Katanya GMPI Terprovokasi Pengerahan Massa GMBI dari Luar Karawang?

  • Bagikan

KARAWANG – Satu orang dinyatakan meninggal dunia dan dua orang mengalami kritis, atas insiden bentrok dua kubu Ormas-LSM di Jalan Interchange Karawang Barat, Rabu (24/11/2021).

Ketiga korban bentrok diketahui merupakan anggota LSM GMBI Distrik Rembang-Jawa Tengah, yang diduga dikeroyok oleh Aliansi Masyarakat Karawang di depan Hotel Resinda yang salah satunya ada Gerakan Militansi Pejuang Indonesia (GMPI).

Namun demikian, berikut penjelasan DPP GMPI sesuai dengan rilis yang diterima Redaksi BukanBerita.com :

Pertama, dari hati yang paling dalam, kami mohon maaf sebesar-besarnya kepada segenap pengguna jalan dan warga Karawang yang terganggu secara fisik dan psikis atas kejadian kemarin, serta turut berduka yang mendalam untuk seluruh keluarga korban dari berbagai pihak.

Selanjutnya, ijinkan kami menyampaikan kronologis atas bentrokan yang terjadi. Beberapa hari sebelum kejadian, keluarga besar GMPI mendapat kiriman pesan tentang rencana aksi beberapa Ormas ke PT. Ichi Industries Indonesia tertanggal 24 Nopember, menuntut pengelolaan limbah.

Dalam content bernada provokasi tersebut tertera atas nama Ketua Umum GMBI Fauzan, yang mengintruksikan kepada jajaran GMBI se-Jabar dan DKI untuk mengerahkan massa skaligus uji nyali ke Karawang, dan mendesain issue akan adanya penghadangan dari pihak GMPI.

Pada hari Senin tanggal 22 November, dimulai pukul 19.00, bertempat di Pendopo Ketum GMPI, Moh. Sayegi Dewa, digelar pengukuhan Ketua GMPI Jabar. Dalam kesempatan itu, terlontar pertanyaan dari beberapa pengurus terkait rencana kegiatan aksi Forum Ormas yang dimotori oleh Fauzan (Ketum GMBI) dan adakah keterkaitan perusahaan mitra PT. Ichi dengan H. Sayegi Dewa.

Jawaban Ketum GMPI sangat tegas dan lugas bahwa dia tidak punya kepentingan dengan mitra pengelola limbah PT. Ichi, dan beliau sangat tidak faham apa yang melatarbelakangi Fauzan memainkan issue rencana aksinya dengan ormas GMPI?.

Tanggal 23 Nopember Selasa siang, kami mendapat kabar bahwa rombongan GMBI dari luar Karawang mulai masuk, dan di beberapa titik terindikasi merusak panji-panji (bendera) GMPI di sekitar Telukjambe Timur.

Pengurus dan warga GMPI mulai resah dengan kondisi tersebut, lalu melaporkannya kepada DPP dengan harapan mendapat arahan tentang langkah yang harus dilakukan.

Merespon aduan pengurus dan warga GMPI, dengan mempertimbangkan berbagai sisi, termasuk keamanan para warga GMPI serta memudahkan pengawasan dan tindakan antisipasi, maka DPP mengambil langkah untuk mengumpulkan mereka dalam satu titik pada tanggal 24 Nopember bertepatan dengan kegiatan aksi Forum LSM (GMBI).

Pada hari Rabu, 24 Nopember dimulai pukul 07.00 WIB, seluruh warga GMPI berkumpul di Lapang Karangpawitan, yang kemudian disusul dengan kehadiran kawan-kawan dari Laskan NKRI, Gibas Cinta Damai, KOMPAK, Laskar Merah Putih, Benteng Karawang, Satria Banten, GIbas Jaya, dll.

Sekitar pukul 11.00 WIB massa aksi di Karangpawitan ditemui Kapolres dan jajarannya, membicarakan langkah terbaik demi menghindari bentrokan dengan Forum LSM (GMBI cs).

Dalam kesempatan itu, tersirat keinginan dari para pimpinan aliansi (GMPI dkk) agar kepolisian bertindak tegas memulangkan massa ormas dari luar Karawang yang dikabarkan mulai merangsek ke Kawasan Industri menekan perusahaan, agar memberikan pengelolaan limbah kepada pihak mereka.

Dalam salah satu rekaman terlihat jelas bahwa Ketum GMBI, Fauzan, melengkapi dirinya dengan senjata api saat aksi di depan PT. Ichi.
Bada dzuhur, sekitar pukul 12.15, massa berangsur-angsur membubarkan diri, dan tidak ada satu pun kalimat dari pimpinan Aliansi untuk mengarahkan massa menuju Kawasan industri, apalagi menghadang rombongan GMBI.

Kurang lebih pukul 12.30, kami mendapat kabar bahwa massa GMPI dkk yang menuju pulang ke arah Telukjambe, Pangkalan, Tegalwaru, dan sekitarnya berpapasan dengan salah satu mobil GMBI Rembang, Jateng, di depan Hotel Resinda. Perkembangan selanjutnya, bentrokan tak terhindarkan. Massa tak mampu kami kendalikan lagi, karena sudah jauh dari pusat komando, sehingga menimbulkan korban jiwa dari kedua kubu.

Demikian penjelasan kami, dengan tidak bermaksud membela diri. Sekali lagi kami mohon maaf atas ketidaknyamanan warga Karawang akibat kejadian bentrokan, dan duka yang mendalam bagi seluruh keluarga korban, tanpa terkecuali.

Rilis :
DEWAN PIMPINAN PUSAT GERAKAN MILITANSI PEJUANG INDONESIA
(DPP GMPI)

Penulis: ADK
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *