Kinerja Kadis PUPR Lelet, Kapan ya Cellica-Aep Perbaiki Jalan Rusak?

  • Bagikan
Kepala Dinas PUPR Karawang, Dedi Achdiat dan sejumlah jejak digital jalan rusak di Karawang.

KARAWANG – Keberhasilan kinerja 100 Hari Kerja Bupati dan Wakil Bupati Karawang, Cellica-Aep di bidang pengembangan dan pembinaan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) ternyata tidak berbanding lurus dengan harapan masyarakat yang menginginkan secepatnya ada perbaikan infrastuktur jalan yang rusak pasca diguyur hujan deras.

Keberhasilan program 100 Hari Kerja Cellica-Aep untuk terus membina dan membuka market produk UMKM di perusahaan retail dan koperasi industri ternyata hanya mendapat sedikit pujian dari sebagian kalangan masyarakat.

Selebihnya, masyarakat Kota Lumbung Padi lebih menginginkan agar Cellica-Aep secepatnya melakukan gebrakan program dalam bidang perbaikan infrastruktur jalan yang semakin amburadul, karena tak kunjung diperbaiki.

Faktanya, saat Redaksi BukanBerita.com mencoba melakukan uji publik tentang 100 Hari Kerja Cellica-Aep melalui tulisan berita berjudul “Kaca Mata Pengusaha, Pelototi 100 Hari Kerja Cellica-Aep”, materi berita yang diunggah ke salah satu group media sosial facebook ini ternyata hanya sedikit yang merespon dengan komentar positif.

Selebihnya, para netizen Karawang terus berteriak agar Cellica-Aep segera melakukan gebrakan program untuk perbaikan infrastruktur jalan yang sudah rusak parah. Berikut beberapa teriakan netizen Karawang yang dirangkum oleh Redaksi BukanBerita.com :

Ackhew Ridwan

Jalan urusin noh.

Dede HabibbPart II

Eweh perubahan

Malah nambah parah

Ahmad Ghozali Al’mubarok II

Jalan moal waka di hadean bu…

Dedi Setijawan

Ngan Di Pelototan Hungkul mah Naon Dampak na . . .

Nani Reni Astri

Kade hilap PR na jln2 di Karawang rarusak ulah ngeraken gudang pabrik jln2 loba NU ancur

Miftah Farid

Jalan umum diperbaiki,lapangan pekerjaan buat warga karawang di bukakan seluas luas nya…

Musliadi Tanjung

Belum ada yang terealisasi janji janji politik nya..

Lubuk Langit

Standarisasi 100 hari kerja teh teu efektif wa, da geus kabiasaan nu karak ngajabat mh menggebu2 dina 100 poe teh, da sok teu aya kalanjutan na 200 hari kerja kaditu na.

Nu penting mh, kang Aep boga target nu KUDU di capai, boh Pengentasan Kamiskinan,Pengangguran, Kriminalitas coba dlm 1 tahun beak moal tah nu nganggur,nu miskin,jeung tindakan kriminalitas di karawang teh, tapi sadayana data eta sumber na kudu ti lurah/kep des di tiap wilayah. Karak tah rada reugreug rek nyieun karawang nu sejahtera teh.

Da ari fasilitas2 umum keur masyarakat ,terutama jln mah geus kuduna di hadean mh.

Cahya Suarna

100 hari kerja wakil na doing

 

Eno Nakagawa

2 priode ngan beda wakil

 

Beragam komentar netizen facebook Karawang yang banyak mengeluhkan jalan rusak yang tak kunjung diperbaiki.

Beragam komentar netizen Karawang yang tak peduli dengan keberhasilan program 100 Hari Kerja Cellica-Aep di bidang pembinaan dan pengembangan UMKM ini merupakan hal wajar.

Seperti halnya yang disampaikan Ketua Fraksi PDI Perjuangan Karawang, Taufik Ismail. Yaitu dimana Cellica-Aep harus tetap memprioritaskan pembangunan infrastruktur jalan.

Karena menurut politisi yang kerap akrab disapa Kang Pipik, perbaikan infrastruktur jalan harus menjadi prioritas, karena jika jalan baik, maka insya Allah pembangunan yang lain pun akan baik.

“Tolong fokus di infrastruktur jalan, terutama jalan penghubung antar desa. Tolong perjuangkan, kami butuh pemerataan pembangunan hingga diujung pelosok,” kata Kang Pipik, pada Senin (12/04/2021), dilansir dari JawaraNews.id. Sumber

Mungkin yang dimaksud Kang Pipik ini tak ubahnya seorang muslim yang harus memprioritasan amalan solat. Jika solatnya baik, maka amalan yang lainnya pun akan ikut baik, insya Allah.

Karena menurut Kang Pipik, perbaikin infrastruktur jalan pasti akan memperbaiki kondisi ekonomi masyarakat. Bahkan pemda bisa menggali potensi-potensi pembangunan lain yang ada di setiap desa, jika saja infrastruktur jalannya bagus.

“Seperti jalan penghubung Kecamatan Cibuaya, Cilebar daerah pesisir pada hancur. Padahal kalau jalan bagus, ekonomi juga membaik dan potensi pendapatan daerah sektor pariwisata juga bisa naik,” katanya.

Terkait persoalan banyaknya infrastruktur jalan di Karawang yang rusak parah ini, Kepala Dinas PUPR Karawang, Dedi Achdiat sempat mengklaim bahwa sebenarnya PUPR sudah melakukan perbaikan ssebagian jalan. Namun karena banjir akhirnya sudah rusak lagi.

Oleh sebab itu, Dedi menegaskan bahwa Dinas PUPR akan segera memperbaikinya, dan saat ini masih menunggu hasil lelang matrial.

“Kita akan segera memperbaikinya, akan tetapi kita menunggu hasil lelang matrialnya. Mudah-mudahan bulan ini lelangnya selesai, karena lelang matrial ini lebih cepat dibandingkan seperti biasanya,” kata Dedi Achdiat, dilansir dari JabarNet.com pada 3 Maret 2021 lalu. Sumber

Namun ternyata, pernyataan Kepala Dinas PUPR Karawang kepada awak media tersebut sepertinya ada yang disembunyikan. Dedi Achdiat sepertinya telah berbohong kepada publik.

Karena saat dikonfirmasi lebih lanjut kepada Barjas Setda Kabupaten Karawang, ternyata belum ada usulan program untuk dilakukan proses lelang dari Dinas PUPR.

Hal tersebut tentu berbeda dengan pernyataan Kadis DPUPR Dedi Ahdiat, yang mengaku pihaknya sedang menunggu hasil lelang kegiatan perbaikan dan pemeliharaan jalan.

“Sampai saat ini belum ada tuh usulan dari DPUPR, program untuk dilaksanakan proses lelang,” ungkap Yadi, Kabag ULP Barjas, dilansir dari JabarNet.com pada Senin (8/03/2021).

Lebih lanjut Yadi juga mengaku tidak mengetahui kenapa DPUPR belum juga mengusulkan satupun program untuk dilakukan proses lelang.

“Biasanya seperti tahun kemarin pada bulan Januari Dinas sudah banyak mengusulkan proses lelang kepada kami, namun entah apa hambatannya sudah masuki bulan Maret belum ada,” jelasnya.

Padahal diakui Yadi, Barjas sudah sangat siap melaksanakan proses lelang. Namun tidak dengan persiapan lelang cepat, pasalnya aplikasi lelang yang disediakan oleh pusat belum juga rampung dan belum dapat dipergunakan.

“Kalau lelang biasa kita sudah sangat siap, dan saat inipun sudah ada yang berjalan, namun infrastruktur untuk tender cepat masih belum, karena terhambat oleh belum selesainya aplikasi, serta regulasi dari pusat,” katanya. Sumber

Menyimpulkan pernyataan Kepala Dinas PUPR Karawang, Dedi Achdiat yang sepertinya lebih banyak bohongnya ini, Cellica-Aep semestinya harus secepatnya menyentil Dedi Achdiat. Apakah ini terkait persoalan anggaran yang belum ada, atau memang kinerja Dedi Achdiat sebagai kepala dinas yang lelet?.

Pasalnya, sampai saat ini masyarakat Karawang terus-terusan berteriak ‘kapan jalan rusak diperbaiki’ Pemkab Karawang. Jalan rusak yang terus dibiarkan amburadul, tentu akan menjadi catatan tersendiri bagi masyarakat terkait program 100 Hari Kerja Cellica-Aep yang terkesan mengabaikan perbaikan infrastruktur jalan.

Padahal pada 30 Maret 2021, Bupati Cellica sudah menegaskan, mulai April 2021 Pemkab Karawang sampai harus mengurangi biaya sewa hotel untuk tempat isolasi pasien covid-19. Karena selain masih memiliki utang sewa hotel kepada pihak manajemen hotel yang nilainya mencapai Rp 10,7 miliar, Bupati Cellica juga menegaskan masih banyak kebutuhan anggaran APBD lainnya untuk pembangunan dan perbaikan infrastruktur seperti perbaikan dan pembangunan jalan rusak dan pembangunan jembatan yang belum selesai.

”Jadi yah memang benar itu, karena kan pembangunan harus jalan, jembatan harus kita bikin, jalan harus kita perbaiki, pembangunan-pembangunan yang lain, bener nggak?. Kalau kita berkutat pada urusan penanganan saja (penanganan covid-19 maksudnya), saya pikir kan anggarannya bisa digunakan hal-hal yang lain,” kata Bupati Cellica, dilansir dari JabarNet.com. Sumber

So, segera diperbaiki ya jalan rusaknya wahai Cellica-Aep. Jangan ditambal sulam lagi tambal sulam lagi, seperti kata netizen!.***

Penulis: Ade Kosasih, SEEditor: ADK
  • Bagikan
Exit mobile version