Gak Punya Kades, Para Tokoh Dawuan Barat Ngadu ke DPRD

  • Bagikan
Sejumlah tokoh Dawuan Barat saat mendokumentasikan diri di depan gedung DPRD Karawang.

KARAWANG – Kekosongan pucuk pimpinan di Desa Dawuan Barat Kecamatan Cikampek Kabupaten Karawang membuat sejumlah tokoh masyarakat, Karang Taruna dan Ketua BPD mendatangi kantor DPRD Kabupaten Karawang, Rabu (3/10/2021) sore.

Kedatangan mereke ke gedung wakil rakyat bermaksud untuk menggelar audiensi dengan Komisi I DPRD Karawang, terkait kekosongan jabatan Kepala Desa Dawuan Barat sepeninggal almarhum Roni Fatinasarani.

Rapat Dengar Pendapat (RDP) tersebut dihadiri perwakilan BKPSDM, DPMD, Camat Cikampek dan  Disdikpora.

Suhara Iskandar, Ketua BPD Dawuan Barat mengatakan, kondisi tatanan pemerintahan desa Dawuan Barat saat ini lumpuh, karena tidak memiliki kepala desa.

“Kedatangan kami meminta ingin segera diputuskan siapa PJS Desa Dawuan Barat, hari ini juga harus bisa diputuskan. Karena tatanan pemerintahan desa kami lumpuh. Apalagi menyangkut masyarakat kami, seperti KPM, BLT DD tak terkelola dengan semestinya,” katanya saat audiensi.

Sementara, perwakilan BKSPDM Karawang menuturkan, bahwa hasil audiensi akan segera dilaporkan ke kepala BKPSDM, terkait calon rekomendasi calon PJS Desa Dawuan Barat.

Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Karawang Budianto meminta kepada pihak BKPSDM segera melakukan tahapan penetapan PJS kepala desa Dawuan Barat.

“Bahwa ini hampir tiga bulan adanya kekosongan pimpinan, pihak BKPSDM harus segera memproses penetapan PJS Kades Dawuan Barat,” pintanya.

Budianto juga mendorong DPMD untuk segera mencairkan Dana Desa (DD) untuk BLT dan juga honor para perangkat desa.

“Kebetulan hadir Pak Andri dari DPMD, tolong carikan solusi bagaimana caranya bisa mencairkan anggaran anggaran untuk desa. Karena jika harus menunggu penetapan Kades itu memakan waktu lagi,” katanya.

Camat Cikampek, Rohmana menambahkan, adanya kekosongan pimpinan Desa Dawuan Barat menghambat pembangunan di desa. “Perlu adanya seorang PJS, juga tuntutan warga menyangkut BLT dan program pembangunan di desa harus segera terealisasi,” katanya kepada awak media.

“Mudah-mudahan bisa terealisasi seperti yang diharapkan,” timpal Rohmana.***

Penulis: KarinaEditor: ADK
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *