Sujud Syukur Bebas dari Sukamiskin, H. Ade Swara Mau Fokus Bisnis

  • Bagikan
H. Ade Swara saat melakukan sujud syukur.

BANDUNG – Setelah cukup lama menjalani masa tahanan, mantan Bupati Karawang, H. Ade Swara akhirnya resmi bebas dari Lapas Sukamiskin Bandung, Minggu (18/7/2021).

Berdasarkan video yang beredar yang diterima awak media, H. Ade Swara sejenak melakukan sujud syukur selepas keluar dari Lapas Sukamiskin dan disambut hangat istri tercinta Hj. Nuarlatifah, anak-anaknya keluarganya.

Dede Sunarya, salah seorang sahabat dekatnya H. Ade Swara mengabarkan, mantan Bupati Karawang ini keluar dari Lapas Sukamiskin sekitar pukul 07.30 WIB, langsung disambut tangis bahagia oleh istri, anak-anaknya, menantu, serta cucu-cucunya.

Dengan menggunakan pakaian serba putih dan celana jeans warma biru, keluarga besar H. Ade Swara sempat mendokumentasikan diri di depan Lapas Sukamiskin.

H. Ade Swara dan keluarga saat mendokumentasikan diri di depan Lapas Sukamiskin Bandung.

Sebagai sahabat dan rekan bisnis, Dede Sunarya berharap, agar Sukamiskin menjadi pelajaran berharga khususnya bagi H. Ade Swara dan istri, serta umumnya bagi para pejabat yang lain.

“Ini akan menjadikan pelajaran berharga bagi Pak Ade Swara dan Bunda (Hj. Nulatifah) untuk menata masa depan,” tutur Dede Sunarya.

“Apalagi selama di Sukamiskin, baik Pak Ade Swara maupun Bunda tidak pernah meninggalkan puasa senin-kamis dan puasa daud,” timpal Dede.

Disampaikan Dede, usai keluar dari Sukamiskin, H. Ade Swara dan keluarga akan tinggal untuk sementara di Bandung. Namin demikian, suatu hari nanti keduanya akan kembali tinggal di Cilamaya-Karawang.

Dede juga mengabarkan, H. Ade Swara akan kembali fokus mengurus bisnisnya yang sempat tertunda. Yaitu dari mulai tambang nikel, batu bara, gas alam, minyak bumi, hingga sarang burung walet yang selama ini menjadi ikon bisnis keluarga besarnya.

Disinggung soal politik, Dede Sunarya enggan berkomentar lebih jauh. Karena ditegaskannya, H. Ade Swara akan kembali fokus mengurus bisnisnya yang sempat tertunda.

“Sebagai salah satu sahabat Pak H. Ade Swara, hari ini saya ikut berbahagia. Semoga pengalaman Pak H. Ade sama Bunda juga bisa dijadikan pelajaran untuk kita semua,” kata Aktivis 98 ini.

Sementara berdasarkan catatan redaksi, untuk mengingatkan kembali, H. Ade Swara dan istrinya Hj. Nurlatifah terkena Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 2014 lalu. Yaitu terkait kasus korupsi dan pencucian uang izin Surat Pernyataan Pengelolaan Lahan (SPPL) PT Tatar Kertabumi (anak perusahaan Agung Podomoro Land).

Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Bandung kemudian menjatuhkan vonis 6 tahun penjara dan denda Rp 400 juta subsider 4 bulan penjara kurungan kepada Ade Swara. Sedangkan Hj. Nurlatifah dihukum 5 tahun penjara dan denda Rp 300 subsider 3 bulan kurungan.

Keduanya dinyatakan terbukti menerima suap sesuai dengan Pasal 11 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999, sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana. Keduanya juga terbukti melakukan pencucian uang.***

Penulis: Ade Kosasih, SEEditor: ADK
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *