Pinter Keblinger, Mahasiswa ini Jadi Tersangka Penjualan Sertifikat Vaksin Bodong

  • Bagikan

PEPATAH mengatakan “ilmu bagaikan dua mata pisau”, menjadi keberkahan atau malapetaka, tergantung bagaimana kita menggunakannya.

Dalam beberapa kesempatan tausiyah ustad-ustad di kampung, kita sering mendengar ungkapan “pinter belum tentu bener. Tapi bener insya Alllah pinter”.

Pepatah dan pesan sang ustad inilah yang sedang terjadi kepada W, seorang mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di Karawang yang kini menjadi tersangka atas kasus penjualan sertifikat vaksin bodong.

W memang termasuk salah satu kaum intelektual di Karawang. Karena statusnya sebagai mahasiswa, pasti memiliki pola pikir yang lebih ilmiah daripada masyarakat biasa.

Namun sayangnya, mahasiwa yang seharusnya menjadi ‘agent of change’ di masyarakat ini justru malah menjadi sampah masyarakat dengan memanfaatkan pengetahuannya untuk menjual sertifikat vaksin bodong.

Berbekal pengalamannya saat praktek Kuliah Kerja Nyata (KKN), sehingga W mengetahui link dan password input vaksin sinovac, pengetahuannya tersebut justru malah disalahgunakan.

W bisa membuat dan menjual sertifikat vaksin bodong. Karena ia bisa mengakses situs vaksin dan aplikasi pelindung diri.

Melalui promo di status WhatsApp dan facebook, W membuat dan menjual sertifikat vaksin bodong kepada orang-orang terdekat dengan harga Rp 50 ribu hingga Rp 100 ribu. Kondisi W inilah yang disebut ‘pinter tapi keblinger’.

Sehingga akibat perbuatannya, kini W dijerat pasal 35 UU RI Nomor 19 tahun 2016, tentang perubahan atas UU Nomor 11 tahun 2008, tentang informasi dan transaksi Elektronik dengan ancaman hukuman pidana 12 tahun penjara.

“Pelaku menjual sertifikat vaksin itu melalui status WhatsApp dengan harga 50 ribu sampai 100 ribu kepada orang terdekatnya yang belum divaksin,” ungkap Kasat Reskrim Polres Karawang, AKP Oliestha Ageng Wicaksana, Rabu (29/9/2021).***

Penulis: Karina/ADKEditor: ADK
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *