Zona Hitam Karawang, Mobilitas Masyarakat Industri Masih Tinggi

  • Bagikan

KARAWANG – Mobilitas masyarakat di masa penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Kabupaten Karawang rupanya masih sangat tinggi, terutama di kawasan industri. Akibatnya, sekitar 6.000 orang terpapar Covid-19 dari 300 klaster industri yang ada di Karawang.

Hal tersebut diungkapkan Dandim 0604Karawang, Letkol Inf. Medi Hariyo Wibowo, kepada awak media pada Minggu (18/07/2021).

“Pada evaluasi yang antara lain disebabkan oleh mobilitas tinggi, yaitu yang pertama pada kawasan industri. Karena dapat kita ketahui bersama, banyaknya industri yang masih mempekerjakan (karyawannya) di atas 50 persen menyebabkan sebaran klaster industri sangat tinggi,” ungkap Dandim 0604 Karawang, Letkol Inf. Medi Hariyo Wibowo.

Oleh karenanya, mobilitas yang terjadi pada masyarakat di Kabupaten Karawang di tengah berjalannya penerapan PPKM Darurat ini masuk ke dalam kategori zona hitam. Sedangkan untuk penyebaran Covid-19 di Karawang masih berada di zona merah.

“Zona hitam Karawang bukan karena sebaran Covid-19, tapi karena tingkat mobilitasnya yang masih tinggi, sehingga masuk kategori zona hitam. Kalau untuk sebaran Covid-19, memang masih berstatus zona merah. Kita bisa melihat, bahwa memang industri-industri ini masih banyak yang belum mentaati aturan PPKM Darurat,” jelasnya.

Oleh sebab itu, Dandim bersama Kapolres Karawang beserta tim patroli gabungan Satgas Covid-19 Kabupaten Karawang terus gencar melaksanakkan penyisiran inspeksi mendadak (sidak) terhadap industri-industri yang masih tidak taat dalam mengikuti aturan PPKM Darurat.

“Dan untuk sejauh ini, kami tim penindakkan dan penegakkan hukum terpadu Satgas Covid-19 Karawang, sedikitnya sudah ada 16 perusahaan yang melanggar aturan PPKM Darurat. Ke-16 perusahaan itu juga sudah diberikan sanksi atau denda sesuai dengan pelanggarannya,” terang Kapolres Karawang, AKBP Rama Samtama Putra.

Dalam pelaksanaan penegakkan dan penindakkan hukum di masa penerapan PPKM Darurat di luar kawasan industri, kata Kapolres, Satgas Covid-19 Karawang gencar melaksanakkan patroli operasi yustisi PPKM Darurat secara rutin, empat kali dalam seharinya.

“Disela-sela kegiatan operasi yustisi PPKM Darurat (terlepas dari kawasan industri), kami juga sambil membagikan bantuan sosial berupa paket sembako dari TNI-Polri untuk sedikit meringankan beban pelaku usaha yang terdampak (pandemi Covid-19 dan PPKM Darurat, red),” ujarnya.

Bahwa dalam hal penindakkan dan penegakkan aturan PPKM Darurat tersebut, lanjut Kapolres, dipastikan pihaknya bersifat lebih persuasif, humanis, komunikatif dan lebih mengedepankan azas saling membantu antar sesama.

“Hal ini dilakukan kami untuk penegakkan disiplin dan himbauan kepada masyarakat agar lebih patuh mentaati aturan PPKM Darurat, itu sebagai upaya langkah kami dalam menekan angka sebaran Covid-19, juga menurunkan mobilitas masyarakat Karawang,” jelas Kapolres.

Pihaknya meyakini jika kegiatan semacam itu dapat diikuti instansi atau tokoh masyarakat lainnya, maka semangat kepedulian dan kebersamaan akan menjadi sebuah komitmen keberagaman di Kabupaten Karawang. “Mengingat omzet pelaku usaha agak menurun selama PPKM Darurat,” ujarnya.

Meski demikian, tambah Kapolres, pihaknya juga sangat memberikan apresiasi kepada sejumlah kalangan pedagang kaki lima (PKL) yang sudah mentaati aturan PPKM Darurat tersebut.

“Meski sementara waktu tidak dapat beraktivitas seperti biasanya, kami berharap kegiatan ini dapat menginspirasi pihak lain untuk turut serta berbagi meringankan beban dari orang-orang di sekitarnya,” harapnya.***

Penulis: JunotEditor: ADK
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *