PDAM Tirta Tarum Rayakan HUT ke-34 dengan Khataman Al-qur’an

  • Bagikan

KARAWANG – PDAM Tirta Tarum Karawang merayakan HUT-nya yang ke-34 secara hybrid dengan kegiatan khataman Al-qur’an secara berjamaah, Minggu (23/5/2021).

Direktur Utama PDAM Tirta Tarum, M. Sholeh dalam rilis yang diterima Sturada fm mengatakan, perayaan secara hybrid ini mengingat masih dalam situasi pandemi covid 19 yang sangat tidak memungkinkan untuk mengumpulkan banyak orang.

“Jadi perayaannya kita lakukan secara sederhana, namun tidak mengurangi makna. Peringatan HUT kali ini dilaksanakan secara hybrid, yaitu online dan offline secara terbatas. Rangkaian acaranya pun hanya diisi dengan kegiatan khataman Al-qur’an secara berjamaah,” kata M. Sholeh.

Acara khataman Al Qur’an ini, kata M. Sholeh, dinamakan Program SETAMAN yakni Sehari Khatam Alqur’an yang diikuti oleh seluruh lapisan PDAM Tirta Tarum mulai dari jajaran Direksi, pegawai hingga Dharma Wanita.

Program ini diikuti oleh 45 peserta yang terbagi menjadi 2 group dan berhasil mencatatkan 55 kali Khatam Al Qur’an yang berlangsung selama ramadhan.

Tema HUT PDAM Tirta tarum tahun ini adalah “Transformasi Tirta Tarum Menuju Lebih Baik”. Sebagaimana diketahui pada tahun ini PDAM akan bertransformasi statusnya menjadi Perusahaan Umum (Perum).

Dengan status sebagai PERUMDAM Tirta Tarum tentu saja ke depannya diharapkan dapat lebih fokus kepada pelayanan masyarakat dengan pengelolaan yang lebih professional, efektif dan efisien.

Dengan perubahan status ini tidak ada perubahan kepemilikan perusahaan/ PDAM Tirta Tarum tetap milik Pemerintah Kabupaten Karawang.

“Tentu saja dengan perubahan status ini manajemen PDAM Tirta Tarum semakin dituntut untuk berkinerja lebih profesional dan bekerja lebih keras lagi,” kata M. Soleh.

Dibawah kepemimpinan M. Sholeh, Perumdam Tirta Tarum semakin kokoh dan dapat mendekati target pelayanan 100.000 pelanggan. Saat ini jumlah pelanggan sudah melampaui 95.000 pelanggan aktif atau meningkat lebih dari 30%. Dan berdasarkan penilaian, PDAM Tirta Tarum Karawang berada di peringkat 12 se-Jabar dan peringkat 92 nasional.

Dengan transformasi PDAM menjadi Perumdam, maka tantangan yang dihadapi bukanlah semakin sedikit, akan tetapi semakin banyak.

Apalagi menghadapi semakin besarnya kapasitas dan jumlah pelanggan serta kompleksnya permasalahan
teknis dan non teknis.

Beberapa permasalahan teknis diantaranya adalah usia perpipaan, usia infrastruktur dan peralatan,
kapasitas produksi, kualitas air baku dan kondisi geografis layanan.

Sedangkan masalah non teknis seperti rendahnya tarif, SDM, finansial, IT, dan masalah non teknis lainnya.

Sebagai contoh di tahun 2021 ini PDAM Karawang tidak bisa ikut serta
program hibah MBR bukan masalah teknis, tapi non teknis.

Akan tetapi hal tersebut tak mengurangi penambahan pelanggan yang dapat dilaksanakan secara mandiri dengan beberapa penyesuaian tanpa mengurangi kualitas layanannya.

Demikian juga dengan kondisi non FCR (non full cost recovery) di tahun 2019 dan 2020 hasil audit independen merupakan tantangan manajemen untuk terus eksis, kendati dalam situasi pandemi covid-19.

Harapan tahun 2021 adalah tahun transformasi Tirta Tarum untuk menuju yang lebih baik lagi. “Tentunya selalu ada harapan peningkatan layanan dan sinergi antara Perumdam dengan eksekutif dan legislatif dalam meningkatkan layanan terbaik untuk seluruh warga Karawang khususnya pelanggan Perumdam Tirta Tarum,” ucap M. Sholeh.

M. Sholeh juga menjelaskan, beberapa perbaikan yang telah dicapai hingga tahun 2021 ini diantaranya adalah :

(1). Peningkatan jumlah pelanggan lebih dari 30 % dalam waktu 2,5 tahun
dari 72.000 menjadi 95.000 SR.

(2). Peningkatan pelayanan dengan konsep One Day Servive (ODS) dan One Hour Service).

(3). Tingkat kesehatan perusahaan kategori sehat dan baik 3 tahun berturut-turut.

(4). Pelunasan pembayaran PAD 4 tahun sekaligus tahun 2016-2019 kepada Pemda.

(5). Penyelesaian beberapa permasalahan tanah, bangunan, PBB, ppH, dan beberapa permasalahan lainnya.

(6). Kepercayaan mitra dalam kerjasama dan pendampingan dari USAID IUWASH SECO,
Water.org, hibah, maupun PPOB.

(7). Penerapan Nilai Inti Perusahaan “Best Service” sebagai langkah merubah budaya rganisasi yang lebih baik.

“Berbagai capaian tadi tak akan dapat terlaksana dengan baik tanpa dukungan Dewan pengawas, Bupati, DPRD, OPD terkait maupun seluruh masyarakat,” ujar M. Sholeh.

Ke depan PDAM Tirta Tarum Karawang bertekad menjadi PDAM besar dengan target mencapai 100.000 SR dan disegani baik di tingkat lokal, regional maupun nasional.

“Dirgahayu Perumdam Tirta Tarum Karawang ke-34. Semoga Jaya menuju Perumdam terbaik sesuai harapan
masyarakat,” tutup M. Soleh.***

Penulis: Diskominfo KarawangEditor: -
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *