Dikawal Ketat TNI-Polri, Satgas BLBI Sita Aset PT. TPN di Cikampek

  • Bagikan

KARAWANG – Satgas Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) menyita aset jaminan PT. Timor Putera Nasional (TPN) di Kawasan Autocar Timor Mandala Putra, Desa Dawuan Tengah, Kecamatan Cikampek, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Jumat (5/11/2021).

Dikawal ketat aparat gabungan TNI-Polri, penyitaan aset ini disaksikan langsung oleh Tim Pelaksana Satgas BLBI yang antara lain dari unsur Badan Intelijen Negara (BIN) dan Badan Pertanahan Nasional (BPN).

Ketua Satgas BLBI, Rionald Silaban mengatakan, hingga hari ini Satgas telah melakukan upaya penagihan terhadap kewajiban PT. TPN. Penagihan kewajiban PT. TPN berasal dari kredit beberapa bank.

Adapun outstanding nilai utang PT. TPN kepada pemerintah yang ditagihkan oleh PUPN setelah
ditambahkan Biaya Administrasi Pengurusan Piutang Negara (10%) adalah sebesar
Rp 2.612.287.348.912,95 (sesuai PJPN-375/PUPNC.10.05/2009 tanggal 24 Juni 2009).

Penagihan yang telah dilakukan oleh PUPN telah sampai pada tahap penerbitan surat sita atas
aset jaminan PT. TPN. Namun pelaksanaan sita terhadap aset belum dapat dilaksanakan, karena
kendala di lapangan dan hari ini baru dilaksanakan.

“Pada hari ini juru sita PUPN melakukan penyitaan dan pemasangan plang atas 4 aset tanah yang merupakan jaminan kredit PT TPN,” tutur Rionald Silaban.

Adapun keempat aset tersebut diantaranya :
a. Tanah seluas 530.125,526 m2 terletak di Desa Kamojing, Kabupaten Karawang sebagaimana
SHGB Nomor 4/Kamojing atas nama PT KIA Timor Motors.
b. Tanah seluas 98.896,700 m2 terletak di Desa Kalihurip, Kabupaten Karawang sebagaimana
SHGB Nomor 22/Kalihurip atas nama PT KIA Timor Motors.

c. Tanah seluas 100.985,15 m2 terletak di Desa Cikampek Pusaka, Kabupaten Karawang
sebagaimana SHGB Nomor 5/ Cikampek Pusaka atas nama PT KIA Timor Motors.
d. Tanah seluas 518.870 m2 terletak di Desa Kamojing, Kabupaten Karawang sebagaimana
SHGB Nomor 3/ Kamojing atas nama PT Timor Industri Komponen.

Ketua Satgas BLBI juga mengatakan, bahwa terhadap aset jaminan PT. TPN yang telah dilakukan
penyitaan akan dilanjutkan proses pengurusannya melalui mekanisme PUPN, yaitu dilakukannya
penjualan secara terbuka (lelang).

“Satgas BLBI akan terus
melakukan penagihan kewajiban obligor/debitur dan melakukan penguasaan atas aset jaminan,
agar pengembalian kewajiban dana BLBI dapat segera terealisasi,” pungkasnya.***

Ket foto : Suasana di depan pintu gerbang Kawasan Autocar Timor Mandala Putra, dikawal ketat aparat gabungan.

Penulis: Ade Kosasih, SE
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *