Santunan Yatim dan Pembagian Takjil Paguyuban Sunda Buhun

  • Bagikan

KARAWANG – Salah satu komunitas kesundaan di Kabupaten Karawang, Paguyuban Sunda Buhun menggelar kegiatan santunan kepada 25 anak yatim di Desa Jomin Barat. Usai menggelar santunan, kegiatan berlanjut dengan berbagi takjil yang diadakan di depan SMA Negeri 1 Cikampek tepatnya di Jalan Ir. Juanda, Kotabaru, Karawang. Minggu (2/5/2021) sore.

Dalam kesempatan ini, terlihat wajah bahagia dari para anggota karena ini merupakan kumpulan perdana yang digelar pasca adanya pandemi covid-19.

Ketua Paguyuban Sunda Buhun, Sobrot mengatakan, kegiatan berbagi takjil ini merupakan ajang silaturahmi, karena selama pandemi aktivitas paguyuban sangat terbatas, bahkan hampir ditiadakan mengingat aturan yang ditetapkan pemerintah perihal pembatasan kegiatan.

“Alhamdulillah, hari ini kami bisa melaksanakan kegiatan santunan anak yatim piatu dan berbagi takjil setelah sekian lama kami tidak beraktivitas di masyarakat,” tutur Sobrot di dokasi kegiatan.

Dikatakannya, tujuan dari digelarnya acara ini untuk mempererat tali silaturahmi, khususnya kepada masyarakat di Kecamatan Cikampek dan Kecamatan Kotabaru.

“Bukti bahwa kami Paguyuban Sunda Buhun ingin beraktivitas dan berkegiatan positif yang bermanfaat untuk masyarakat sekitar,” imbuhnya.

Ia pun menyadari rasa solidaritas antar komunitas lainnya akan turut serta dalam kegiatan tersebut, sehingga pihaknya mengantisipasi keterlibatan aliansi yang mengikuti kegiatan itu diharuskan mematuhi protokol kesehatan.

“Kami menyadari kegiatan ini akan mengundang komunitas atau kelompok lain untuk ikut bergabung, maka dari itu sedari awal kami sudah mengimbau agar pihak yang terlibat diwajibkan mengikuti protokol kesehatan,” katanya lagi.

Masih dikatakan Sobrot, Sunda Buhun tidak hanya memfokuskan kegiatan aktivitas budaya dan kesenian kesundaan saja. Lebih dari itu, ia berharap Sunda Buhun tetap menjadi perkumpulan yang ikut andil dalam kegiatan sosial.

“Sunda Buhun berkomitmen menjadi paguyuban kesundaan yang senantiasa menjaga norma dan aturan dalam bermasyarakat. Jadi tidak selalu fokus pada budaya dan kesenian saja. Namun kegiatan sosial juga menjadi salah satu tujuan terbentuknya paguyuban kami, menciptakan lingkungan yang kondusif dan memberikan contoh yang baik,” pungkasnya.****

Penulis: KarinaEditor: ADK
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *