Tegar yang Ikut Ujian, Kok Bisa ya Kita Ikut Bahagia?

  • Bagikan

BARISAN tempat duduk para siswa di salah satu ruangan Sekolah Menengah Kejuruan Industri Teknologi Nasional (SMK ITENAS) di Kecamatan Pedes Kabupaten Karawang ini akhirnya membuat kita tersenyum-senyum sendiri seraya mengucapkan syukur ‘Alhamdulillah’.

Ya betul, barisan para siswa yang duduk sambil menghadap ke depan komputer ini adalah para siswa SMK ITENAS yang sedang melaksanakan Ujian Akhir Nasional (UAS) pada Jumat (30/4/2021).

Dan salah satu siswa yang memakai seragam pramuka itu adalah Tegar Yanuar (17), siswa berlatar belakang ekonomi keluarga tidak mampu yang sebelumnya dikabarkan terancam tidak bisa mengikuti UAS, lantaran masih menunggak biaya Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) sebesar Rp Rp 4.525.000.

Namun begitulah konsep Maha Pengasih dan Maha Penyayang Tuhan Yang Maha Esa, Allah SWT. Mungkin lewat konsep agama “akan datang rejeki dari segala penjuru yang tak terduga”, akhirnya buah kesabaran keluarga Tegar Yanuar dijawab oleh Sang Pencipta.

Melalui informasi pemberitaan awak media masa, Tuhan Yang Maha Tahu akhirnya menggerakan hati seorang dermawan untuk melunasi tunggakan SPP Tegar Yanuar kepada pihak sekolah.

Ye betul lagi, dermawan itu adalah Kapolres Karawang AKBP Rama Samtama Putra, yang langsung melunasi tunggakan SPP Tegar Yanuar dengan cara mentransfer langsung ke rekening sekolah, setelah mengetahui informasinya melalui media masa.

Tak hanya sampai di situ, Pak Kapolres juga langsung memerintahkan Kapolsek Pedes, AKP Ade Firmansyah untuk langsung mengunjungi gubuk sederhana yang hanya berdinding triplek dan kayu milik keluarga Tegar Yanuar di Dusun Pedes 1 Desa Payungsari Kecamatan Pedes.

Alhasil, Kamis malam (29/4/2021) sekitar pukul 21.41 WIB, Kapolsek Pedes yang didampingi salah satu anggotanya langsung mengunjungi dan memberikan kabar bahagia kepada Dedeh (50), seorang janda yang merupakan ibu kandung Tegar Yanuar.

Sontak, pada Jumat siang (30/4/2021), foto Tegar Yanuar yang sedang melaksanakan UAS ini menyebar di kalangan awak media. Kalangan awak media serempak mengucapkan ‘Alhamdulillah’, karena hasil tulisannya melalui pemberitaan akhirnya berbuah kebahagiaan untuk keluarga Tegar Yanuar.

Tetapi melalui tulisan opini Redaksi BukanBerita.com ini, saya pikir bukan hanya keluarga Tegar Yanuar, Pak Kapolres, Pak Kapolsek, serta awak media saja yang merasakan kebahagiaanya. Melainkan juga kalangan para penikmat media hingga para netizen media sosial yang dua hari terakhir terus menyimak perkembangan pemberitaan Tegar Yanuar.

Tegar yang Ikut Ujian, Kok Bisa ya Kita yang Ikut Bahagia?. Mengenai judul opini redaksi ini, saya akan mencoba mengulasnya sedikit.

Bahagia atau kebahagiaan sendiri diartikan sebagai suatu keadaan pikiran atau perasaan manusia yang ditandai dengan kecukupan hingga kesenangan, cinta, kepuasan, kenikmatan atau kegembiraan yang intens (wikipedia).

Setiap individu manusia yang masih memiliki hati nurani dan rasa empaty yang masih tinggi, maka ia akan mencoba menempatkan perasaan dan pikirannya di dalam kondisi yang sedang dialami Tegar Yanuar. Tentu dalam kasus sosial seperti ini, setelah ia mengetahui informasinya melalui media masa.

Kondisi perasaan empaty seperti ini merupakan hal yang ‘sunatullah’ dalam diri manusia yang masih ber-Tuhan. Karena sifat-sifat kemanusiaan yang merupakan metamorfosa dari sifat-sifat ke-Tuhanan ini akan muncul dengan sendirinya.

Merasa iba, merasa prihatin yang secara spontanitas muncul akibat menyimak kasus sosial seperti Tegar Yanuar ini, maka perasaan alam bawah sadar kita akan dengan sendirinya menghitung rasio kepedulian berdasarkan pandangan moral atau sistem nilai seseorang.

Saya pribadi meyakini, rasa empaty inilah yang kemudian muncul dalam alam bawah sadar Kapolres Karawang AKBP Rama Samtama Putra, saat mengetahui kondisi kesusahan keluarga Tegar Yanuar melalui pemberitaan media masa.

Sehingga secara spontanitas, Pak Kapolres langsung mengabarkan kepada awak media, jika Tegar Yanuar dipastikan tetap akan bisa mengikuti UAS. Karena Pak Kapolres akan membantu melunasi biaya tunggakan SPP Tegar Yanuar kepada pihak sekolah.

Di tengah situasi pandemi covid-19 seperti ini, semua sektor ekonomi memang tengah mengalami carut-marut. Jangankan keluarga Tegar Yanuar yang memiliki latar belakang ekonomi kekurangan, terkadang sekelas ‘Si Kaya’ pun masih sering mengeluh akan sulitnya mencari tambahan pengasilan ekonomi dalam situasi pandemi.

Semoga sedekah Pak Kapolres terhadap keluarga Tegar Yanuar mendapatkan balasan yang berlipat ganda dari Tuhan Yang Maha Esa, Allah SWT.

Terlebih ini masih dalam situasi bulan suci ramadhan, yaitu dimana setiap pahala atas amalan Anak Adam dilipatgandakan, semoga kita yang ikut mendoakan keluarga Tegar Yanuar serta merasa ikut bahagia atas kondisi Tegar Yanuar yang bisa mengikuti UAS, Allah Ta’ala memberikan keberkahan serta rezeki yang berlipat ganda. Sehingga kita bisa menjadi pak kapolres-pak kapolres lainnya di kemudian hari. Aamiin!

Karena diriwayatkan Ibnu Abbas Radiallahu’anh, baginda Nabi Muhammad SAW bersabda : “Sesungguhnya amal yang paling disukai Allah SWT setelah melaksanakan berbagai hal yang wajib adalah menggembirakan muslim yang lain.”

Dan Abu Hurairah juga meriwayatkan, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Allah senantiasa menolong hamba, selama ia menolong saudaranya.” (HR Muslim No. 2699).

Wallahu A’lam Bishawab…!.***

Penulis: Ade Kosasih, SEEditor: ADK
  • Bagikan
Exit mobile version