Mengembalikan Tujuan Reformasi Melalui Suara Perempuan

  • Bagikan

KARAWANG – Undang-undang Nomor 10 Tahun 2008 tentang Pemilihan Umum (Pemilu) dan Undang-undang Nomor 2 Tahun 2011 atas perubahan Undang-undang Nomor 2 Tahun 2008 tentang Partai Politik telah mengamanatkan, setidaknya 30% keterwakilan perempuan di parlemen telah menjadi ciri, bahwa perubahan sistem demokrasi Indonesia telah menghapuskan perspektif diskriminasi politik pada kaum perempuan.

Sifat ‘kehati-hatian’ perempuan telah menjadi warna baru dalam sistem demokrasi politik di Indonesia yang lebih adil dan proporsional. Oleh karenanya, edukasi politik bagi kalangan perempuan terus digencarkan. Baik melalui kegiatan-kegiatan seminar dan simposium yang digelar lembaga non-pemerintahan, hingga kegiatan-kegiatan sosialisasi resmi yang digelar oleh pemerintah.

Banyaknya keterwakilan kaum perempuan di legislatif, eksekutif maupun lembaga yudikatif, hal ini juga telah menandakan bahwa budaya patriarkis dalam sistem demokrasi dan pemerintahan di Indonesia sedikit demi sedikit mulai terkikis.

Karena kini, pemahaman terhadap makna kesetaraan gender bukan hanya terkungkung pada segi kehidupan perempuan yang sifatnya domestik. Lebih dari itu, kini perempuan memiliki hak yang sama dalam beberapa segi kehidupan ekonomi, sosial, budaya, serta khususnya dalam bidang perpolitikan di Indonesia.

Sebagai salah satu partai politik yang menjungjung tinggi nilai-nilai demokrasi dan memperjuangkan aspirasi kaum perempuan, Partai NasDem memiliki pendirian yang lebih konsisten untuk mengembalikan makna-makna pembangunan yang sesuai dengan tujuan reformasi.

Dengan jargon ‘Restorasi Indonesia’, diharapkan mampu mengembalikan kehidupan berbangsa dan bernegara yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945.

Maka, bukan merupakan hal yang eksentrik lagi, jika kini Partai NasDem juga mulai dipenuhi oleh para tokoh politik muda yang potensial.

Meskipun terbilang sebagai partai politik yang baru lahir (berdiri pada 26 Juli 2011), namun dua kali Pemilu (2014 dan 2019) telah membuktikan bahwa partai besutan Surya Paloh ini telah siap bertarung dengan parpol lain untuk mewarnai khasanah demokrasi di Indonesia.

Khususnya di Kabupaten Karawang Provinsi Jawa Barat, polarisasi serta geliat Partai NasDem semakin nampak. Semenjak DPW Partai NasDem Jawa Barat dinahkodai oleh Saan Mustofa yang notabene merupakan asli warga Karawang, eksistensi Partai NasDem di Kota Pangkal Perjuangan semakin diminati masyarakat.

Hal ini terbukti semakin bertambahnya perolehan suara Partai NasDem di Kabupaten Karawang dari pemilu ke pemilu. Sehingga merupakan hal yang logis, jika di Pemilu 2024 DPD Partai NasDem Karawang menargetkan 7 kursi di legislatif Karawang.

Infrastruktur politik tengah dipersiapkan. Mesin politik sudah mulai dipanaskan. Banyaknya para tokoh politik baru yang bergabung di Partai NasDem Karawang, setidaknya ini menjadi salah satu indikator bahwa Partai NasDem Karawang kini semakin menjadi parpol yang aspirasif bagi masyarakat di Kota Lumbung Padi.

Khususnya bagi perjuangan suara-suara kaum perempuan dalam berdemokrasi, Partai NasDem tentu akan menjadi wadah berpolitik yang akomodatif. “Karena saya sedang merasakan itu semua, saat ini”.***

Penulis :
Vera Listiadara S.Pd
Kader Partai NasDem Karawang
Penulis Buku ‘Aksara Mimpi’

Editor: ADK
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *