Ibu-ibu Demo Protes Pertamina, Hentikan Eksplorasi Minyak!

  • Bagikan
Ratusan ibu-ibu Desa Sekarwangi saat melakukan aksi demonstrasi di depan kantor DPRD Karawang.

KARAWANG – Aksi massa warga Desa Sekarwangi Kecamatan Rawamerta yang didominasi kaum ibu-ibu mengepung kantor DPRD Kabupaten Karawang, Rabu (3/11/2021).

Kedatangan mereka ke gedung wakil rakyat untuk menyampaikan aspirasi didampingi Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Cakra Indonesia.

Mereka meminta kegiatan eksploasi minyak oleh Pertamina EP di Desa Sekarwangi segera digentikan. Karena telah menimbulkan kerugian bagi warga sekitar, khususnya polusi udara dan kerusakan lingkungan.

“Warga datang ke sini menuntut aktivitas Pertamina di Desa Sekarwangi segera ditutup, karena telah menimbulkan dampak lingkungan,” tutur Direktur LBH Cakra Indonesia, Hilman  Tamimi.

Menurut Hilman, dampak lingkungan yang disebabkan eksplorasi minyak oleh Pertamina tersebut berupa perubahan hasil pertanian, polusi udara, hingga kerusakan ekosistem di wilayah Desa Sekarwangi.

“Jadi warga mengeluh soal hasil pertanin yang semakin menurun, kemudian polusi udara dan panas dari api yang menyembur dari pertambangan Pertamina,” katanya.

Yati (45), salah seorang ibu-ibu yang ikut dalam aksi demonstrasi menuturkan, semenjak duatahun dibangunnya pertambangan Pertamina di desanya, telah banyak menimbulkan dampak negatif, khususnya mengenai hasil pertanian yang terus berkurang.

Terkait kompensasi, Yati mengaku jika pihak Pertamina belum pernah memberikan kompensasi apapun kepada warga. Bahkan setiap keluhan warga tidak pernah ditanggapi oleh Pertamina.

Sementara dalam rilis yang dibuat LBH Cakra Indonesia, warga menuntut pertamina memberhentikan aktivitas eksplorasi minyak, sebelum permasalahan dengan masyarakat sekitar diselesaikan. Pertamina juga harus bertanggungjawab atas perbaikan lingkungan masyarakat yang terdampak oleh eksplorasi minyak.

Kemudian, melakukan pembinaan dan pemberdayaan masyarakat sekitar kilang Pertamina. Perbaikan aliran irigasi areal pesawahan masyarakat, ganti rugi atas hasil panen yang menurun akibat dampak dari eksplorasi minyak, serta ganti rugi atas dugaan penyerobotan lahan ketika pembuat akses jalan ekplorasi minyak yang dibuat oleh Pertamina.

Menanggapi aspirasi warga Desa Sekarwangi ini, Ketua DPRD Karawang, Pendi Anwar menyatakan akan segeramemanggil pihak Pertamina dan dinas terkait perihal tuntutan warga tersebut.

“Hari ini saya di sini hanya ingin menerima apa yang dialami warga dan mengumpulkan informasi. Nanti kami akan memanggil Pertamina dan dinas terkait tentang adanya keluhan dari warga,” katanya.

Berdasarkan keterangan warga, sambung Pendi, Pertamina di sana dibangun di atas lahan pertanian dan menimbulkan dampak negatif berkelanjutan.

“Tentunya ini harus diperiksa apakah sudah ada izin untuk mengeksplorasi di lahan pertanian, karena Karawang sendiri memiliki Perda Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) dan tidak boleh dialihfungsikan,” tandasnya.***

Penulis: Ade Kosasih, SE
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *