Begal Payudara Kembali Beraksi, Dada Karyawati Dicomot di Depan Kampus Unsika

  • Bagikan

KARAWANG – Bukan kali pertama begal payudara beraksi di Kabupaten Karawang. Setelah sebelumnya meremas dada seorang karyawati cafe di Kawasan Galuh Mas Desa Sukaharja Kecamatan Telukjambe Timur sekitar pukul 22.30 WIB pada Rabu (24/03/2021) lalu, kali ini si mesum kembali melancarkan aksinya di depan kampus Unsika sekitar pukul 00.02 WIB pada Rabu (7/3/2021) dinihari.

Korbannya sendiri adalah seorang karyawati buruh pabrik berinisial V. Korban yang dadanya dicomot tersebut melaporkan dan menceritakan langsung kejadiannya kepada Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Jawa Barat, Wawan Wartawan.

Bahkan menurut Wawan, saat itu ia tidak hanya menerima satu laporan dari korban begal payudara. Melainkan ada dua laporan sekaligus. Korban satunya lagi merupakan karyawati buruh pabrik berinisial A yang dadanya juga diremas di pertigaan Ulekan sekitar pukul 00.30 WIB.

Pelaku diduga merupakan orang yang sama. Karena kejadian di dua Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang berbeda hanya berselang sekitar 30 menitan.

“TKP pertama dan kedua lokasinya tidak berjauhan dan masih berada di Jalan HS. Ronggo Waluyo, Desa Puseur Jaya Kecamatan Telukjambe Timur Kabupaten Karawang, Jawa Barat,” tutur Wawan Wartawan, Kamis (8/4/2021).

Adapun ciri-ciri pelaku berdasarkan cerita dua korban, pelaku memakai jaket loreng dan celana pendek. Pelaku menggunakan sepeda motor matic dengan plat nomor T-4020-LM.

Atas tiga kejadian kasus begal payudara ini, Wawan menduga pelaku selalu melancarkan aksinya setiap malam hati dengan sasaran korbannya adalah para perempuan yang kerap pulang bekerja sendirian di malam hari.

“Dari cara melancarkan aksi pelecehan seksualnya, saya menduga pelaku ini adalah orang yang sama dari kejadian sebelumnya dengan dua kejadian semalam tadi. Hingga kini, korban masih trauma dan belum bisa melaporkan kejadiannya ke pihak berwajib,” katanya.

Dijelaskan Wawan, kejadian dan kasus begal payudara ini jelas menambah rentetan angka maraknya tindakan asusila pelecehan seksual di Kabupaten Karawang dengan sasaran korbannya adalah wanita yang pulang bekerja di malam hari.

“Jadi kasus begal payudara ataupun eksibionisme (memamerkan alat kelamin, red) yang terjadi belakangan ini di beberapa titik di Karawang, perlu disikapi secara intensif oleh pihak kepolisian dan pemerintah daerah,” pintanya.

Karena dijelaskan Wawan, aksi begal payudara ini menunjukan salah satu kerawanan gangguan Kamtibmas. Sehingga harus menjadi bahan evaluasi oleh pihak kepolisian dengan cara lebih meningkatkan giat patroli di wilayah rawan tersebut.

“Pihak pemerintah daerah juga harus segera melakukan perbaikan serta memasang lampu penerangan jalan di titik-titik yang sepi dan gelap,” pintanya lagi.

Terkait perilaku pelaku begal payudara maupun eksibionisme, Wawan memastikan jika mereka memiliki kelainan perilaku seks menyimpang.***

Penulis: JunotEditor: ADK
  • Bagikan
Exit mobile version