Buah Simalakama Perpanjangan PPKM Darurat, Bupati Karawang Positif Lagi

  • Bagikan

KEPUTUSAN yang sulit memang, saat pemerintah kembali memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat hingga 25 Juli 2021. Karena apapun alasannya, keputusan ini membuat masyarakat semakin sulit, khususnya alasan untuk tetap bisa beraktivitas normal, agar tetap bisa mencari nafkah untuk keluarga.

Terus meningkatnya jumlah warga yang terpapar covid-19 secara nasional, membuat pemerintah harus tetap tegas memperpanjang masa PPKM Darurat. Ini bisa dikatakan keputusan buah simalakama. Diperpanjang, banyak masyarakat menengah kebawah yang menjerit bertariak. Tidak diperpanjang, tidak mungkin tega melihat warga terus terpapar corona, hingga mengakibatkan resiko yang fatal (kematian).

Satu sisi, pemerintah tidak mungkin mengeluarkan kebijakan lockdown. Karena kondisi keuangan negara tidak mungkin bisa mencukupi ‘kebutuhan pangan’ warga melalui Bansos selama kebijakan lokcdown diberlakukan, sesuai dengan amanat Undang-undang Nomor 16 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan.

Sisi lain, vaksin tetaplah vaksin. Tetapi jumlah warga yang terpapar covid-19 terus bertambah. Bahkan warga yang sudah divaksin dua kali pun kemungkinan besar masih bisa terpapar corona. Asbabnya, tentu saja kita yang tidak disiplin menerapkan protokol kesehatan (prokes) 5M : mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, hingga mengurangi mobilitas.

Vaksin sendiri sebenarnya hanya untuk ‘meminimalisir’ kita dari pemaparan virus corona dengan cara meningkatkan kekebalan tubuh. Faktor utamanya tentu saja bagaimana cara kita menjaga kesehatan jasmani, bahkan rohani. Karena terkadang wabah pandemi ini bukan hanya virus yang menyerang fisik. Melainkan rohani kita karena kecemasan dan kekhawatiran yang berlebih.

Faktanya, meskipun sudah divaksin dua kali, kini Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana kembali terpapar virus covid-19 ini, setelah sebelumnya pada Maret 2021 lalu bupati dua periode ini juga pernah terpapar untuk pertama kalinya.

Melalui akun instagram pribadinya @cellicanurrachadiana, Bupati Cellica mengabarkan, jika ia dinyatakan kembali positif corona setelah melakukan tes swab pada 14 Juli 2020 lalu. “Saya dinyatakan positif untuk yang kedua kalinya,” kata Bupati Cellica, dalam akun instagramnya.

Dikabarkan Cellica, ia kembali terpapar setelah ada kontak erat dengan keluarga yang terpapar Covid-19. Setelah itu, Cellica merasa tidak enak badan dan mengalami flu.

Bagaimana agar wabah pandemi ini segera berakhir?. Segera ikur vaksin dan esadaran penuh secara bersama untuk menerapkan prokes 5M tentu saja kuncinya.

Setiap kantor dinas pemerintahan harus melakukan Work From Home (WFH) atau mengurangi kapasitas 50% ruangan kerja. Para pejabat dan wakil rakyat menghentikan sementara waktu kegiatan kunjungan kerja, baik di dalam kota maupun di luar kota. Artinya, kegiatan kedinasan yang sifatnya seremonial cukup dilakukan secara virtual.

Bagi para pemilik tempat usaha sampai Pedagang Kaki Lima (PKL), tentu saja harus mentaati aturan PPKM Darurat. Membatasi jam operasional tempat usaha, hingga tidak tidak mengizinkan konsumen untuk makan di tempat, sehingga menimbulkan kerumunan.

Mari kita ‘bumihanguskan’ wabah pandemi ini dengan cara mengikuti semua aturan dan anjuran dari pemerintah. Jangan sampai wabah pandemi ini terus-terusan membuat kecematan, hanya karena keegoisan kita yang tidak mau mengikuti aturan dan anjuran dari pemerintah.***

Penulis: Ade Kosasih, SEEditor: ADK
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *