45 Pengedar Narkotika juga Harus Berpuasa di Balik Dinginnya Jeruji Besi

  • Bagikan

KARAWANG – Bukan hanya saja pelaku kejahatan prostitusi online (open BO), penjudi, curanmor hingga premanisme saja yang akhirnya harus berpuasa di balik dinginnya jeruji besi. Melainkan juga para pelaku pengedar barang haram narkotika berbagai jenis.

Karena dalam kurun waktu satu bulan terakhir, tim Satres Narkoba Polres Karawang berhasil mengungkap dan mengamankan 45 orang tersangka dari 35 kasus peredaran dan penyalahgunaan narkotika.

Kapolres Karawang, AKBP Rama Samtama Putra menegaskan, pihak kepolisian akan terus berkomitmen dalam rangka menekan angka kriminalitas di Karawang yang disebabkan peredaran dan penyalahgunaan narkotika.

“Ini adalah bentuk komitmen kami untuk terus memberantas peredaran narkotika yang selama ini selalu menjadi momok menakutkan bagi lingkungan sekitar akibat bahaya dari peredaran maupun penyalahgunaan narkotika,” tutur AKBP Rama Samtama Putra, Senin (12/4/2021).

Selain mengamankan 45 orang tersangka pengedar narkotika, polisi juga mengamankan barang bukti berbagai jenis narkotika dari tangan para pelaku.

Adapun barang bukti yang berhasil diamankan, yakni narkotika jenis sabu-sabu dengan berat 230,2 gram dan ganja sebanyak 1.058 gram (1 kilogram lebih 58 gram) siap edar.

Bukan hanya narkotika jenis sabu dan ganja, polisi juga berhasil mengamankan ribuan butir Obat Keras Terbatas serta ratusan pil/butir obat-obatan psikotropika yang masuk dalam golongan G.

“OKT Hexymer sebanyak 1.390 butir, OKT Tramadol sebanyak 543 butir,
OKT Pil MF sebanyak 705 butir, Psikotropika Trihexpenidil sebanyak 34 butir,  Psikotropika Alprazolam sebanyak 28 butir, Pil Dextro sebanyak 490 butir dan  Pil Mercy sebanyak 20 butir,” sebut kapolres.

Berdasarkan hasil pemeriksaan penyidik, beberapa pelaku melancarkan aksinya (mengedarkan narkotika dan obat-obatan, red), di sebuah rumah yang sudah lama menjadi Target Operasi (TO) tim Satres Narkoba Polres Karawang.

“Pengedar mengaku mendapatkan barang haramnya itu rata-rata dari Jakarta dengan cara memesan dan kemudian diperjualbelikan lagi ke sejumlah wilayah di Kabupaten Karawang,” terangnya.

Tersangka yang tertangkap mendapatkan barang bukti OKT dan Psikotropika, dari bandar atau pengedar jumlah besar yang ada di luar wilayah Karawang, yaitu dari Jakarta.

“Latar belakang para pengedar mayoritas para buruh harian lepas. Sedangkan sasaran peredarannya adalah terhadap rekan maupun tetangga tempat tinggalnya pelaku sendiri yang sudah mereka kenal. Tujuannya, demi keamanan para pelaku (pengedar narkotika, red) dalam melakukan aksinya,” ujarnya.

Akibat perbuatan para tersangka yang telah mengedarkan narkotika berbagai jenis, 45 orang tersangka terpaksa harus menjalankan ibadah puasa bulan suci Ramadhan tidak bersama dengan keluarga tercintanya di rumah. Alias harus berpuasa di dalam penjara bersama para tahanan kasus serupa dan kasus lainnya.

Pelaku pengedar OKT dijerat dengan Pasal 196 Jo 197 UU RI No 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun Penjara. Sedangkan tersangka pengedar psikotropika akan dijerat dengan Pasal 62 UU RI No. 05 Tahun 1997 tentang Psikotropika dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara.

“Sementara bagi pengedar narkotika jenis sabu-sabu dan ganja akan dijerat dengan pasal 112 jo 111 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman hukumannya minimal 5 tahun Penjara dan maksimalnya hukuman mati,” pungkas kapolres.***

Penulis: JunotEditor: ADK
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *