Ratusan Karyawan Positif Tak Dilaporkan, Bupati Cellica Marah-marah saat Sidak

  • Bagikan

KARAWANG – Satgas Covid-19 Kabupaten Karawang mendapati ratusan karyawan di salah satu perusahaan positif Covid-19, 7 diantaranya meninggal dunia. Di perusahaan ini juga kedapatan tidak memiliki Satgas Covid-19, saat dilakukan Inspeksi Mendadak (Sidak).

Dalam sidak yang dipimpin langsung Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana ini, rombongan Satgas Covid-19 pada malam tadi didampingi oleh Dandim 0604 Karawang, Wakapolres, Kajari, serta para dinas terkait langsung menuju dua perusahaan yang dikedapati tidak melapor atas adanya kasus karyawan yang positif covid-19.

Kemudian, saat di perusahaan pertama, rombongan satgas diterima langsung oleh 6 orang manajemen perusahaan. Lalu Bupati Karawang, Cellica Nurrachadiana langsung menanyakan kepada pihak perusahaan mengenai data karyawan yang terkonfirmasi positif.

“Kami dari satgas mendapat laporan, bahwa di perusahaan ini banyak karyawannya yang terkonfirmasi positif, dan bahkan ada yang meninggal dunia, apakah itu benar?,” tanya Bupati kepada pihak perusahaan saat sidak, pada Senin (5/7) malam, di PT Sumi Rubber Indonesia.

Tidak berselang lama, perusahaan lalu memaparkan data tim satgas covid-19 perusahaan. Dalam pemaparannya, pihak perusahaan mengakui telah melaporkan perkembangan karyawan yang terkonfirmasi positif, tetapi tidak melaporkan adanya karyawannya yang meninggal.

“Memang benar ada karyawan kami 7 orang meninggal dunia, tapi untuk laporan karyawan positif kami selalu melapor perkembangannya ke satgas di kecamatan,” kata Eddy K, Ketua Satgas Covid-19 PT. Sumi Rubber Indonesia, yang juga merupakan Manajer HRD.

Saat dikonfirmasi kembali, dari total 3.400 karyawan, ada 540 orang terkonfirmasi positif, dan 7 meninggal dunia.

“Total ada 3.400 karyawan, dan yang terkonfirmasi positif itu sejak awal pandemi sampai sekarang ada 540 orang, termasuk 270 positif di bulan Juni kemarin, dan 7 meninggal dunia,” kata Eddy saat diwawancarai di lokasi sidak.

Pihaknya juga mengakui, kelalaiannya, dan akan memperbaiki sesuai arahan dari Satgas Karawang.

“Kami memang tidak melaporkan terkait 7 karyawan yang meninggal dunia, jadi kami siap menerima arahan dari Satgas, nantinya seperti apa,” akuinya.

Sementara itu, hasil sidak tersebut perusahaan mendapatkan Surat Peringatan (SP), dan panggilan sidang oleh Satgas Karawang pada besok pagi, Selasa (6/7).

“Kami beri sanksi surat peringatan ke perusahaan, dan besok kami akan panggil lagi untuk disidangkan, diarahkan, bagaimana evaluasi yang harus dilakukan,” pungkas Cellica usai sidak perusahaan pertama.

Tidak berselang lama, 30 menit kemudian Bupati Karawang bersama rombongan menuju perusahaan kedua.

Saat sidak di perusahaan kedua, Bupati Karawang terkejut dengan kondisi perusahaan yang tidak memiliki tim Satgas covid-19. Lalu, memarahi manajemen yang hanya diwakili satu orang, bahkan Cellica juga meminta nomor telepon pemilik perusahaan, dan melakukan komunikasi video call.

Saat video call, Cellica memarahi pemilik perusahaan dan memintanya hadir untuk panggilan sidang besok, di kantor Pemkab Karawang.

“Pokoknya bapak harus datang besok, saya tegaskan, mau habis pulang dari Amerika, mau dari Dubai, pokoknya harus datang,” tegas Cellica kepada pemilik PT Asietex Sinar Indopratam.

Selain itu, perusahaan tersebut mendapatkan sanksi surat peringatan, dan proses hukum pidana bila tidak mengindahkan arahan dari satgas.

“Kami mendapat informasi dari Satgas Cikampek ada perusahaan yang sepanjang sejarah selama satu tahun setengah kita silaturahmi, kita sidak ke perusahaan, kita memonitor mengevaluasi ini memang menurut saya yang terparah, bahwa perusahaan ini tidak memiliki ketua satgas covid-19. Jadi tidak memiliki klinik, tidak memiliki para nakes, gak punya dokter dan lain sebagainya,” kata Cellica saat diwawancarai usai sidak perusahaan kedua.

“Jujur saya sangat kecewa terhadap perusahaan ini. Jadi saya tadi telpon langsung owner-nya yang kebetulan baru pulang dari Amerika, dan besok akan kami panggil langsung secara prosedur hukum akan kami tindaklanjuti, karena agar supaya menjadi pembelajaran. Meski semua ini bisa diperbaiki nunggu nanti besok teknisnya, karena saat ini saya hanya dihadapkan dengan HRD-nya saja yang tidak mengerti apa-apa,” ungkapnya.

Bukan hanya itu, dari total 1.200 karyawan, ada sekitar 50 karyawannya yang positif, dan tidak melakukan pelaporan.

“Kondisi di lapangan yang terjadi adalah bahwa perusahaan ini tidak memonitor karyawannya sendiri. Jadi kami mengetahuinya dari kepala Puskesmas dan jumlahnya cukup banyak kurang lebih sekitar 50 hingga pastinya kami kesulitan mentracing, testing, treatmen, dan itu juga akan membingungkan kami untuk melakukan langkah-langkah kebijakan yang selanjutnya,” kata Cellica.

“Tentunya kami besok memanggil owner atau pemilik perusahaan untuk kami evaluasi kembali bahwa ini adalah tanggung jawab kita semua. Kami membantu memonitor, merujuk kepada sistem yang kami punya seperti Kalacak dan selainnya,” jelasnya.

“Prokesnya pun kami tidak paham bagaimana kami masuk tidak ada pengecekan suhu dan lain sebagainya. SOP-nya sangat tidak memenuhi syarat,” katanya.

Sementara itu, pihak PT Asietex Sinar Indopratama tidak ingin menjelaskan secara rinci apa yang dialami perusahaannya.

“Untuk lebih jelasnya menunggu besok, karena nanti akan diperdalam keterangan lebih lanjutnya besok, untuk yang terkonfirmasi sekitar 50 karyawan positif dua bulan terakhir, dari 1.200 belum ada yang meninggal, masalah ini cuma kurang komunikasi kami dengan top manajemen saja, awalnya itu, kalau lebih jelasnya besok, yah,” tandas Rizky Andri, Supervisor HRD saat diwawancarai awak media.***

Penulis: KarinaEditor: ADK
  • Bagikan
Exit mobile version