Swab Test dan Vaksinasi Tidak Batalkan Puasa

  • Bagikan
ilustrasi net.

JAKARTA – Upaya pemerintah untuk pencegahan dan penanggulangan covid-19 dengan memperbanyak swab test dan vaksinasi diprediksi akan terus berlanjut.

Pasalnya, Majelis Ulama Indonesia (MUI) memastikan jika swab test (tes usap) tidak membatalkan puasa ramadhan.

Melalui fatwa Nomor 23 Tahun 2021 tentang Hukum Tes Swab untuk Deteksi Covid-19 saat Berpuasa, MUI menegaskan jika swab test tidak membatalkan puasa.

“Pelaksaan tes swab sebagaimana dalam ketentuan umum tidak membatalkan puasa,” tutur Ketua MUI Bidang Fatwa, Asrorun Niam Sholeh, dilansir dari Kompas.com.

Diketahui, swab test atau tes usap merupakan pemeriksaan laboratorium untuk mendeteksi keberadaan material genetik dari sel, bakteri, atau virus dengan cara pengambilan sampel dahak, lender atau cairan dari nasofaring.

Oleh karenanya, MUI menyatakan umat islam diperbolehkan melakukan tes meski dalam keadaan berpuasa.

Selain fatwa swab test, MUI juga menerbitkan Fatwa Nomor 13 Tahun 2021 tentang Hukum Vaksinasi Covid-19 saat Berpuasa.

Berdasarkan fatwa tersebut, vaksinasi yang dilakukan dengan penyuntikan vaksin tidak membatalkan puasa. “Vaksinasi Covid-19 yang dilakukan dengan injeksi intramuskular tidak membatalkan puasa,” kata.

Dijelaskan Asrorun, injeksi intramuskular adalah injeksi yang dilakukan dengan cara menyuntikkan obat atau vaksin melalui otot.

Dengan demikian, vaksinasi Covid-19 bagi umat Islam yang sedang berpuasa dengan cara injeksi intramuskular diperbolehkan, sepanjang tidak menyebabkan bahaya (dlarar).***

Penulis: KompasEditor: ADK
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *