Kapolda Monitor Kasus Pemotongan Dana BST di Karawang

  • Bagikan

KARAWANG – Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Ahmad Dofiri menanggapi langsung mencuatnya kasus pemotongan dana Bantuan Sosial Tunai (BST) yang terjadi kepada 281 penerima BST di Desa Pasirtalaga, Kecamatan Telagasari, Kabupaten Karawang.

Disampaikan Kapolda, ia sudah memonitor kasus pemotongan dana BST di Karawang dan Tasikmalaya. Pihaknya juga bakal menindak tegas bila kasusnya terbukti.

“Bagaimana pun ini adalah keliru. Kita sudah bersepakat dengan Pak Kajati Jabar (Kepala Kejaksaan Tinggi) bahwasannya kita harus tangani dan segera ditindak (pelaku pemotongan dana Bansos, red),” tutur Kapolda, saat melakukan konferensi pers secara virtual dengan sejumlah awak media di Kabupaten Karawang, Selasa (10/8/2021).

Kapolda menegaskan, berdasarkan hasil penyelidikan sementara, untuk kedua kasus yang terjadi di Karawang dan Tasikmalaya jelas berbeda. Meski demikian, kasus pemotongan dana BST di Karawang sudah murni bentuk kekeliruan.

“Di Karawang telak, karena pemotongan dengan alasan dana Covid-19 yang kurang. Di Tasik, ada kesepakatan dengan warganya,” kata Kapolda.

Sedangkan untuk kasus pemotongan dana BST di Tasikmalaya, ada kesepakatan antar warga. Dia mencontohkan kesepakatan tersebut guna menambal warga yang tidak kebagian bansos.

“Contoh misalkan yang terdaftar 10, sementara warganya ada 15. Kalau 10 kilogram dibagi ke 15 penerima, jumlahnya nggak akan 10 kilogram, dan itu jelas kesepakatan bersama. Tapi mungkin ada yang belum mengatahuinya, sehingga ada satu-dua orang yang mempertanyakan hal itu,” terang Kapolda.

Oleh karena itu, Kapolda mengimbau kepada aparatur desa se-Jawa Barat, agar hal serupa tak terulang di kemudian hari. “Ke depannya sudah-lah, bagikan saja sesuai dengan peruntukkannya,” tandasnya.***

Penulis: JunotEditor: ADK
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *