Para Gegeden Berkumpul di Balong Center, Pesan Tersirat Pak Dasim untuk Cellica-Aep

  • Bagikan

KARAWANG – Rabu (28/4/2021) sore sekitar pukul 16.00 WIB, para gegeden atau para tokoh di Kabupaten Karawang berkumpul di Balong Center, kediaman mantan Bupati Karawang dua periode (1996-2000 dan 2005-2010), Drs. H. Dadang S Muchtar (Pak Dasim).

Para tokoh Karawang dari mulai Sekda Acep Jamhuri, Ketua DPRD Pendi Anwar, para ketua partai politik, ketua LSM dan Ormas, ketua OKP, aktivis dan pemerhati pemerintahan, jurnalis, tokoh agama, tokoh masyarakat hingga mantan Ketua Tim Pemenangan Cellica-Aep, yaitu H. Jenal Aripin berkumpul menjelang berbuka puasa di kediaman sesepuh Karawang ini.

Dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan (prokes), Ketua Pelaksana Kegiatan Abdul Azis menyampaikan, kegiatan ini merupakan silaturahmi dan tasyakur binikmah yang sempat tertunda, atas dilantiknya Bupati dan Wakil Bupati Karawang 2020-2024, Cellica Nurrachadiana – H. Aep Syaepulloh.

“Karena ini masih dalam situasi covid, kita sengaja hanya menyebar undangan 50 orang perwakilan para tokoh Karawang saja. Ini adalah tasyakur binikmah, selain dari pada kegiatan buka puasa yang biasanya rutin digelar orangtua kita bersama Pak Dadang S Muchtar,” tutur Abdul Azis, saat membuka acara dengan sambutannya.

Sementara dalam sambutan dan tausiyah yang disampaikannya, Pak Dasim awalnya hanya memaparkan tentang makna kehidupan sebagai warga negara yang harus ber-Pancasila. Mantan Ketua DPD Partai Golkar Karawang ini juga sempat menceritakan kilas balik gaya kepemimpinannya saat menjabat Bupati Karawang dua periode.

Yaitu dimana saat itu kondisi pembangunan Karawang selalu terlihat maju dan kondusif, dengan gaya kepemimpinan modern yang diterapkannya.

Meskipun dalam kegiatan silaturahmi para gegeden Karawang ini Cellica-Aep berhalangan hadir, namun di tengah-tengah sambutannya Pak Dasim mulai menyampaikan beberapa pesan tersirat untuk kepemimpinan Cellica-Aep.

Melihat kondisi pembangunan saat ini, Pak Dasim mengaku merasa risih dengan kondisi kegaduhan pembangunan setiap harinya, terutama perang wacana di media sosial setiap harinya. Sehingga Pak Dasim meminta kepada para tokoh masyarakat Karawang yang hadir di kegiatan silaturahmi ini untuk ikut meng-kondusifkan.

“Saya merasa risih melihat perang di media sosial. Coba lihat saja setiap hari itu ribut terus. Saya kira kalau kita sama-sama bisa memahami esensi Pancasila, saya kira tidak akan seperti itu,” kata Pak Dasim.

“Kalau saya melihat seperti ini, melihat gonjang-ganjing seperti ini, harus ada keberanian untuk segera mengumpulkan. Jadi kalau melihat gonjang-ganjing seperti ini, segera kumpulkan sekda dan lainnya. Selesaikan segera, jangan dibiarkan berlarut-larut, sehingga menjadi bola panas di medsos,” timpal Pak Dasim, yang seakan ingin menyampaikan pesan kepada Cellica-Aep untuk segera menyikapi dan menyelesaikan persoalan kegaduhan pembangunan Karawang saat ini.

Menurut Pak Dasim, kegaduhan kondisi pembangunan saat ini diyakininya hanya karena faktor komunikasi yang masih tersumbat antara eksekutif, legislatif dengan beberapa elemen tokoh masyarakat. Sehingga Pak Dasim menyarankan kepada Cellica-Aep untuk segera menyelesaikan persoalan komunikasi yang tersumbat ini.

