Si Covid Kurang Ajar, Solat Idul Adha pun Ditiadakan

  • Bagikan

SUDAH hampir 2 tahun lebih pandemi covid-19 memporak-porandakan kehidupan sosial, ekonomi hingga keagamaan masyarakat dunia. Terhitung Desember 2019 sesuai dengan perhitungan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), termasuk di Indonesia, si corona juga mempengaruhi kegiatan peribadatan yang biasanya menimbulkan kerumunan orang banyak (berjamaah).

Peringatan Hari Raya Idul Adha 1442 Hijriyah/Tahun 2021 kali ini memang tidak semeriah peringatan hari raya idul adha tahun-tahun sebelumnya. Jika saja peringatan Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriyah masih ada sebagian masyarakat yang melaksanakan solat idul fitri dengan menerapkan prokes yang ketat, namun di peringatan sejarah keimanan dan ketaqwaan Nabi Ibrahim a.s dan Nabi Ismail a.s kali ini, kegiatan takbiran san solat idul adha di masjid-masjid pun terlampau sepi.

Asbabnya tentu saja si corona yang kurang ajar. Membuat kecemasan bagi siapa saja yang membuat kerumunan orang banyak. Khususnya di Kabupaten Karawang, melalui Surat Edaran Kemenag Nomor 17 Tahun 2021, pemerintah akhirnya meniadakan sementara aktivitas peribadatan di tempat ibadah yaitu seperti malam takbiran dan salat ied.

Alhasil, masjid yang seharusnya ‘dimakmurkan’ menjadi bak kuburan, sepi dan tidak ada aktivitas takbiran dan solat ied. Si covid-19 ini membuat buah simalakama bagi pemerintah memang. Di tengah PPKM Darurat yang berbarengan dengan peringatan Hari Raya Idul Adha, pemerintah harus men-stop sementara kegiatan peribadatan solat ied yang sebenarnya sudah disambut meriah jauh-jauh hari oleh masyarakat muslim Kota Pangkal Perjuangan.

“Dalam hati pengen menggelar solat idul adha sebenarnya, tapi gak boleh sama pemerintah, karena masih PPKM Darurat. Kalau keukeuh solat ied, katanya nanti DKM (Dewan Kemakmuran Masjid) dan ustadz-nya ditewak (ditangkap, res),” cetus salah seorang Ketua DKM di Kecamatan Telagasari, kepada Redaksi BukanBerita.com.

Eiiitsss… tapi jangan salah!. Berdasarkan pantauan Redaksi Kang Bubuy, beberapa kecamatan terpantau masih melaksanakan solat idul adha. Karena para tokoh agama di kecamatan yang melaksanakan solad ied ini meyakini, solat muakkadah yang tetap dilaksanakan ini, insha Allah dengan keyakinan yang penuh akan terhindar atau terbebas dari penyebaran pandemi covid-19.

Para tokoh agama di kampung-kampung yang melaksanakan solat ied ini bahkan tidak menganjurkan kepada para jamaahnya untuk menjaga jarak saat pelaksanaan solat ied berlangsung. Bahkan mereka tetap bersalaman selepas solat ied selesai dilaksanakan.

Keyakinan dalil hadist-nya tentu saja mengambil Hadist Riwayat Abu Daud, Turmudzi, Ibnu Majah, dan Ahmad. Yaitu : “Tidaklah dua orang muslim saling bertemu kemudian berjabat tangan, kecuali akan diampuni (dosa-dosa) mereka berdua sebelum mereka berpisah.”

Namun untungnya, hingga Opini Kang Bubuy ini diterbitkan, belum ada kabar negatif di Karawang yang diterima redaksi. Baik itu kegiatan solad ied di kampung-kampung yang dibubarkan Satgas Covid-19, ataupun kabar seorang ustadz/DKM yang dipanggil Satgas Covid-19 karena keukeuh menggelar solat ied meskipun sudah ada larangan melalui Surat E daran Kemenag.

Semoga saja wabah si covid ini segera cepat berlalu. Sehingga di tahun depan khususnya masyarakat muslim Indonesia kembali bisa menggelar kemeriahan peringatan hari raya idul fitri maupun hari raya idul adha. Sehingga masyarakat muslim dunia umumnya, masyarakat muslim Indonesia khususnya kembali bisa memakmurkan masjid. Kembali solat berjamaah di masjid tanpa rasa ketakutan tertular wabah pandemi ini.

Semoga saja pemerintah melalui Presiden Jokowi segera bisa menyelesaikan target vaksinasi massal untuk mencapai kekebalan kelompok kepada masyarakat. Apalagi vaksinasi Covid-19 yang semula ditargetkan dapat menjangkau 70 persen penduduk Indonesia atau sekitar 182 juta jiwa, kini sudah ditarget 5 juta vaksin setiap harinya.

Dan terhitung Selasa 13 Juli 2021, www.kemkes.go.id melaporkan jumlah masyarakat yang sudah divaksin dosis pertama, yakni sebanyak 36.395.019 orang. Kemudian, jumlah masyarakat yang sudah divaksinasi Covid-19 dosis kedua mencapai 15.038.548 orang.

Ya Allah…! Segeralah angkat wabah pandemi covid-19 ini. Sehingga kami hamba-hambaMu kembali bisa memakmurkan masjid-masjid untuk kembali mengumandangkan kebesaran-Mu. Aamiin!***

Ket foto : ilustrasi net sholat idul adha (newsth.com)

Penulis: Ade Kosasih, SEEditor: ADK
  • Bagikan
Exit mobile version