Muscablub ISSI : Bersepeda dengan Prestasi, Bukan Sekedar Hobi atau Rekreasi

  • Bagikan

KARAWANG – Sebagai salah satu cabang olahraga (cabor) di bawah naungan Komite Olahraha Nasional Indonesia (KONI) Karawang, Pengcab Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) Karawang diharapkan mampu menyumbang prestasi di ajang Porda Jawa Barat 2022.

Demikian disampaikan Wakil Ketua II Binpres (Pembinaan Prestasi) KONI Karawang, Nanan Taryana, dalam kesempatan membuka kegiatan Musyawarah Cabang Luarbiasa (Muscablub) ISSI Karawang, di Aula RM. Indo Alam Sari Jalan Interchange Karawang Barat, Sabtu (10/4/2021) sore.

Untuk diketahui sebelumnya, Muscablub ISSI Karawang ini digelar setelah sepeninggalnya almarhum Ketua Pengcab ISSI Karawang, Agus Mulyana. Muscablub sengaja harus digelar, mengingat ISSI juga memiliki rencana agenda event di Porda Jabar 2022.

Plt Ketua Pengcab ISSI Karawang, Jaja Jamaludin menyampaikan, dalam perjalanan ISSI Karawang selama dipimpin almarhum Agus Mulyana banyak menunjukan kemajuannya. Yaitu dimana sebelumnya ISSI Karawang belum ada klub yang bergabung, kini sudah ada 14 klub yang sudah tergabung dalam Pengcab ISSI Karawang.

Ditegaskan Jaja, ISSI karawang lahir untuk melahirkan sepeda prestasi, bukan hanya sekedar komunitas hobi, rekreasi atau untuk olahraga semata.

Sehingga setiap klub sepeda yang ingin bergabung dengan ISSI, maka harus memenuhi syarat. Minimalnya harus membina empat altet, maka baru bisa masuk Pengcab ISSI.

“Dulu kita gak punya atlet. Tapi alhamdulillah setahun kemarin kita punya 21 atlet yang diseleksi menjadi 14 orang yang diajukan ke KONI. Kemudian KONI melakukan seleksi lagi menjadi 8 orang,” tutur Jaja Jamaludin.

“Porprov 2022 kita juga akan mengirimkan atlet. Makanya kami harapkan klub-klub yang hadir hari ini bisa bekerja sama dengan ISSI untuk melahirkan atlet-atlet sepeda berprestasi. Pembinaan atlet harus dari mulai usia SMP. Karena tuntutan pengprov menginginkan atlet-atlet yang muda hingga usia 18 tahun,” timpalnya.

Sementara dalam sambutan pembukaannya, Nanan Taryana kembali menyampaikan, tanggungjawab KONI adalah pembinaan prestasi. Yaitu dari mulai pemasalan yang tanggungjawabnya dengan Dinas Pendidikan, pembibitan yang menjadi tanggungjawab klub, rekrutmen dan pembinaan atlet oleh pengcab, hingga peningkatkan prestasi yang menjadi tanggungjawab KONI.

Artinya, kata Nanan, jangan sampai ada klub yang nyolonong ke KONI tanpa diketahui oleh pengcab. Karena KONI tidak akan menerimanya tanpa ada rekomendasi dari pengcab. “Saya ceritakan seperti ini karena sering kali terjadi,” katanya.

Lebih penting lagi, sambung Nanan, KONI berharap tidak ada atlet dari luar Karawang dalam setiap multievent yang diikuti oleh semua cabor olahraga. “Karena ini (atlet asli Karawang) akan jadi kebanggaan tersendiri,” tutup Nanan Taryana dalam sambutannya, sekaligus membuka Muscablub KONI Karawang.

Kembali dijelaskan Nanan, saat ini ada enam cabor yang menjadi skala prioritas menjelang Porda Jabar 2022. Karena keenam cabor tersebut memang terbukti sudah menorehkan prestasi di Porda Jabar 2018 lalu. Yaitu dengan raihan 18 emas, 20 perak dan 43 perunggu.

Yaitu cabor sepatu roda, panjat tebing, judo, kempo, dayung, hingga anggar. “Tadinya Karawang ini ada di urutan 14. Tapi di Porda Jabar 2018 naik ke peringkat 11, bedanya dengan kabupaten lain hanya diperolehan medali perak saja. Kita ingin meningkatkan prestasi lagi. Makanya harus samakan dulu persepsinya dengan semua pengcab,” tandas Nanan Taryana.

Sementara, berdasarkan hasil Muscablub ISSI Karawang ini, terpilih secara aklamasi Ketua Pengcab ISSI Karawang yang baru, yaitu Asep Agustian SH. MH dari klub sepeda Askun Biker’s.

Dalam kesempatan ini, Askun mengaku ingin membawa ISSI Karawang lebih mandiri dan humanis lagi, dengan tetap mengedepankan prestasi.

“Dari dulu ISSI di Karawang memang sudah ada. Tapi saya ingin ke depan kegiatan-kegiatannya lebih baik lagi untuk menuju prestasi,” kata Askun.

Khusus untuk 8 atlet sepeda yang sedang diseleksi KONI Karawang, Askun mengaku evaluasi akan terus dilakukan dalam rangka menuju Porda Jabar 2022.

Karena menurutnya, seorang atlet sepeda tidak cukup hanya sekedar kuat dan sehat. Melainkan harus tangguh yang tentunya harus didukung oleh fasilitas latihan yang mumpuni.

“Kita tetap harus ada target di Porda 2022. Kita akan uji apakah delapan atlet sepeda tersebut bisa duduk di podium atau tidak. Artinya, harapan ini juga harus ada support dari pemkab kepada ISSI dan KONI Karawang,” harapnya.***

Penulis: Ade Kosasih, SEEditor: ADK
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *