Ngadunya ke Jokowi, yang Turun Malah Wakil Bupati, Ampuuun Bang Jago!

  • Bagikan

PUBLIK Karawang tentu masih ingat dengan video viral Junaedi, Kades Wadas Kecamatan Telukjambe Timur yang mengadu ke Presiden Jokowi lantaran persoalan banjir di desanya yang disebabkan luapan air Kali Kalapa.

Tingkah nyeleneh Kades Wadas di awal Maret 2021 ini dikabarkan merupakan bentuk sikap frustasinya atas Pemda Karawang yang dinilanya acuh tak acuh terhadap persoalan banjir di desanya. Banjir yang disebabkan meluapnya Kali Kalapa akibat kiriman air dari Kawasan KIIC, Sandiego Hills, Pertiwi Lestari hingga Sendana.

Beberapa kali rapat koordinasi digelar, namun hasilnya zonk alias tak membuahkan hasil apapun atau sama sekali tidak ada tindaklanjut dari pemda.

Sampai akhirnya Sang Kades sengaja membuat video berdurasi 2 menit 15 detik. Berdiri disamping Kali Kalapa yang airnya sudah meluap, sambil diguyur air hujan kecil (gerimis), seperti sedang shooting film India (kalau kata orang Sunda bilang).

“Kami yakin mohon dengan hormat agar bapak presiden segera turun mengatasi banjir luapan Cikalapa ini. Karena kami sudah berusaha meminta kepada pemerintah daerah. Namun sampai saat ini tidak ada tindaklanjutnya,” kata Kades Junaedi dalam video viral tersebut pada awal Maret 2021.

“Mohon maaf bapak presiden dengan segala hormat. Karena inilah kondisi Cikalapa yang berbatasan, banyak rumah-rumah warga yang terendam banjir. Walaupun hujan baru satu jam, air Cikalapa ini sudah tidak nampung, sudah tidak layak,” kata Sang Kades, dikutif dari JabarNet.com.

Singkat cerita, video Kades Junaedi yang curhat ke Presiden Jokowi tersebut mendadak viral menghiasai beranda-beranda media sosial dan menjadi tema menarik medi lokal hingga nasional.

Namun kini, sepertinya harapan Kades Junaedi yang ingin ditanggapi oleh Presiden Jokowi terkait persoalan banjir di desanya akan sirna.

Pasalnya pada Jumat (16/4/2021), Wakil Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh terlihat menggelar dan memimpin langsung rapat koordinasi pengendalian banjir Kali Kalapa, di kantor Desa Wadas Kecamatan Telukjambe Timur.

Dirilis Diskominfo Karawang, hadir dalam rapat tersebut Kepala Dinas PUPR Karawang Dedi Ahdiat, Kepala DLHK Karawang Wawan Setiawan, Dansektor 19 Citarum Harum dan sejumlah perwakilan beberapa perusahaan swasta.

Dalam rapat, Wabup Aep menekankan agar segera mulai untuk aksi penanganan banjir Kali Kalapa. Mengingat, dalam beberapa hari terakhir warga Desa Wadas terdampak banjir, jika turun hujan lebih dari 2 jam.

Rencana aksi untuk pengendalian banjir diantaranya melakukan sodetan dengan menurunkan alat berat, lalu penertiban bangunan liar yang berdiri di sekitar Kali Kalapa. “Ini rapat ke lima. Kita harap ada kesepakatan dan bisa langsung aksi. Karena kasian masyarakat,” kata Wabup.

Banjir yang terjadi karena luapan Kali Kalapa saat ini butuh aksi. Bukan lagi saling menyalahkan. Karena semua harus menjadi tanggung jawab bersama demi kebaikan warga. Apalagi, banjir terjadi setiap kali waktu buka puasa, karena hujan turun di waktu sore, kata Wabup Aep.

Di kesempatan yang sama, Kades Junaedi mengatakan, pihaknya hanya ingin warga tidak merasa ketakutan dan khawatir jika hujan turun. Karena hujan turun sedikit saja sudah banjir. Ia menginginkan rasa tanggung jawab dan kepedulian pihak perusahaan untuk menanggulangi banjir di desanya.

Seusai rapat, rombongan langsung menuju lokasi pengerukan sedimentasi Kali Kalapa di depan komplek Perumahan Harmoni Mas. Dalam proyek pengerukan tersebut, Pemerintah Kabupaten Karawang melalui Dinas PUPR menurunkan 1 alat berat.

Nah, sekarang bagaimana Pak Kades. Bukannya Pak Presiden yang merespon malah Wabup Aep yang turun.

Ampuuun Bang Jago! Gak apa-apalah ya Pak Kades. Mengalah untuk menang kan sesuatu hal yang positif juga. Yang penting sudah ada tindaklanjut, agar bagaimana ke depan warga Desa Wadas tidak lagi ketakutan banjir saat hujan turun.

Semoga beberapa pihak kawasan yang menjadi penyebab meluapnya Kali Kalapa juga memiliki rasa kemanusiaan untuk ikut bertanggungjawab.

Salam demokrasi dan pembangunan dari Kang Bubuy (Narasi Opini Konstruktif), buaya lucu dan nyebelin yang terus menyoroti pembangunan di Kota Lumbung Padi.***

Penulis: Ade Kosasih, SEEditor: ADK
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *