Aksi Kucing-kucingan Pemudik dengan Petugas di Perbatasan Karawang-Bekasi, Modusnya Mau Shopping Pake Ojol

  • Bagikan

KARAWANG – Aksi kucing-kucingan terjadi antara pemudik dengan aparat gabungan di perbatasan Karawang-Bekasi Jawa Barat, tepatnya di Posko Penjagaan Tanjungpura, pada Rabu (28/4/2021).

Selvie (29), warga asal Kecamatan Tambun Kabupaten Bekasi yang nekad hendak melakukan mudik ke Pemalang ini mencoba mengelabuhi petugas, agar bisa lolos dari posko penjagaan larangan mudik.

Dengan menggunakan jasa ojek online (Ojol) roda dua, Selvie beralasan jika ia hanya akan pergi ke mal Kawasan Galuh Mas Karawang untuk shopping atau berbelanja baju lebaran.

“Mau shopping belanja baju lebaran saja, sama sekalian main dengan teman yang di Karawang,” kata Selvie, kepada petugas yang berjaga di Posko Tanjungpura Perbatasan Karawang-Bekasi.

Namun demikian, petugas gabungan yang sudah merasa curiga karena melibat satu koper besar yang disimpan diantara kaki pengemudi Ojol, akhirnya membuat pemudik asal Bekasi ini tak bisa berbohong lagi.

Meskipun sebelumnya sang pengemudi ojol mengaku, jika ia hanya bertugas sebagai driver ojol yang harus mengantarkan penumpangnya sesuai dengan pesanan di aplikasi.

“Saya hanya driver saja Pak, mau ke arah Galuh Mas mengantarkan Mbak ini. Lihat saja Pak ini Hp saya, tujuannya memang ke sana Pak,” kata pengemudi ojol yang enggan namanya disebutkan.

Selvi dan sang sopir ojol yang terus didesak pertanyaan oleh petugas gabungan, akhirnya terlihat bingung dan tidak bisa berbohong lagi. Kepada petugas Selvie akhirnya mengaku, jika ia hendak mudik ke daerah kelahirannya, yaitu di Pemalang Jawa Tengah.

“Iya pak, saya memang berniat untuk mudik ke kampung halaman orangtua saya dan tempat kelahiran saya di Pemalang. Tolong izinkan saya lewat pak, soalnya tahun kemarin saya gak mudik, masa tahun sekarang saya gak mudik lagi Pak,” kata Selvie sambil memohon kepada petugas supaya tidak diputar balik.

Meskipun pemudik asal Bekasi ini sudah memohon, tetapi petugas gabungan terlihat tegas dan mempersilahkan Selvie untuk kembali berputar arah ke Bekasi. Beberapa petugas sambil menjelaskan kepada Selvie tentang larangan mudik lebaran 2021 dari pemerintah, karena faktor pandemi covid-19.

Apalagi pemudik asal Bekasi ini juga diketahui, jika ia telah membeli sebuah tiket travel secara online dengan harga yang cukup fantastis, yakni 3x lipat pada hari biasanya. Kendaraan travel yang akan dinaiki oleh Selvie untuk mudik ini berada di sekitaran Bundaran Wadas Kawasan Galuh Mas, Kecamatan Telukjambe Timur Kabupaten Karawang.

Pemudik asal Jakarta ini juga terpaksa diputar balik oleh petugas gabungan di Posko Tanjungpura Perbatasan Karawang-Bekasi.

Berdasarkan pantauan awak media di Posko Tanjungpura ini, aksi nekad mudik lainnya juga terjadi pada seorang pemudik asal Jakarta bernama Mansyur (40). Pemudik roda dua ini tampak terburu-buru ketika sejumlah wartawan mencoba mewawancarainya.

“Bukan mudik, tetapi pulang kampung,” kata Mansyur bersama seorang kerabatnya saat diperiksa oleh petugas kepolisian selama masa pengetatan pramudik dan mudik lebaran 2021.

Mansyur bersama kerabatnya yang membawa sejumlah tas ransel dan satu kardus kecil yang disimpan di tengah jok juga terpaksa diputar balik oleh petugas.

Sebelumnya, Kapolres Karawang, AKBP Rama Samtama Putra menegaskan, setiap warga yang melanggar larangan mudik pasti akan diputarbalik di 15 titik penyekatan di Karawang. “Selain yang dikecualikan mudik atau bepergian tak boleh melintas. Itu pun harus membawa surat izin dari instansi pemerintah,” tegasnya.

Ditegaskan kapolres, pihak kepolisian juga akan menginventarisir perahu eretan yang biasanya menjadi jalur tikus bagi para pemudik. Ia juga memastikan petugas yang disiagakan akan lebih mengetatkan penyekatan.

“Tidak hanya penyekatan di pintu masuk (perbatasan), di tengah juga sudah kita siapkan ‘second pos’ atau penyekatan cadangan. Hal ini sebagai antisipasi bobol atau ekornya yang terlalu panjang,” terangnya.

Sementara untuk karyawan atau warga yang bekerja di luar Karawang atau sebaliknya, tentu saja masih boleh melintas. Namun tetap melalui pemeriksaan ketat petugas.

“Kalau untuk karyawan gak ada (surat khusus). Petugas akan mem-filter secara umum mana pemudik mana pekerja. Kan kelihatan dari misalnya pemudik pasti membawa barang bawaan,” pungkas kapolres.***

Penulis: JunotEditor: ADK
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *