Ganjil Genap Jalan Tuparev-Kertabumi Diprotes Masyarakat, Hasilnya Pemkab Skakmat

  • Bagikan

MENUAI banyak protes dari masyarakat, akhirnya rencana Pemkab Karawang untuk memberlakukan aturan Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) Ganjil Genap di sepanjang ruas jalan Tuparev dan Kertabumi batal dilaksanakan.

Asbabnya banyak alasan masyarakat untuk menolak kebijakan ganjil genap tersebut, khususnya alasan roda perekonomian atau banyaknya warga/pedagang yang menggantungkan hidup di Jalan Tuparev-Kertabumi.

Meskipun rencana kebijakan ganjil genap ini merupakan hasil rapat bersama antara Polres, Dishub, Dinas PUPR, Diskominfo dan Dinas PRKP di Kantor Dishub, namun karena banyaknya masyarakat yang protes, akhirnya pemkab ‘skakmat’ alias tidak jadi memberlakukan kebijakan ganjil genal di tengah penerapan PPKM level 3 di Kota Pangkal Perjuangan.

Dilansir dari halaman facebook Diskominfo Karawang, Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kabupaten Karawang, Arief Bijaksana Maryugo akhirnya memberikan klarifikasi, bahwa aturan Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) Ganjil Genap di sepanjang ruas Tuparev dan Kertabumi yang rencananya mulai berjalan hari ini (Sabtu 14 Agustus 2021), akhirnya batal diberlakukan.

“Setelah mendengar aspirasi masyarakat serta sesuai dengan petunjuk dari ibu Bupati, pemberlakuan ganjil genap sebagai upaya pengendalian mobilitas di masa PPKM “tidak jadi dilaksanakan,” kata Kadishub.

Sebelumnya, rencana pemberlakuan TNKB ganjil genap ini banyak diprotes masyarakat. Sikap protes khususnya datang dari para pedagang di Pasar Baru Karawang. Bahkan melalui pernyataan Ketua Ikatan Pedagang Pasar Karawang (IPPK), H. Asep Kurniawan, para pedagang Pasar Karawang akan melakukan aksi demonstrasi besar-besaran mengepung mantor pemkab, jika kebijakan TNKB ganji genal di Jalan Tuparev-Kertabumi diberlakukan.

Pasalnya, saat diberlakukan kebijakan tutup buka jalur Tuparev di tengah penerapan PPKM saja, omset para pedagang menurun hingga 80%.

Sikap protes juga muncul dari mantan Wakil Bupati Karawang 2015-2020, H. Ahmad Zamakhsyari alias Kang Jimmy. Menurutnya, pemkab lebih baik memaksimalkan program vaksinasi secara door to door untuk mencegah dan mengendalikan pandemi covid-19 yang membuat ‘repot dan pusing’ masyarakat ini.

Bukan malah kembali membuat aturan baru yang rumit di Jalan Tuparev-Kertabumi. Karena di sana banyak masyarakat yang menggantungkan kehidupannya (berdagang).

So, ada banyak cara untuk mengendalikan mobilitas masyarakat di tengah penerapan PPKM level 3 di Karawang. Tidak hanya sekedar memberlakukan aturan TNKB ganjil genap di Jalan Tuparev-Kertabumi.

Lagian memangya si covid hanya ada di sepanjang jalur Tuparev-Kertabumi?. Mal saja sekarang sudah boleh buka toh…?. Begitulah kata Kang Bubuy (BukanBerita.com). Salam Narasi Opini Konstruktif.***

Penulis: Ade Kosasih, SEEditor: ADK
  • Bagikan
Exit mobile version