“Komunikasi elemen-elemen ini tersumbat. Sehingga terjadilah gonjang-ganjing di medsos, akibat persoalannya tidak segera diselesaikan. Padahal ini hanya masalah komunikasi saja,” katanya.

Yang terakhir, masih disampaikan Pak Dasim, ia meminta kepada semua pihak untuk mensyukuri atas semua nikmat yang dikaruniai Sang Pencipta. Melalui pernyataan tersebut, Pak Dasim juga seolah ingin menyindir beberapa pejabat Pemkab Karawang yang ikut-ikutan gaduh, sehingga membuat kondisi pembangunan Karawang semakin tidak kondusif.

“Saya ingatkan kembali, jabatan pangkat dan lain-lain gak bakalan ke kejar kalau memang belum waktunya, gak bakalan bisa dipaksakan kok. Mau pake surat kaleng dan lain-lain, gak bakalan bisa juga kalau belum waktunya,” kata Pak Dasim.

Diakhir sambutannya, mantan Anggota DPR RI Dapil Jabar 7 Fraksi Golkar 2014-2019 ini juga mengajak kepada semua pihak, agar memberikan kesempatan kepada Cellica-Aep untuk bekerja membangun Karawang. Pak Dasim juga mewanti-wanti agar semua pihak tidak dulu berbicara politik 2024 yang waktunya masih teramat jauh.

“Jangan dulu berbicara politik 2024. Jangan dulu berbicara kuda hitam, karena waktunya masih sangat jauh. Karena kita belum tahu nanti bakal ada kuda hitam lain di luar nama-nama yang sering kita sebut,” kata Pak Dasim.

“Berilah kesempatan kepada Ibu Cellica dan Pak Haji Aep untuk bekerja. Sudah itu saja dulu sekarang mah,” pinta Pak Dasim kepada para gegeden yang hadir, seraya menutup sambutannya.

Di kesempatan sambutan kedua, Ketua DPRD Karawang, Pendi Anwar menegaskan, bahwa yang berkumpul di Balong Center hari ini merupakan orang-orang hebat yang sudah memiliki pengalaman dalam pemerintahan Karawang. Jika saja semua elemen masyarakat ini bisa bersatu, Pendi meyakini ke depan kondisi pembangunan Karawang akan luar biasa.

Pendi juga mengucapkan terima kasih kepada Pak Dasim, atas kepeduliannya di dalam membaca situasi pembangunan Karawang saat ini (inkondusivitas pembangunan).

“Ini reaksi kepedulian orangtua kita ketika melihat sedikit saja keanehan (inkondusivitas) dan tidak membiarkan persoalan berlarut-larut. Beliau langsung mengambil eksen (mengumpulkan para gegeden Karawang),” kata Pendi Anwar.

“Hari ini contohnya sindiran-sindiran yang disampaikan beliau ini yang sangat berharga. Tiada lain beliau hanya menginginkan Karawang ini harus kondusif. Memberikan kesempatan (Cellica-Aep) untuk bekerja,” timpal Pendi Anwar.

Sementara di sambutan ketiga, Sekda Acep Jamhuri menyampaikan permohonan maaf Bupati Cellica yang tidak bisa hadir di kegiatan silaturahmi Balong Center. Karena Bupati Cellica sudah terlanjur ada jadwal kegiatan di Jakarta.

Namun demikian, Acep Jamhuri mengaku sepakat dengan semua yang disampaikan Pak Dasim. Yaitu dimana ia juga mengajak semua elemen Karawang untuk bersama-sama membangun Karawang yang lebih baik.

“Kami mengajak bagaimana ke depan membangun Karawang ini lebih baik. Di sini semua komponen sudah berkumpul. Jadi ayolah kita sama-sama bangun Karawang,” tandasnya.***

Penulis: Ade Kosasih, SEEditor: ADK
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *