Korupsi DAK 9 Miliar, Kejari Geledah Kantor Dinas Pertanian Karawang

  • Bagikan
Suasana penggeledahan kantor Dinas Pertanian Karawang oleh Kejari Karawang.

KARAWANG – Untuk mencari dokumen atau bukti pendukung dalam proses ‘penyidikan’ kasus dugaan korupsi Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun 2018, Kejaksaan Negeri (Kejari) Karawang menggeledah kantor Dinas Pertanian Karawang, pada Senin (6/9/2021).

Penggeledahan ini berkaitan dengan dugaan kasus korupsi pengelolaan DAK Tahun 2018 Dinas Pertanian Karawang yang bersumber dari APBN senilai Rp 9,2 miliar, untuk pembangunan damparit atau bendungan kecil.

“Penggeledahan untuk kepentingan penyidikan perkara dugaan Tindak Pidana Korupsi penyimpangan pengelolaan DAK atau dana alokasi khusus bidang pertanian pada Dinas Pertanian Kabupaten Karawang tahun 2018,” kata Kepala Kejari Karawang, Martha Parulina Berliana, saat memimpin langsung penggeledahan di kantor Dinas Pertanian Karawang.

Dijelaskan Martha, penggeledahan ini dilakukan untuk mencari dokumen pendukung proses penyidikan. Salah satunya dokumen Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) proyek damparit yang selama ini tak kunjung didapat penyidik, dengan dalih berkas terkena banjir.

“Karena banyak dokumen dan barang bukti terkait proyek damparit,” katanya

Dalam dugaan korupsi ini, ungkap Martha, negara mengalami kerugian sekitar Rp 400 juta dari nilai proyek Rp 9 miliar. Dalam kasus korupsi ini Kejari Karawang menetapkan mantan pejabat Dinas Pertanian berinisial US, selaku Kepala Bidang Sarana dan Prasarana sebagai tersangka.

Diberitakan sebelumnya, bertepatan dengan peringatan Hari Adhyaksa ke-60, akhirnya Kejaksaan Negeri Karawang Provinsi Jawa Barat menetapkan tersangka kasus dugaan korupsi damparit atau bendungan kecil senilai Rp 9.228.332.000 yang bersumber dari APBN.

Penanganan dugaan kasus korupsi ini terbilang alot. Karena sejak dilakukan penyelidikan pada tahun 2019 lalu, Kejari Karawang melalui Kasi Pidana Khusus harus memeriksa 160 orang saksi. Yaitu dari mulai pemeriksaan terhadap kelompok tani, PPL, kepala UPTD, Poktan, Gapoktan, P3A, GP3A dan pejabat Dinas Pertanian.***

Baca  Berita Sebelumnya Klik : Penanganan Cukup Alot, Akhirnya Kejari Karawang Tetapkan Tersangka Korupsi Damparit 9,2 Miliar

Penulis: Ade Kosasih, SEEditor: ADK
  • Bagikan
Exit mobile version