Perda Miras Selesai Diparipurnakan, Tinggal Ditandatangani Bupati

  • Bagikan
Dedi Rustandi

KARAWANG – DPRD Kabupaten Karawang akhirnya menerbitkan Peraturan Daerah (Perda) tentang Pengendalian, Pengawasan dan Pembatasan Peredaran Minuman Beralkohol.

Setelah selesai disepakati dan diparipurnakan, kini Perda tersebut tinggal ditandatangani Bupati Karawang.

“Tinggal disetujui oleh eksekutif (Bupati, red) dan penomoran saja. Kalau bahasannya sudah diparipurnakan pekan kemarin,” kata Wakil Ketua Pansus, Dedi Rustandi, Rabu (20/10/2021).

Sekretaris Komisi II DPRD Karawang ini juga menjelaskan, Perda Miras ini merupakan inisiasi dari legislatif, melihat maraknya peredaran miras di masyarakat.

“Ini sudah dibahas dan menjadi inisiasi dari kami, karena peredaran miras ini sudah sangat meresahkan di masyarakat,” katanya.

Selama ini, pemberantasan penjualan miras sering dilakukan oleh pihak terkait. Namun karena terkendala aturan, peredaran miras masih marak terjadi.

“Jadi nantinya Perda ini akan melegitimasi para aparat untuk menertibkan peredaran miras dan bisa masuk ranah pidana nantinya,” terangnya.

Sementara itu, dari lampiran Perda di BAB II menjelaskan, jika minuman beralkohol akan diatur klasifikasinya di Pasal 2, antara lain minuman beralkohol golongan A yang memiliki kadar etanol (C2H5OH) sampai dengan 5 persen.

Kemudian golongan B dengan kadar etanol (C2H5OH) lebih dari 5 persen sampai dengan 20 persen, dan golongan C dengan kadar etanol (C2H5OH) lebih dari 20 persen sampai dengan 55 persen.

“Selanjutnya, soal pengaturan pengendalian dan pembatasan diatur di BAB V, di bagian pertama terkait penjualan, di Pasal 5 sistem penjualan minuman beralkohol golongan B, dan golongan C adalah penjualan langsung untuk di minum di tempat,” jelasnya.

Masih dijelaskan Derus (sapaan akrab), dalam Pasal 6 tentang Sistem penjualan Minuman Beralkohol golongan A, golongan B dan golongan C yang dilakukan dengan cara penjualan langsung untuk diminum, (sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5) dilakukan oleh penjual langsung dari sub distributor yang memiliki Surat Izin Usaha Perdagangan Minuman Beralkohol (SIUP-MB).

“Dan untuk minum di tempat tertentu, itu diperbolehkan dan hanya di hotel bintang 3 serta hotel bintang 5, hanya melakukan penjualan pada siang hari dari jam 13.00 WIB sampai dengan jam 15.00 WIB. Dan pada malam hari, dari jam 20.00 WIB sampai dengan jam 23.00 WIB,” pungkasnya.***

Foto : ilustrasi net

Penulis: JunotEditor: ADK
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *