Korban Meninggal Dunia Keracunan Massal Nasi Berkat Pengajian Bertambah

  • Bagikan

KARAWANG – Korban meninggal dunia akibat keracunan massal ‘nasi berkat’ pengajian rutin ibu-ibu yang digelar di Majelis Ta’lim Nurul Huda, Kampung Boneka Cikampek Desa Cikampek Utara Kecamatan Kotabaru Kabupaten Karawang, kini bertambah kembali.

Kali ini korbannya Wanah, seorang nenek berusia 80 tahun yang dinyatakan meninggal dunia setelah sebelumnya sempat mendapatkan perawatan intensif di Puskesmas Kotabaru dan di Rumah Sakit (RS) Izza Cikampek.

Kabar ini dibenarkan Sekretaris Desa (Sekdes) Cikampek Utara, Bayu Rahayu, melalui sambungan telepon selularnya kepada awak media, Rabu (08/08/2021) pagi.

“Iya betul, korban meninggal dunia diduga akibat keracunan massal, bertambah satu orang lagi. Korban bernama ibu Wanah, seorang nenek yang berusia 80 tahun. Korban meninggal jam 1 dinihari di rumahnya,” ungkapnya.

Disampaikan Sekdes Bayu, saat menjalani perawatan di Puskesmas Kotabaru, kondisi korban sudah membaik hingga pihak keluarga meminta izin untuk pulang dan melakukan perawatan secara rawat jalan.

Setelah pulang ke rumah, kondisi korban malah semakin tidak membaik hingga dibawa ke RS Izza Cikampek. Dan pada saat dirawat di RS Izza, kondisinya kembali membaik, lalu meminta pulang ke rumah.

Namun setelah diperbolehkan pulang karena kondisinya sudah baik, tetapi pas sudah di rumah kondisinya kritis kembali, hingga korban menghembuskan nafas terakhirnya di rumah pada Rabu dinihari.

Dihubungi terpisah, hal senada juga diungkapkan Kepala Puskesmas Cikampek Utara, dr. Nenden Maulina atau akrab disapa Dokter Neneng. Melalui pesan singkat WhatsApp-nya, ia membenarkan adanya tambahan korban jiwa dari peristiwa yang diduga keracunan makanan nasi berkat atau nasi besek dalam pengajian rutin ibu-ibu tersebut.

“Iya betul, korban meninggal dunia di rumahnya dengan atas nama Wanah (80). Korban merupakan salah satu jamaah yang hadir dalam pengajian itu,” tulisnya dalam pesan singkat WhatsApp.

Berdasarkan informasi yang dihimpun hingga Rabu pagi, korban keracunan massal yang terdata di Puskesmas Cikampek Utara menjadi 87 warga. Di antaranya 18 orang dirawat di RS Izza Cikampek, 5 orang dirawat di RS Helsa Cikampek, 3 orang di RS Karya Husada, 2 orang dengan kondisi kritis dirawat di RS Abdul Razak Purwakarta, 1 orang kondisi kritis dirawat di RS Khusus Paru (RSKP) Jatisari, 9 orang dengan gejala ringan dirawat di Puskesmas Kotabaru, dan 4 orang dirawat di Puskesmas Cikampek.

“Sedangkan untuk 42 orang statusnya non rawat (di rumah) atau dinyatakan sudah pulang ke rumah, karena kondisinya betul-betul sudah sangat membaik, dan 3 orang lainnya meninggal dunia,” terangnya.***

Penulis: JunotEditor: ADK
  • Bagikan
Exit mobile version