Ayo…! Selamatkan Lingkungan Kita dengan Diet Kantong Plastik

  • Bagikan
Pengolahan sampah dengan TPS 3R.

MEMBUTUHKAN waktu kurang lebih 100-300 tahun untuk bisa mendaur ulang (mengurai) sampah plastik. Baik itu sampah plastik berupa botol, sedotan, hingga penggunaan kantong plastik sekali pakai.

Akibatnya, sampah plastik yang sering kita temui di lingkungan sekitar dapat mencemari air dan tanah, polusi bagi hewan dan mikroorganisme, menyebabkan polusi udara, hingga menimbulkan masalah kesehatan. Karena pembakaran sampah plastik dapat mengakibatkan sakit pernafasan dan kanker paru-paru.

Setiap tahunnya Indonesia tercatat menggunakan 9,8 miliar lembar kantong plastik. Sehingga Indonesia menjadi penyumbang sampah plastik ke-2 terbesar di dunia. Karena setiap menit 1 juta kantong plastik digunakan masyarakat Indonesia.

Karena sulit terurai, akhirnya sampah plastik mencemari sungai.

Khususnya di Kabupaten Karawang Provinsi Jawa Barat, dari 900 ton sampah yang diangkut ke TPA Jalupang setiap harinya, sekitar 12-13 persen merupakan sampah plastik yang menambah problematika masalah persampahan di Kota Lumbung Padi.

Dengan keterbatasan 55 unit armada truk pengangkut sampah dan 4 alat berat yang dimiliki Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Karawang, setiap harinya petugas kebersihan hanya mampu mengangkut 400-500 ton sampah ke TPA Jalupang.

Oleh karenanya memerlukan ‘kesadaran masyarakat’ di dalam mengurangi persoalan volume sampah ini. Khususnya penggunaan kantong plastik sekali pakai yang sampahnya sulit untuk diurai.

Berbagai cara bisa dilakukan masyarakat untuk dapat mengurangi masalah volume sampah plastik. Yaitu dari mulai membawa kantong ramah lingkungan sendiri saat berbelanja, menggunakan wadah sendiri ketika membeli atau membawa makanan basah, mengurangi penggunaan kotak styrofoam, gelas, botol dan sedotan plastik, hingga jika terpaksa menggunakan kantong plastik, maka gunakanlah kantong plastik yang ‘biodegradable’.

Cara-cara mengurangi volume sampah plastik seperti ini tentu akan sangat bermanfaat. Karena selain bisa menghemat biaya juga dapat mengurangi volume sampah. Sehingga kondisi lingkungan lebih sehat dan nyaman. Kemudian, dapat mengurangi potensi banjir, karena sungai dan laut bebas dari sampah.

Kampanye program pengurangan penggunaan kantong plastik.

Kampanye diet kantong plastik sebenernya sudah dimulai sejak 2016 lalu. Yaitu dimana salah satu lembaga non profit bernama Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik (GIDKP) telah memulai kampanye pengurangan penggunaan kantong plastik, agar Indonesia bebas dari kantong plastik dengan cara mengajak masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan kantong plastik.

Khususnya di Kabupaten Karawang, kini telah terbit Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 22 Tahun 2021, tentang pengurangan penggunaan kantong plastik. Yaitu dimana setiap kantor dinas di lingkungan Pemkab Karawang tidak lagi diperbolehkan menggunakan kantong plastik dalam setiap kegiatan mamin (makan dan minum).

Melalui Perbup tersebut, beberapa tempat usaha seperti pasar tradisional, swalayan, toko, cafe, restoran hingga perhotelan juga diwajibkan untuk menggurangi penggunaan kantong plastik.

Persoalan sampah plastik tidak bisa disepelekan.

Namun demikian, sosialisasi Perbup pengurangan penggunaan kantong plastik ini belum maksimal. Karena situasi penyebaran pandemi covid-19 di Karawang yang semakin ‘menggila’, DLHK Karawang pun mengurungkan niatnya untuk menggelar launching kampanye pengurangan penggunaan kantong plastik ini.

Hari ini sosialisasi hanya bisa dilakukan melalui selembaran spanduk, videotron, pengeras suara di lampu-lampu merah, hingga sosialisasi melalui pemberitaan di media masa.

Namun demikian, persoalan sampah plastik ini tidak bisa dianggap sepele. Terlebih, DLHK Karawang memasukan gerakan dan program diet kantong plastik ini ke dalam program 100 Hari Kerja Bupati dan Wakil Bupati Karawang, dr. Cellica Nurrachadiana – H. Aep Syaepuloh. Disamping program unggulan 100 Hari Kerja lainnya seperti kegiatan penanaman 5.000 pohon mangrove, pengolahan sampah dengan TPS 3R di 10 titik, hingga pelayanan sampah berbasis aplikasi.

Sekali lagi, kampanye dan gerakan diet kantong plastik ini teramat penting diketahui, dipahami dan dilakukan masyarakat. Karena jika setiap individu masyarakat bisa menggurangi penggunaan kantong plastik, maka setiap individu masyarakat itu pula yang akan menjadi ‘Pahlawan Lingkungan’.

So, ayo secara bersama-sama mengurangi penggunaan kantong plastik. Memulai kampanye dan gerakan ‘Diet Kantong Plastik’ sejak detik ini.***

Narasumber : Kepala DLHK Karawang, Wawan Setiawan.

Penulis: Ade Kosasih, SEEditor: ADK
  • Bagikan
Exit mobile version