Jelaskan Alasan Larangan Mudik Tapi Tempat Wisata Dibuka

  • Bagikan
Ridwan Kamil.

BANDUNG – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) telah menetapkan diizinkannya tempat wisata buka tetap beroperasi di tengah larangan mudik 2021.

Namun keputusan ini menuai reaksi pro dan kontra di tengah masyarakat. Mereka yang kontra kebanyakan menilai jika keputusan larangan mudik namun membuka tempat wisata adalah keputusan yang saling berlawanan.

Namun demikian, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mendukung keputusan pemerintah tentang larangan mudik 2021 dan tetap membuka tempat pariwisata. Pasalnya kata Kang Emil, pengawasan di ruang publik seperti tempat wisata lebih mudah dilakukan jika dibanding di ruang privat.

“Ruang publik lebih mudah diatur, diawasi, dirazia, dibatasi, disanksi,” tulis Kang Emil dari cuitannya di akun Twitter @ridwankamil pada 29 April 2021, dilansir dari PikiranRakyat.com.

“Namun, jutaan ruang privat/rumah tidak mudah dideteksi pelanggaran prokesnya,” tulis Kang Emil lagi.

Ridwan Kamil mendorong agar masyarakat lebih memikirkan dampak mudik secara rasional alih-alih hanya menimbang secara emosional.

“Rasionalitas harus di atas emosionalitas. Pandemi belum usai, mari mudik dengan hati dan video call saja dulu tahun ini,” katanya.

Sebelumnya diberitakan, pemerintah melarang mudik Idul Fitri 2021 pada tanggal 6-17 Mei 2021.

Pemerintah juga akan melakukan pengetatan mobilitas sejak tanggal 22 April hingga 5 Mei 2021 dan 18 hingga 24 Mei 2021.

Pencegahan risiko penularan Covid-19 menjadi alasan pemerintah melarang mudik Idul Fitri 2021.***

Penulis: PikiranRakyatEditor: ADK
  • Bagikan
Exit mobile version