) sebenarnya sudah diwakafkan untk akses jalan raya warga.

“Sekarang warga kalau mau ke masjid dan jalan raya gak bisa lewat sana, warga harus milih jalan memutar. Sampai saat ini persoalan masih belum selecai. Pak camat juga belum ada yang turun tangan,” timpalnya.

Sementara itu, sampai dengan berita ini masuk meja redaksi, Plt DPMD Karawang, Drs. Akhmad Hidayat belum memberikan keterangan resminya, saat mencoba dikonfirmasi oleh redaksi BukanBerita.com, Jumat (2/4/2021).***

Penulis: Ade Kosasih, SEEditor: ADK
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *