Realisasi Investasi Karawang Tertinggi Kedua se-Jabar

  • Bagikan

KARAWANG – Wakil Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh menyatakan, realisasi investasi di Kabupaten Karawang berdasarkan laporan LKPM online sebesar 19,99 Triliun dari target sebesar 23,85 Triliun, atau terealisasi sebesar 83,81 persen.

“Alhamdulillah dari hasil realisasi investasi itu, Kabupaten Karawang berada di peringkat ke-2 dari 5 besar se-Provinsi Jawa Barat,” kata Wabup, usai menghadiri acara Peresmian Realisasi Investasi PT. HM Sampoerna Tbk, Selasa (30/11/2021) siang, di di PT. Phillip Moris Indonesia, KIIC yang dihadiri juga Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartanto dan Menteri Investasi Bahlil Lahadalia.

Wabup mengungkapkan, data dari DPMPTSP melaporkan, lima besar daerah di Jabar yang masuk pada nilai realiasi investasi tertinggi dimulai dari Kabupaten Bekasi, Kabupaten Karawang, Kota Bekasi, Kabupaten Bogor dan Kota Bandung.

Ia menjelaskan, Kabupaten Karawang memiliki sejumlah potensi investasi di berbagai macam bidang seperti di bidang industri, dimana Karawang mempunyai luas lahan industri 13.718 hektar atau 7,85 persen dari luas Kabupaten Karawang, terdiri dari Kawasan industri seluas 8.501, zona industri 5.217 hektar area.

“Ada 13 kawasan industri yang sudah memiliki Izin Usaha Kawasan Industri (IUKI) serta masih tersedia lahan luas,” ucapnya.

Untuk di bidang pertanian, lanjutnya, memiliki luas lahan sawah 95.515 hektar area. Di tahun 2019, luas tanam mencapai 188.053 hektar area dengan hasil produksi 1.401.690 ton Gabah Kering Panen (GKP) juga beras 546.101 ton.
Selanjutnya di bidang perikanan, Kabupaten Karawang memiliki panjang pantai 84,23 Km dan luas tambak kurang lebih 18.273.30 hektar area.

“Capaian produksi ikan tangkap dan budidaya 53.460 ton,” katanya.

Masih kata Wabup, di bidang pariwisata Karawang mempunyai destinasi wisata alam Komplek Gunung Sanggabuana, Green Canyon, Pantai Sedari, Pantai Tanjung Baru dan Pantai Pakis. Wisata religi Makam Syech Quro dan Candi Jiwa, serta Wisata Sejarah ada Monumen Kebulatan Tekad Rengasdengklok dan Rawagede.

“Semoga ke depan akan lebih banyak investasi yang masuk ke Karawang. Sehingga berdampak bagi perekonomian masyarakat Karawang,” tutupnya.***

Penulis: Diskominfo Karawang
  • Bagikan
Exit mobile version