Babak Baru Kasus Dugaan Pemotongan Dana PKH di Desa Balonggandu

  • Bagikan

KARAWANG – Dugaan kasus pemotongan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) di Desa Balonggandu Kecamatan Jatisari telah dilaporkan Joko Samudro, warga Desa Balonggandu ke Polres Karawang dan Polda Jabar pada 2020.

Dikatakan Joko, laporannya kepada Polda Jabar telah di SP3-kan dengan alasan sebaiknya kasus tersebut diusut oleh pihak Polres Karawang.

“Sementara untuk di Polres sendiri dengan Kasat Reskrim baru kami sudah menerima tembusan bahwa laporan kami sedang didalami,” tutur Joko kepada awak media, Kamis (29/4/2021).

Sementara, Acih Dahlia salah seorang ketua kelompok PKH menjelaskan, dugaan pemotongan anggaran tersebut terjadi pada rentang waktu selama 3 tahun, yakni tahun 2017-2019 pada saat itu pendamping PKH Desa Balonggandu adalah Anto Suheryanto (AS).

Dirinya menuturkan selama AS menjadi pendamping PKH, ia sebagai ketua kelompok sama sekali tidak diberikan data atau struk apapun terkait pencairan.

“Jadi di Balonggandu itu ada 13 kelompok PKH, dengan proses pencarian setahun 3 kali, maksimal 4 kali. Selama 3 tahun itu saya tidak tahu ATM-nya, pin-nya, atau berkas apapun yang berterkaitan dengan data pencairan kelompok yang saya ketuai. Saya tanya pada ketua lain, ternyata merekapun sama, tidak tahu menahu soal pencairan,” beber Acih.

Masih dikatakan Acih, dirinya merasa heran bahwa nominal yang diberikan pendamping kepada penerima program PKH selama ini ternyata tidak sesuai dengan aturan dan regulasi.

“Ada contohnya, yang mestinya menerima 1,2 juta, disalurkan kepada penerima hanya 800 ribu, itu nyata terjadi. Bahkan ada warga yang sudah meninggal, tapi PKH-nya masih dicairkan, entah dananya masuk ke mana,” imbuhnya.

Dari total penerima PKH yang berjumlah 256 KK, Acih menerangkan kerugian atas pemotongan dana PHK itu ditaksir hingga 72 juta.

“Saya hitung-hitung keseluruhan dari kerugian kelompok saya itu lebih dari 72 juta, belum 12 kelompok lainnya, bisa dikalikan itu jadi berapa total keseluruhan jika dihitung. Apalagi ini terjadi selama 3 tahun,” katanya lagi.

Diketahui, AS adalah pendamping PKH Desa Balonggandu tahun 2017-2019 yang kini menjabat sebagai Kepala Desa Balonggandu. AS baru saja dilantik bersama 176 kepala desa lain pada Jumat (23/4) pekan lalu.***

Penulis: KarinaEditor: ADK
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *