Guru Kencing Berdiri Murid Kencing Berlari, Guru Joged Nyawer Biduan, Muridnya?

  • Bagikan

KARAWANG – Pepatah bilang ‘guru kencing berdiri murid kencing berlari’. Segala tingkah laku seorang guru akan ditiru oleh murid-muridnya. Karenanya, guru adalah profesi yang sering digugu dan ditiru.

Tetapi apa jadinya ketika perilaku seorang guru seperti yang dilakukan oleh beberapa oknum guru PGRI di Kabupaten Karawang.

Berjoged ria sambil nyawer biduan, usai kegiatan Konferensi Kerja Kabupaten 1 PGRI Karawang masa Bhakti XXII tahun 2020-2025, bertempat di Hotel Akhsaya, Kamis ( 04/11/21) pagi.

Persoalannya bukan guru dilarang joged atau nyawer biduan organ tunggal. Tetapi tingkah laku beberapa oknum guru ini mengabaikan protokol kesehatan (prokes), di tengah Kabupaten Karawang masih menerapkan PPKM level 2.

Terlebih, pembukaan Konferensi Kerja PGRI Karawang ini dihadiri langsung oleh Bupati Karawang, Cellica Nurrachadiana.

“Miris banget melihat tingkah mereka di video joget para pengurus PGRI Karawang bersama dua biduan organ tunggal sambil nyawer yang viral video dan beritanya di media online itu,” tutur Pemerhati Pemerintahan Karawang, Asep Agustian SH.MH, Jumat (5/11/2021).

“Seharusnya, mereka memberikan contoh yang baik, bagaimana kalau video itu di tonton oleh anak-anak didik mereka. Di satu sisi, mereka menyuruh kepada anak-anak didiknya harus menjalankan prokes di sekolah. Tapi mereka sendiri malah mencontohkannya lain,” timpalnya.

Menurut Askun (sapaan akrab), seharusnya para oknum guru PGRI tersebut lebih bisa menghargai kinerja Satgas Covid-19 Kabupaten Karawang. Karena di satu sisi, Satgas Covid-19 sedang gencar-gencarnya melakukan pencegahan penyebaran covid-19. Namun di sisi lain, masih ada saja beberapa kelompok masyarakat yang melanggar prokes dengan sengaja.

Terlebih, pelanggaran prokes ini dilakukan oleh beberapa guru yang tergabung dalam PGRI.

“Hargai dong petugas yang di lapangan seperti TNI, Polri, Pol PP, Dishub dan Dinkes Karawang yang setiap hari siang-malam masih melaksanakan kegiatan mengingatkan masyarakat Karawang tentang bahaya Covid-19 dan Prokes,” kata Askun.

Oleh karenanya, Askun mendorong Satgas Covid-19 Kabupaten Karawang untuk menindaklanjuti video guru joged nyawer biduan dengan mengabaikan prokes ini. Jangan sampai kepercayaan masyarakat terhadap Satgas Covid-19 luntur, gegara persialan ini tidak ditindaklanjuti.

“Saya apresiasi kepada Kapolres Karawang AKBP Aldi Subartono yang sigap dalam menanggapi adanya video viral para pengurus PGRI Karawang yang joget bersama biduan organ tunggal sambil nyawer tanpa memperhatikan prokes. Semoga kejadian ini jadi pelajaran berharga bagi kelompok masyarakat lain,” pungkasnya.***

Penulis: Ade Kosasih, SE
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *