Tendang Rahang Buruh, Bos Jepang di PT Daiki Aluminium Indsutry Dipolisikan

  • Bagikan

KARAWANG – Seorang bos pabrik aluminium yang merupakan Warga Negara Asing (WNA) asal Jepang berinisial TY, dilaporkan ke pihak Kepolisian Resort (Polres) Karawang. TY diduga telah melakukan penganiayaan terhadap salah seorang buruh harian lepas asal Kabupaten Karawang bernama Pandi (34).

Atas kejadian itu, korban yang didampingi kuasa hukumnya dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Cakra membuat Laporan Polisi (LP) dengan nomor laporan: LP /369/III/2021/Jabar/RES KRW.

Atas LP tersebut, TY diduga telah melanggar Pasal 351 UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP.

Peristiwa dugaan penganiayaan ini terjadi  di PT. Daiki Aluminium Industry Indonesia yang berlokasi di Kawasan Industri KIIC, Kecamatan Telukjambe Barat, Kabupaten Karawang pada 22 Maret 2021.

“Dari penuturan Pandi, ia ditendang di bagian rahang sebelah kiri oleh bosnya. Akibatnya, rahang bagian kiri korban mengalami luka lebam, karena tendangan keras dari pria asal negara Sakura itu,” tutur Direktur LBH Cakra, Hilman Tamimi yang kini tengah mengadvokasi kasus dugaan penganiayaan yang dialami oleh Pandi ke Mapolres Karawang, Kamis (08/04/2021) petang.

Korban yang merupakan warga Desa Puseurjaya Kecamatan Telukjambe Timur Kabupaten Karawang ini sendiri asli merupakan Warga Negara Indonesia (WNI).

Hilman berharap dengan diprosesnya kasus ini, masyarakat Indonesia akan memiliki rasa kepercayaan diri dan harga diri di depan WNA. Sehingga tidak terjadi lagi WNI yang dilecehkan atau menganggap sepele suatu permasalahan dengan WNI.

“Tentunya ini menyangkut rasa nasionalime. Harga diri bangsa pun, pasti akan ikut tersulut jika peristiwa serupa, tidak dibarengi dengan sistem hukum yang tegas. NKRI Harga Mati,” tegasnya.

Selain itu, Hilman juga meminta kepada stakeholder terkait untuk segera merespon cepat persoalan ini, jika sudah terbukti pelaku ditetapkan sebagai tersangka.

Dalam hal ini pihak imigrasi harus bertanggungjawab untuk mengkroscek segala kelengkapan izin bekerja atau pun izin tinggal seorang WNA di PT. Daiki Aluminium Industry Indonesia.

“Jika sudah terbukti dugaan tidak pidana tersebut, maka kami meminta kepada Kepala Imigrasi Karawang untuk mendeportasi WNA yang berkebangsaan Jepang itu ke negaranya. Tidak ada alasan bagi pihak imigrasi untuk tidak mendeportasinya,” tegasnya.

Hilman juga mengingatkan agar pihak Disnaker Karawang untuk serius menyikapi persolaan ini dan jangan ragu untuk menjatuhkan sanksi tegas kepada pihak perusahaan. Terlebih kasus tersebut sudah dilaporkan kepada pihak UPTD Pengawas Ketenagakerjaan Wilayah II Jawa Barat.

“Jika pihak Disnaker bermain-main dengan kasus ini kami tidak segan-segan melaporkan ke PPNS,” tegasnya.

Sementara itu saat dihubungi melalui sambungan telepon selular, Kasatreskrim Polres Karawang, AKP Oliestha Ageng Wicaksono mengatakan, saat ini pihaknya sudah melakukan pemeriksaan kepada pelapor dan terlapor serta akan melakukan penyidikan.

“Sudah saya cek penanganan perkara sudah dimintai keterangan pelapor dan terlapor, berikutnya akan kami gelarkan naik ke tahap penyidikan,” tandasnya.***

Penulis: JunotEditor: ADK
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *