Dualisme Kepemimpinan Pemuda Pancasila Karawang, Azis atau Masih Gunadi?

  • Bagikan

KARAWANG – Satu hari setelah menggelar peringatan Hari Sumpah Pemuda dan Hari Jadi Pemuda Pancasila ke-62 tahun di halaman Stadion Singaperbangsa Karawang pada Kamis (28/10/2021) kemarin, tiba-tiba saja digelar Musyawarah Cabang Luar Biasa (Muscablub) MPC Pemuda Pancasila Karawang di MPW Pemuda Pancasila Jawa Barat, tepatnya di Bandung pada Jumat (29/10/2021) kemarin.

Muscablub ini menunjuk nama Abdul Azis yang terpilih secara aklamasi sebagai Ketua MPC Pemuda Pancasila Karawang yang baru. Hasil Muscab juga diklaim sah secara aturan AD/ART, karena telah dihadiri oleh pengurus MPN, MPW Pemuda Pancasila, serta 17 Majelis Pimpinan Anak Cabang (PAC) Pemuda Pancasila Kabupaten Karawang.

Lantas bagaimana dengan status kepemimpinan Ketua MPC Pemuda Pancasila Karawang, Rakhmat Gunadi saat ini?. Apakah sedang terjadi dualisme kepemimpinan Pemuda Pancasila Karawang?.

Menyikapi hasil Muscablub ini, beberapa pengurus PAC Pemuda Pancasila Karawang bereaksi. Mereka menilai jika muscablub yang digelar di Bandung hingga mengukuhkan Abdul Aziz menjadi Ketua MPC Pemuda Pancasila Karawang tidak sah, dikarenakan tak sesuai dengan mekanisme AD/ART.

“Maka, kami seluruh Ketua PAC Pemuda Pancasila se-Karawang menyatakan sikap bahwa muscablub tersebut tidak sah dan telah melanggar norma-norma organisasi yang tidak sesuai dengan AD/ART,” tutur Ketua PAC Pemuda Pancasila Kecamatan Purwasari, Hari Nugraha Sontana, saat menggelar konferensi pers di Karawang, Jumat (29/10/2021) malam.

Didampingi seluruh Ketua dan pengurus inti PAC Pemuda Pancasila se-Karawang, Hari menyebut bahwa teknis pelaksanaan muscablub di Bandung tidak memenuhi quarum 2/3 sebagaimana diatur dalam BAB X Pasal 12.

“Adapun peserta quorum pada muscablub itu dihadiri oleh oknum yang telah mengatasnamakan seluruh Ketua PAC Pemuda Pancasila se-Kabupaten Karawang,” katanya.

Hari kembali menjelaskan, terpilihnya Abdul Aziz sebagai Ketua MPC Pemuda Pancasila Karawang melalui muscablub di Bandung yang digelar tertutup dan terkesan memaksakan. Terlebih, para pengurus PAC Pemuda Pancasila di Karawang tidak pernah mengenal sosok Abdul Azis.

“Kami tidak kenal dengan yang namanya Abdul Aziz, bahkan kader-kader kami pun tidak pernah melihat sosok oknum kader yang katanya telah dikukuhkan menjadi Ketua MPC Karawang dalam muscablub itu. Sehingga kabar tentang oknum kader tersebut jadi ketua kami, dianggap tidak memenuhi BAB XVII Pasal 27 dan BAB XVIII Pasal 28 pada AD/ART Pemuda Pancasila,” katanya.

Menurutnya, jika muscablub tersebut dianggap legal, maka pengurus PAC yang sah yang seharusnya diundang untuk menghadiri musyawarah luar biasa itu.

“Pengurus yang sah adalah pengurus yang mengikuti muscablub di tahun 2019, yaitu kami. Namun kami tidak diundang dalam acara tersebut, sehingga hak suara kami sebagai pengurus dan kader Pemuda Pancasila yang sah pun telah dikebiri oleh oknum-oknum yang telah melanggar BAB XV Pasal 24,” tuturnya.

Oleh karenanya, sambung Hari, para Ketua dan pengurus serta kader Pemuda Pancasila di Karawang meminta kepada OC dan SC penyelenggara muscablub di Bandung untuk memberikan keterangannya dan bertanggung jawab atas muscablub yang tidak sesuai dengan AD/ART.

“Perlu diketahui bersama bahwa organisasi Pemuda Pancasila merupakan organisasi milik semua kader sah dan bukan milik salah satu golongan berdasarkan kepentingan semata saja. Dan karenanya, maka status Abdul Aziz yang kabarnya dikukuhkan menjadi Ketua MPC Pemuda Pancasika Karawang pada muscablub itu, tidak kami akui. Dikarenakan tidak sah sesuai AD/ART,” tegasnya.

Sementara di lain kesempatan, Abdul Azis menyampaikan, jika ia merupakan Anggota MPO Pemuda Pancasila Jawa Barat yang pada Jum’at (29/10/2021) kemarin terpilih sebagai ketua MPC Pemuda Pancasila Karawang, melanjutkan periodesasi kepemimpinan sampai 2023.

Abdul Aziz mengaku paham, jika amanah yang diberikan kepadanya sebagai Ketua MPC Karawang ini terjadi ditengah konflik kepemimpinan yang cukup panjang, sehingga terjadi pembekuan kepengurusan Pemuda Pancasila Karawang oleh Caretaker.

”Saya sangat paham, saya terpilih ditengah-tengah konflik yang cukup panjang, lebih dari satu tahun bahkan sempat MPC PP Karawang dibekukan dan turun caretaker kurang lebih 7 bulan yang lalu,” tuturnya.

”Sehingga membuat bertanya-tanya ditingkatan kader, sehingga mengundang polemik dan akhirnya bahwa Pemuda Pancasila mempunyai pimpinan tertinggi baik MPW maupun MPN, dan MPW sudah mengeluarkan Caretaker dan tugas careteker itu mengagendakan Muscablub,” timpalnya.

Abdul Aziz meyakini bahwa tim caretaker MPW PP Jabar dalam melaksanakan Muscablub MPC PP Karawang sudah sesuai mekanisme dan aturan-aturan organisasi.

“Saya tak ingin menyikapi caretaker kepanitiaan Muscablub, yang jelas saya mengajak kepada seluruh kader-kader MPC PP Karawang, kepada senior-senior MPC Karawang dan seluruh simpatisan Pemuda Pancasila mari bahu membahu merapatkan barisan, menyolidkan diri menuju soliditas organisasi. Sehingga PP yang kita sayangi dan kita cintai ini kembali dirasakan kiprahnya oleh masyarakat Karawang,” katanya.

“Saya sangat paham terhadap konflik yang terjadi. Tapi mari kita dewasa dalam menyikapi sebuah permasalahan organisasi, biarkan itu diselesaikan melalui mekanisme organisasi. Kita punya MPW di Bandung. Kita punya MPN di Jakarta. Silahkanlah tempuh pertanyaan-pertanyaan teman-teman ke MPW dan MPN,” pungkas Abdul Azis.***

Ket foto : Simbolis ucapan selamat atas terpilihnya Abdul Azis sebagai Ketua PP Karawang yang baru (atas). Para PAC PP Karawang menggelar konferensi pers, memprotes hasil Muscablub di Bandung (bawah).

Penulis: Karina/ADK
  • Bagikan
Exit mobile version