Polisi Ringkus Perampas Handphone di Kotabaru, 1 Pelaku Masih Status Pelajar

  • Bagikan

KARAWANG – Tidak membutuhkan waktu lama bagi pihak kepolisian untuk meringkus para pelaku pencurian dengan kekerasan (curas) di Kecamatan Kotabaru Kabupaten Karawang.

Hanya berselang empat hari setelah kejadian, Polsek Kotabaru yang dibantu Tim Resmob Satreskrim Polres Karawang akhirnya meringkus 2 pelaku perampas handphone warga dan 1 penadah.

Pelaku W alias Awin (19) merupakan pekerjaan buruh harian lepas. Ironisnya, pelaku MH alias Panjul (17) masih berstatus sebagai pelajar. Sementara seorang penadah yang juga diamankan beribisial S (25).

Kronologis
Aksi kejahatan perampasan handphone warga ini terjadi pada Sabtu 6 November 2021, sekitar pukul 03.00 WIB. Saat itu warga bernama Asep Saepudin bersama adiknya bernama Soni sedang duduk di depan sebuah warung milik Ma Isah yang berlokasi di Kampung Kalioyod Desa Wancimekar Kecamatan Kotabaru Kabupaten Karawang.

Korban tiba-tiba didatangi 2 orang laki-laki yang berboncengan menggunakan sepeda motor Honda Vario warna hitam. Salah seorang pelaku langsung merampas Handphone yang sedang dipegang Soni.

Sadisnya pelaku langsung membacok Asep Saepudin dengan menggunakan celurit sebanyak 2 kali, sehingga mengenai bagian kepala dan tangan kiri.

Aksi curas yang sempat viral di media sosial ini akhirnya menjadi atensi penyelidikan Polsek Kotabaru. Dengan mengecek Nomor IMEI handphone milik korban, akhirnya polisi berhasil mengamankan sang penadah berinisial S (25).

Berdasarkan keterangan penadah S, akhirnya polisi mengamankan dua pelaku di rumahnya masing-masing.

“MH alias Panjul statusnya masih pelajar,” ujar Kapolsek Kotabaru, IPDA Dede Komara, saat menggelar rilis di Mapolsek Kotabaru, Jumat (12/11/2021).

Atas kasus curas ini, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa Handphone Merk VIVO Y12S warna biru, satu unit sepeda motor Honda VARIO warna hitam Nopol T 5434 PJ yang digunakan pelaku, serta satu buah celurit.

“Selanjutnya para pelaku akan kami jerat dengan pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan dengan ancaman maksimal 9 (sembilan) tahun, dan pasal 480 KUHP tentang pertolongan jahat/tadah, dengan ancaman maksimal 4 (empat) tahun,” tandas Kapolsek.***

Penulis: Ade Kosasih, SE
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *