Terduga Teroris LN Belum Pernah Injakan Kakinya Shalat Berjama’ah di Masjid Sekitar

  • Bagikan

KARAWANG – Dikenal tertutup dan jarang bergaul dengan warga sekitar, terduga teroris LN (35), warga asal Ciamis ini ternyata baru 3 bulan menempati rumah kakak kandungnya di Perum Klari Regency, Desa Klari, Kecamatan Klari, Kabupaten Karawang.

Satu bulan LN tinggal bersama istrinya dan dua bulan tinggal sendiri, karena sang istri pulang ke kampung halamannya di Bireun, Nangroe Aceh Darussalam.

Selama kurun waktu tiga bulan tersebut, LN diketahui tidak pernah kelihatan shalat berjamaah di masjid sekitar bersama warga lainnya. Padahal rumah singgah yang ditempatinya tepat berhadapan dengan Masjid Al-Karamahtussalam.

Jangankan untuk shalat berjamaah, berdiskusi atau hanya sekedar ngobrol santai pun tidak pernah dilakukan LN.

Sesekali para tetangganya hanya melihat LN dan bertegur sapa sepintas. Itu pun hanya pada saat LN berangkat dan sepulang kerja.

Selebihnya, LN tidak pernah berinteraksi dengan warga dan melakukan aktivitas seperti biasanya. Sehingga warga sama sekali tidak pernah memiliki rasa curiga, jika LN merupakan terduga teroris.

“Untuk bersosialisasi saja bisa dikatakan tidak pernah bersosialiasi sama sekali dengan kita. Karena untuk melihat dia beraktifitas di siang hari saja, tidak pernah melihanya juga. Ya termasuk shalat berjamaah dan berdiskusi dengan warga sekitar di halaman masjid, gak pernah melihatnya menginjakan kakinya ke halaman masjid ini,” kata Ketua DKM Masjid Al-Karamahtussalam Perumahan Klari Regency, Ahmad Ngafif (29).

Kemudian, setelah diamankan Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror Mabes Polri di sekitar Pasar Johar, Kelurahan Karawang Wetan, Kecamatan Karawang Timur, Kabupaten Karawang, Jawa Barat pada Sabtu (03/04/2021) sekitar pukul 10.00WIB, Densus 88 Anti Teror juga langsung mendatangi rumah singgah LN sekitar pukul 12.30 WIB.

Rumah singgah LN yang merupakan milik kakak kandungnya tersebut langsung digeledah. Dua dus besar berisikan buku-buku yang diduga sebagai buku pedoman paham radikalisme dan buku paham terorisme di Indonesia diamankan Densus 88.

Beberapa tokoh masyarakat sekitar yang diminta untuk menyaksikan langsung proses penggeledahan menyebut, Tim Densus 88 Anti Teror Mabes Polri juga menyita dan mengamankan sejumlah berkas pribadi milik LN.

“Ada berkas-berkas milik LN yang dibawa dalam map. Saya tidak tahu itu berkas apa, yang saya tahu itu berkas milik seorang pria yang menjadi terduga teroris berdasarkan informasi yang kita terima pada saat pemeriksaan dan penggeledahan itu,” kata Ahmad Ngafif.

Ngafif menuturkan, pemeriksaan dan penggeledahan di rumah LN berlangsung selama hampir 3 jam. Yakni dari ba’da dzuhur sekitar pukul 12.30 WIB, hingga baru selesai ba’da ashar sekira pukul 15.30 WIB.

Kemudian disusul kedatangan sejumlah personel kepolisian dari Polsek Klari dan Polres Karawang.

“Karena memang kita hanya diminta mendampingi untuk menyaksikan pemeriksaan dan penggeledahan dari luar rumah saja (depan pintu rumah terduga teroris, red). Yang terlihat sama kita itu hanya buku-buku yang disimpan di dalam 2 dus besar lebih yang dibawa oleh Tim Densus 88 Anti Teror,” kata Ahmad Ngafif.

Sementara berdasarkan pantauan awak media di lokasi, rumah yang berwarna cat ungu type 29/60 tersebut terpantau sudah dipasangi garis police line oleh jajaran pihak kepolisian dari Polsek Klari dan Polres Karawang.***

Penulis: JunotEditor: ADK
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *