Palak Pedagang dalam Kondisi Mulut Bau Miras, 2 Preman Kampung ini Terpaksa Diamankan Polisi

  • Bagikan
Pelaku.

KARAWANG – Petantang-petenteng memalak pedagang pakaian dalam kondisi mulut bau minuman keras (miras), dua preman kampung ini terpaksa berurusan dengan polisi.

H alias Rinjul (23) dan ES (29), keduanya merupakan warga Kecamatan Rengasdengklok Kabupaten Karawang. Keduanya diamankan Tim Resmob Polres Karawang pada Rabu 1 September 2021, sekitar pukul 23.58 WIB.

Keduanya diketahui melakukan pemerasan terhadap korban bernama Rizal Tanjung, seorang pedagang pakaian di Dusun Kalijaya Desa Rengasdengklok Utara Kecamatan Rengasdengklok Kabupaten Karawang.

Sementara satu orang pelaku berinisial LR, kini masih dalam pengejaran pihak kepolisian alias masih buron.

Pelaku H dan ES sendiri ‘gaya-gayaan’ menjadi preman kampung dan melakukan pemerasan pada Senin 23 Agustus 2021, sekitar pukul 23.00 WIB.

Aksi premanisme ini bermula ketika korban sedang membereskan dagangannya di dalam stand tempatnya berjualan yang sudah tutup. Tiba-tiba seorang lelaki yang tak dikenal masuk dan langsung memegang kedua tangan korban. Kemudian laki-laki itu meminta uang kepada korban.

“Salah seorang pelaku sambil memegang kedua tangan korban, kemudian meminta sejumlah uang kepada korban untuk nambahin beli minuman (miras). Dan dari mulut pelaku tercium bau minuman keras”, tutur Kapolres Karawang AKBP Aldi Subartono, melalui Kasat Reskrim AKP Oliestha Ageng Wicaksana, Kamis (2/9/2021).

Setelah korban meminta untuk diobrolkan baik-baik, pelaku malah merangkul leher korban dengan menggunakan tangan kirinya. Kemudian menariknya ke luar dari stand tempatnya berjualan yang berada di pinggir jalan. Dan di luar sudah ada sekitar 4 (empat) orang lelaki yang diduga merupakan teman pelaku, yang kemudian menarik tubuh korban hingga korban terjatuh di pinggir jalan.

Pelaku kemudian merampas tas kecil wama abu-abu merk E2R milik korban yang berisi uang tunal sebesar Rp 3.200.000,- serta satu buah Handphone merk OPPO warna putih yang diselendangkan di leher menyilang ke dada korban.

Karena khawatir terhadap keselamatannya, korban kemudian lari untuk menyelamatkan diri sambil berteriak minta tolong. Saat itu para pelaku langsung kabur meninggalkan tempat kejadian dengan menggunakan sepeda motor.

Atas kejadian itu, selanjutnya korban melaporkan peristiwa yang menimpa dirinya ke Polsek Rengasdengklok.

“Berdasarkan laporan polisi yang dibuat korban dan dari hasil penyelidikan dan penyidikan, akhirnya kita berhasil mengamankan 2 (dua) orang pelaku. Sementara satu orang pelaku berinisial LR alias L buron dan sedang kita kejar,” tegas AKP Oliestha.

Dalam perkara pemerasan tersebut turut diamankan 2 (dua) unit sepeda motor yang disita dari pelaku, yang digunakan untuk melakukan kejahatan.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, kini pelaku dijerat dengan pasal 368 KUHP dengan ancaman hukuman 9 tahun Penjara.***

Penulis: Ade Kosasih, SEEditor: ADK
  • Bagikan
Exit mobile version