PPP Karawang Masih Ribut, Penunjukan Sekretaris Masih Kontroversi

  • Bagikan

KARAWANG – Meskipun terbilang sebagai partai kecil yang hanya memiliki satu kursi di legislatif Karawang, dinamisasi politik di internal DPC PPP Karawang pasca Muscab ke VIII pada 16 Oktober 2021 lalu, masih begitu kental.

Sekitar 17 PAC PPP Karawang mengklaim, jika kepemimpinan Dedi Rustandi sebagai formateur terpilih terkesan ‘plin-plan’. Ketegasan Dedi Rustandi untuk menunjuk posisi sekretaris mulai dipertanyakan pengurus partai berlambang ka’bah itu.

Dua nama yang muncul di muscab untuk menempati posisi sekretaris yaitu Lili Gozali dan Yani, tiba-tiba muncul nama baru Yakub Fauzi pasca digelar rapat formateur di Brits Hotel beberapa waktu lalu.

Atas sikap plin-plan Dedi Rustandi ini, 17 PAC PPP Karawang mengaku akan berkirim surat ke DPP PPP melalui DPW PPP Jawa Barat, untuk tidak mengeluarkan surat keputusan (SK) bagi Dedi Rustandi sebagai Ketua DPC PPP Kabupaten Karawang.

“Saya bersama teman-teman PAC PPP yang lainnya akan berkirim surat, meminta kepada DPP melalui DPW PPP, untuk tidak meng-SK-kan saudara Dedi Rustandi menjadi Ketua DPC PPP Kabupaten Karawang. Hal itu harus dievaluasi kembali oleh pihak DPW dan DPP PPP,” tutur Ketua PAC PPP Ciampel, saat menggelar pertemuan antar ketua PAC PPP di RM. Alam Ceria, Minggu (14/11/2021) malam.

“Padahal sudah jelas, para PAC dalam muscab kemarin, yang direkomendasikan hanya dua nama, Lili Gozali dan Yani. Kenapa tiba-tiba tanpa sepengetahuan PAC keluar nama lain (Yakub, red). Walaupun ujung-ujungnya direvisi kembali kepada nama Lili Gozali. Kalau sudah begitu, apakah hal itu tidak menimbulkan kecurigaan dari pihak kami sebagai kader PPP?,” timpalnya.

Di kesempatan yang sama, Sekretaris PAC PPP Jayakarta, Elin menilai jika sikap Dedi Rustandi sebagai formateur terpilih sangat memalukan. Sehingga ia menganggap jika Dedi Rustandi tidak layak untuk memimpin PPP Karawang.

“Saya dari PAC PPP Jayakerta sangat menyesalkan dengan adanya peristiwa kemarin. Kalau mau bicara jujur, waktu di muscab kan hanya ada dua nama Lili dan Yani. Seharusnya selama 20 hari sudah tersusun daftar kepengurusan, namun sampai saat ini mana hasilnya. Boro-boro tersusun, malah paburantak (carut-marut, red). Jadi, Kami punya pendapat tentang calon ketua DPC PPP ini, bagaimana bisa memimpin, menyusun kepengurusan saja gak becus,” sindirnya.

Atas persoalan ini, Elin berharap agar para PAC PPP Karawang lainnya juga mendesak DPP PPP, agar tidak mengeluarkan SK kepada Dedi Rustandi sebagai Ketua DPC PPP Karawang.

“Atas ketidaktegasannya itulah yang membuat kami melakukan hal ini. Dalam waktu dekat, ke 17 PAC PPP se-kabupaten Karawang akan melayangkan surat ke DPP melalui DPW PPP Provinsi Jawa Barat,” tandasnya.***

Penulis: Ade Kosasih, SE
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *