Ini Beberapa Program 100 Hari Kerja Cellica-Aep yang Menohok, Patut Diacungi Jempol!

  • Bagikan
Cellica-Aep.

LAMBAT laun publik Karawang mulai ‘engeuh’ tentang beberapa program 100  Hari Kerja Bupati dan Wakil Bupati Karawang, Cellica Nurrachadiana-Aep Syaepulloh. Berdasarkan catatan Redaksi BukanBerita.com, berikut beberapa program 100 Hari Kerja Cellica-Aep yang menohok, serta patut diacungi jempol dan didukung oleh semua publik Karawang.

Pembinaan dan Pengembangan UMKM

Sesuai janji politiknya di Pilkada Karawang 2020 lalu, Cellica-Aep akan mulai bekerja sebagai pelayan masyarakat dalam bidang pengentasan kemiskinan dan pengangguran. Strategi pembinaan dan pengembangan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) pun akhirnya menjadi salah satu fokus program Cellica-Aep. Kegiatan-kegiatan pembinaan dan pengembangan UMKM ini pun terus digencarkan.

Tidak hanya sampai di situ, program 100 Hari Kerja Cellica-Aep dalam bidang pembinaan dan pengembangan UMKM juga didorong dengan membuka lebar market produk-produk terbaik UMKM Karawang, agar bisa dipasarkan (dijual) di perusahaan ritel raksasa seperti PT. Indomarco Prismatama yang mengelola Indomaret.

Keseriusan bentuk komitmen Cellica-Aep untuk membantu market produk UMKM ini pun dibubuhkan dalam bentuk tandatangan MoU antara Pemkab Karawang dengan PT. Indomarco.

Selain itu, Pemkab Karawang juga telah bekerja sama dan meminta Asosiasi HRD perusahaan untuk ikut memasarkan pruduk UMKM di koperasi-koperasi perusahaan/industri.

Membuka Lapangan Kerja Baru Melalui Program UMK Khusus

Yang lebih keren lagi, sesuai rencana program kerjanya, Cellica-Aep juga sedang berusaha membuka lapangan pekerjaan baru di perusahaan/industri padat karya melalui program ‘UMK Khusus’ yang kabarnya masih melalui tahap lobi dan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Cellica-Aep akan kembali mempersilahkan perusahaan/industri padat karya yang sempat ‘hengkang’ dari Karawang untuk kembali berinvestasi di Kota Lumbung Padi. Karena sebelumnya beberapa  perusahaan padat karya ini sempat ’gulung tikar’, karena alasan tidak mampu membayar UMK yang nilainya terlalu tinggi. Sebut saja diantaranya seperti PT Trigoldenstar Wisesa, Da Hyun, Kido 1, Sung Won, Citrasari, Lumitex, hingga Sumbox.

Melalui program UMK Khusus ini, nantinya para pencaker akan kembali memiliki peluang besar untuk bekerja di perusahaan/industri dengan syarat yang tidak terlalu ribet. Yaitu dimana tidak akan ada batasan usia maupun syarat kelulusan (ijazah) bagi para pencaker melalui program UMK Khusus ini.

Para pencaker cukup memiliki kemampuan ataupun skill yang dibutuhkan oleh perusahaan seperti menjahit dan lain sebagainya. Bahkan kabarnya, para pencaker yang berusia di 40 tahun tetapi masih produktif dalam bekerja pun bisa bekerja di perusahaan/industri melalui program UMK khsusus ini.

Menggenjot Pembangunan Infrastruktur

Selain fokus memulihkan kondisi ekonomi masyarakat di tengah pandemi covid-19 yang masih berlangsung lewat program pembinaan dan pengembangan UMKM, program 100 Hari Kerja Cellica-Aep juga mulai menyasar pembangunan infrastruktur. Khususnya pembangunan dan perbaikan infrastruktur jalan rusak pasca musim penghujan.

Meskipun ada keterlambangan proses lelang di Barjas karena faktor penyesuaian Sistem Informasi Pemerintah Daerah (SIPD) dengan pemerintah pusat, namun Cellica-Aep melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Karawang sudah menjanjikan, sekitar 10% proyek pembangunan infrastruktur khususnya perbaikan jalan rusak sudah mulai bisa dikerjakan sekitar April-Mei 2021.

Sehingga Dinas PUPR Karawang menjanjikan, jika beberapa perbaikan jalan rusak yang statusnya merupakan jalan kabupaten sudah selesai sebelum Hari Raya Idul Fitri nanti. Meskipun lebaran tahun ini tidak ada agenda mudik, karena faktor pandemi covid-19 yang masih berlangsung.

Selain itu, bukan hanya sekedar perbaikan jalan rusak kabupaten. Jalan rusak seperti jalan Interchange akses keluar Tol Karawang Timur yang menjadi tanggungjawab PT. Jasa Marga juga sudah terkoodinasikan mengenai rencana perbaikannya. Beberapa pihak kawasan pun telah bersepakat untuk ikut membantu perbaikan jalan rusak akses keluat Tol Karawang Timur tersebut.

Termasuk perbaikan ruas jalan rusak Pinayungan-Curug segmen Cidomba-Suryacipta yang ditengarai mengalami kerusakan cukup parah sepanjang 3,6 Kilometer dengan lebar jalan 7,5 meter, Pemkab Karawang dengan beberapa pengelola kawasan industri telah bersepakat jika perbaikan jalan rusak ini akan dikerjakan melalui sistem ‘Rehabilitasi Jalan Secara Partisipati’.

Bahkan untuk memaksimalkan program pembangunan infrastruktur ini, Cellica-Aep mengaku sudah sepakat untuk meminimalisir anggaran pencegahan dan penanggulangan covid-19. Diantaranya mengurangi biaya sewa hotel untuk tempat isolasi pasien covid-19.

Terhitung April 2021, sudah ada tiga hotel yang di-stop sebagai tempat isolasi pasien covid-19. Sebagai penggantinya, Cellica-Aep akan memaksimalkan ‘posko siaga’ yang akan memanfaatkan balai desa, puskesmas ataupun rumah-rumah warga sebagai tempat isolasi pasien covid-19.

Menyelesaikan Persoalan-persoalan Krusial di Masyarakat

Program 100 Hari Kerja Cellica-Aep yang patut diacungi jempol lainnya, yaitu dimana Cellica-Aep juga terlihat fokus menyelesaikan beberapa persoalan krusial yang mucul di masyarakat. Pertama, yaitu seperti persoalan penanganan bencana banjir di Desa Wadas Kecamatan Telukjambe Timur yang disebabkan oleh luapan air Kali Kalapa.

Persoalan banjir yang disebabkan meluapnya Kali Kalapa akibat kiriman air dari Kawasan KIIC, Sandiego Hills, Pertiwi Lestari hingga Sendana ini akhirnya disepakati dengan solusi membuat beberapa sodetan dengan alat berat. Sehingga saat hujan turun, aliran air di Kali Kalapa tidak lagi meluap ke pemukiman warga yang mengakibatkan banjir.

Kedua, penanganan persoalan banjir di Desa Bengle Kecamatan Majalaya akibat penutupan saluran drainase oleh beberapa pihak pengembang perumahan. Dalam merespon keluhan masyarakat Desa Bengle ini, Cellica-Aep juga terlihat bergerak cepat mengumpulkan warga dan pihak pengembang. Sehingga menghasilkan sebuah solusi pembuatan saluran drainase baru secara konsorsium yang akan dikerjakan oleh beberapa pengembang perumahan di Desa Bengle.

Ketiga, penanganan masalah kekeringan lahan pertanian di Kecamatan Batujaya dan Pakisjaya. Merespon persoalan krusial di masyarakat ini, Cellica-Aep sudah melakukan peninjauan langsung ke lapangan bersama Unsur Muspida, serata beberapa Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

Solusi jangka pendek untuk penanganan masalah kekeringan lahan pertanian di Batujaya dan Pakisjaya ini, akan dilakukan penertiban bangunan liar (bangli) yang berdiri di sepanjang irigasi yang statusnya merupakan lahan PJT.

Sementara untuk solusi jangka panjang, Cellica-Aep berencana akan membangun embung multifungsi. Selain untuk serapan air ketika hujan deras, juga bisa membantu mengairi sawah dan menghidupi pertanian warga saat musim kemarau tiba.

Keempat, respon cepat persoalan kebocoran pipa Pertamina milik PHE ONWJ di pesisit laut Karawang yang terjadi pada 15 April 2021. Menanggapi persoalan tumpahan minyak akibat kebocoran pipa Pertamina yang kedua kalinya ini, pemerintahan Cellica-Aep sudah menegaskan dan meminta PHE ONWJ untuk merespon cepat keluhaan-keluhan warga sekitar dan para nelayan yang terkena dampak tumpahan minyak.

Cellica-Aep memberikan waktu kepada PHE ONWJ selama tiga minggu ke depan (terhitung Sabtu 24 April 2021), untuk segera membersihkan tumpakan minyak di bibir pantai. Selain dari pada PHE ONWJ harus segera menyelesaikan persoalan kompensasi warga yang belum diselesaikan, karena faktor persoalan administrasi.

Penanganan Overload Sampah di TPA Jalupang

Persoalan klasik seperti persampahan juga tidak luput dari sentuhan Program 100 Hari Kerja Cellica-Aep. Melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Karawang, program 100 Hari Kerja Cellica-Aep terus mencoba menangani persoalan overload volume sampah di TPA Jalupang.

Sampah-sampah yang dinilai masih memiliki nilai ekonomis akan ’disulap’ dan didaur ulang menjadi produk bernilai ekonomis melalui program Tempat Pembuangan Sampah Reuse, Reduce dan Recycle (TPS3R).

Didukung dengan program CSR dari PT. Nestle Indonesia yang nilai anggarannya mencapai Rp 2 miliar di tahun 2021 ini, sampa-sampah yang didaur ulang ini tidak hanya sekedar akan mengurangi volume sampah yang dibuang ke TPA Jalupang. Melainkan juga akan membantu perekonomian masyarakat melalui Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) yang terlibat langsung dalam daur ulang sampah melalui programTPS3R.

Pemulihan Ekonomi Masyarakat Melalui Peranan Dinas Koperasi dan UMKM

Memanfaatkan program Bantuan Langsung Tunai (BLT) atau Bantuan Pelaku Usaha Mikro (BPUM) yang digelontorkan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM), program 100 Hari Kerja Cellica-Aep juga menyasar pemulihan kondisi ekonomi masyarakat di tengah wabah pandemi covid-19 yang masih berlangsung.

Setelah sebelumnya tahun 2020 ada sekitar 51.167 pelaku UMKM Karawang mendapatkan bantuan BPUM yang nilainya mencapai Rp 2,4 juta untuk setiap pelaku UMKM, kini di tahun 2021 Dinas Koperasi dan UMKM Karawang kembali membuka peluang besar bagi para pelaku UMKM Karawang yang belum mendapatkan bantuan BPUM di tahun sebelumnya.

Meskipun di tahun 2021 nominal bantuannya berkurang menjadi Rp 1,2 juta rupiah untuk setiap pelaku UMKM, namun pemerintahan Cellica-Aep melalui Dinas Koperasi dan UMKM Karawang mengeluarkan beberapa kebijakan yang akan mempermudah para pelaku UMKM untuk mendapatkan bantuan BPUM.

Diantaranya, terhitung tanggal 19-28  April 2021, para pelaku usaha yang belum berkesempatan mendapatkan bantuannya sudah bisa mendaftar di kantor desa setempat. Pemerintahan desa setempat nantinya akan melakukan verifikasi layak atau tidaknya bagi setiap masyarakat (pelaku usaha) yang mengajukan bantuan BPUM.

Memaksimalkan Vaksinasi dalam Pencegahan dan Penanggulangan Covid-19

Kabupaten Karawang yang masih berstatus sebagai zona orange covid-19, berbagai upaya dilakukan Pemerintahan Cellica-Aep untuk terus meminimalisir penyebaran covid-19 di Kota Pangkal Perjuangan.

Selain bekerjasama dengan semua stakeholder di Karawang untuk terus mendisiplinkan perilaku masyarakat di dalam menajaga protokol kesehatan (prokes), upaya pencegahan dan penanggulangan covid-19 di Karawang juga dilakukan dengan cara memaksimalkan vaksinasi bagi kelompok masyarakat tertentu yang erat kaitannya dengan aktivitas ruang publik maupun rentan terhadap penularan covid-19.

Sebut saja diantaranya vaksinasi untuk tenaga kesehatan maupun kelompok lansia yang menjadi skala prioritas. Yaitu dimana dua diantara kelompok masyarakat yang dinilai rawan penularan covid-19 terus menjadi skala prioritas.

Atas upaya pencegahan penularan covid-19 melakui program vaksinasi ini, Cellica-Aep bahkan sudah mengintruksikan kepada setiap camat, kepala desa, hingga semua Kepala Puskesmas di Karawang untuk melakukan sistem jemput bola, di dalam mensukseskan program vaksinasi bagi kalangan lansia.

TERAKHIR, dari beberapa Program 100 Hari Kerja Cellica-Aep yang menohok ini, beberapa kelompok partai koalisi Cellica-Aep di Pilkada Karawang 2020 lalu mengajak kepada seluruh masyarakat, agar terus mendukung dan mendorong dalam mensukseskan program 100 Hari Kerja Cellica-Aep.

Seperti yang pernah diucapkan Ketua DPD Partai Golkar Karawang, H. Sukur Mulyono, ia menghimbau masyarakat untuk tidak memperdulikan sikap ‘nyinyir’ dari kelompok lawan politik Cellica-Aep. Karena menurutnya, saat ini Cellica-Aep tengah menunjukan kekompakannya di dalam menjawab berbagai persoalan pembangunan Karawang yang harus segera diselesaikan.

Modal kekompakan itu pun tidak hanya sekedar ditunjukan oleh Cellica-Aep, melainkan juga sedang ditunjukan oleh Unsur Muspida hingga semua stakeholder yang ada di Karawang.

Selain faktor kekompakan (harmonisasi), kata Mulyono, optimisme gambaran kesuksesan 100 Hari Kerja Celllica-Aep juga bisa dilihat dari peranan Wabup Aep sebagai tangan kanan Bupati Cellica untuk mengeksekusi berbagai kebijakan pemerintahan di lapangan.

Terlihat energik dan responsif terhadap berbagai keluhan masyarakat, Wabup Aep selalu menunjukan optimisme kerjanya kepada masyarakat, tentang semua persoalan pembangunan Karawang yang bisa diselesaikan pemerintahan Cellica-Aep.

“Jangan melihat persoalan ke belakang. Jangan mencari siapa yang bersalah. Tetapi fokus bagaimana langkah penanganan dan solusi”. Kalimat inilah yang sering keluar dari Wabup Aep setiap kali menggelar rapat koordinasi untuk menyelesaikan persoalan dimasyarakat (kata Mulyono).

Keberhasilan-keberhasilan Program 100 Hari Kerja Cellica-Aep apalagi yang kira-kira sudah, sedang dan akan dikerjakan Cellica-Aep?. Selanjutnya simak terus di “Narasi Opini Konstruktif” BukanBerita.com.(Bersambung***)

Penulis: Ade Kosasih, SEEditor: ADK
  • Bagikan
Exit mobile version