Menghela Nafas Panjang saat Terjebak Macet Parah di Jalan Wirasaba yang Dikuasai Truk Beras

  • Bagikan
Disebabkan aktivitas truk pedagang beras, situasi kemacetan parah seperti ini akan terjadi di Jalan Wirasaba Pasar Johar setiap pagi hari.

KURANG lebih membutuhkan waktu 10-15 menit bagi para pengendara roda dua (R2), saat melintas terjebak macet dari perempatan lampu merah Pasar Johar menuju perlintasan rel kereta api Jalan Wirasaba. Bagi pengendara roda empat (R4) mungkin bisa membutuhkan waktu lebih.

Ya betul!. Situasi kemacetan panjang di Jalan Wirasaba ini sudah menjadi rahasia umum. Situasi kemacetan panjang setiap pukul 06.00-09.00 WIB ini diakibatkan aktivitas truk para pedagang beras yang terparkir di kiri-kanan bahu jalan.

Situasi kemacetan semakin diperparah dengan beberapa unit ‘angkot rongsokan’ yang sering terpakir beberapa hari di bahu jalannya.

Tidak ada petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Karawang yang mengatur lalu lintas di Jalan Wirasaba. Meskipun sudah ada beberapa petugas parkir swasta yang mengatur lalu lintas jalan, tetapi tetap saja kemacetan panjang setiap paginya tidak bisa terelakan.

Karena di Jalan Wirasaba yang ‘dikuasai’ para truk pedagang beras ini, terpantau ada ribuan pengendara yang melintas setiap pagi hari, khususnya para karyawan atau buruk pabrik yang hendak berangkat kerja.

Ditambah dengan beberapa kendaraan bus karyawan yang ikut melintas, semakin menambah situasi kemacetan yang parah.

Bagi anda karyawan yang melintas di Jalan Wirasaba setiap pagi hari, maka usahakanlah untuk lebih disiplin waktu, bangun lebih pagi untuk berangkat ke tempat kerja.

Jika perjalanan dari rumah ke tempat kerja anda membutuhkan waktu 30 menit, maka persiapkanlah diri anda untuk berangkat lebih pagi, dengan durasi perjalanan ditambah 30 menit lagi. Artinya, anda harus menyiapkan waktu kurang lebih 1 jam untuk perjalanan dari rumah ke tempat kerja.

Terkecuali, jika di pagi hari terjadi hujan deras. Maka biasanya tidak ada situasi kemacetan di Jalan Wirasaba. Karena saat hujan turun, secara otomatis aktivitas sebagian truk pedagang beras juga ikut libur.

So, siapkan waktu lebih banyak jika anda akan berangkat kerja dan melewati Jalan Wirasaba. Jangan sampai waktu cuti kerja anda habis karena telat datang ke tempat kerja. Jangan sampai anda mendapatkan sanksi dari perusahaan hanya karena gegara terjebak macet di Jalan Wirasaba.

Sekali lagi anda harus disipilin waktu. Siapkan dan tambahkan waktu perjalanan anda ke tempat kerja.

Jika tidak, maka anda hanya akan bisa menghela nafas seraya mengucapkan ‘Astagfirullah’, saat terjebak macet parah di Jalan Wirasaba yang dikuasai truk pedagang beras.

Jangan sampai ucapan ‘Astagfirullah’ anda karena hanya terjebak macet di Jalan Wirasaba, lantas menjadi sebuah bentuk ‘kedzaliman’ di pagi hari bagi para truk pedagang beras yang juga sedang berikhtiar mencari nafkah untuk keluarganya.***

Penulis: Ade Kosasih, SEEditor: ADK
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *