Sang Ibu Lengah Pergi ke Warung, Anaknya Malah Dicabuli, Cuma 3 Menit

  • Bagikan

KARAWANG – Peristiwa pencabulan kembali terjadi di Kota Pangkal Perjuangan. Kali ini korbannya merupakan bocah berusia 6 tahun. Sementara pelaku berinisial RCD alias Sroyong (23), seorang pemuda buruh harian lepas.

Pelaku melakukan aksi bejadnya di sebuah kamar kontrakan, di Dusun Krajan II Desa Bengle Kecamatan Majalaya Kabupaten Karawang, pada Minggu (5/9/2021), sekitar pukul 18.30 WIB.

Peristiwa ini bermula saat korban dan ibunya sedang bermain di rumah kontrakan pelaku. Sang ibu yang lengah karena hendak pergi ke warung, situasi sepi tersebut ternyata dimanfaatkan pelaku untuk melakukan aksi pencabulan.

Dengan ‘iming-iming’ akan dibelikan boneka barbie, pelaku mengajak korban untuk melampiaskan nafsu birahinya.

Yang tidak habis pikir, pelaku bisa melakukan aksi pencabulan tersebut hanya dengan kurun waktu 3 menit saja.

Korban yang mengadukan peristiwa tersebut kepada ibunya, sang ibu akhirnya menegur pelaku. Tetapi pelaku tidak mengakui perbuatan bejadnya.

“Saat itu tersangka melakukan perbuatan cabulnya selama tiga menit. Setelah melakukan aksi bejatnya itu, korban langsung mengadu kepada ibunya. Kemudian ibu korban langsung menegur pelaku, namun pelaku tidak mengakui perbuatan tak senonohnya itu,” tutur Kasat Reskrim Polres Karawang, AKP Oliestha Ageng Wicaksana.

Kemudian, keluarga korban melaporkan kasus pencabulan tersebut ke Unit PPA Sat Reskrim Polres Karawang. Dari laporan itu, kepolisian langsung melakukan visum terhadap korban di RSUD Karawang.

Petugas kepolisian di Unit PPA Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Karawang yang mendapat laporan adanya tindak pidana pencabulan, petugas langsung menuju rumah kontrakan pelaku untuk melakukan penangkapan, serta mengamankan pelaku ke Mapolres Karawang.

Penangkapan pelaku ini berdasarkan adanya laporan dari MH (24), orangtua korban (saksi) dengan Laporan Polisi (LP) Nomor : LP/B/1218/IX/2021/SPKT/POLRES KARAWANG/POLDA JAWA BARAT, tanggal 06-09-2021.

“Pelaku dikenai Pasal 82 UU RI Nomor 17 tahun 2016, tentang penetapan PERPPU Nomor 1 tahun 2016, tentang Perubahan kedua atas UU RI Nomor 23 tahun 2002, tentang perlindungan anak menjadi Undang-undang. Ancaman hukuman untuk pelaku, maksimal 15 tahun kurungan penjara,” tegas AKP Oliestha.***

Penulis: Ade Kosasih, SE
  • Bagikan
Exit mobile version