Jaksa Agung Cabut Tuntutan 1 Tahun Penjara Terhadap Valencya

  • Bagikan

KARAWANG – Dalam agenda sidang replik di Pengadilan Negeri Karawang pada Selasa (23/11/2021), Jaksa Agung melalui Jaksa Penuntut Umum (JPU) akhirnya menarik tuntutan 1 tahun penjara terhadap terdakwa Valencya atau Nengsy Lim yang dilaporkan suaminya atas dugaan kasus KDRR psikis.

Syahnan Tanjung, JPU yang ditunjuk langsung oleh Kejaksaan Agung Republik Indonesia menyatakan, bahwa Valencya tidak terbukti melakukan tindak pidana kekerasan psikis dalam lingkup rumah tangga.

“Menyatakan terdakwa Valencya alias Nengsy Lim anak dari Suryadi tidak terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana kekerasan psikis dalam lingkup rumah tangga sebagaimana Pasal 45 ayat (1) jo Pasal 5 huruf b UU No. 23 tahun 2004 tentang Pemghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga,” ujar Syahnan.

“Dan kami menyatakan barang bukti berupa kutipan akta perkawinan, surat dokter dan print out percakapan WhatsApp dikembalikan ke Chan Yung Chin (mantan suami Valencya). Sementara barang bukti dua buah flashdisk yang berisi rekaman telepon dan CCTV dikembalikan ke Valencya,” timpalnya.

Sidang yang beragendakan pembacaan replik oleh penuntut umum ini dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Ismail Gunawan, Selo Tantular, dan Arif Nahumbang Harahap. Sidang replik ini dihadiri oleh sejumlah relawan dan ibu-ibu yang memberikan dukungan terhadap Valencya.

Salah satu tokoh nasional yang ikut hadir dalam sidang replik ini adalah Rieke Dyah Pitaloka. Rieke menyuarakan untuk kebebasan Valencya dari segala tuntutan.

Sebelumnya, Jaksa menyatakan Valencya terbukti secara sah melakukan tindak pidana kekerasan psikis dalam lingkup rumah tangga sebagaimana pasal 45 ayat 1 junto pasal 5 huruf b, Undang-Undang nomor 23 tahun 2004 tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga.

Kasus KDRT ini menjadi viral di semua media nasional. Pasalnya, terdakwa Valencya mengaku telah dituntut 1 tahun penjara cuma gegara memarahi suami yang sering pulang ke rumah dalam kondisi mabuk (miras).

Karena viral dan terus menjadi sorotan publik, kasus ini akhirnya diambil alih oleh Kejaksaan Agung Republik Indonesia. Beberapa penyidik yang menangani kasusnya juga tak luput dari pemeriksaan.***

Penulis: Ade Kosasih, SE
  • Bagikan
Exit mobile version