Usulan Kenaikan UMK Karawang Ditolak Gubernur Jabar

  • Bagikan

KARAWANG – Usulan kenaikan Upah Minimum Kabupaten (UMK) yang direkomendasikan Bupati Karawang ditolak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat.

Sebelumnya, usulan UMK Karawang naik sebesar 5,27 persen atau Rp 5.051.183. Usulan itu kemudian kembali direvisi menjadi 7,68 persen sekitar Rp 5.166.822,36.

“Gubernur minta harus sesuai dengan PP 36,” kata Sekretaris Disnakertrans Karawang, Rosmalia Dewi, dilansir dari Kompas.com, Selasa (30/11/2021).

Rosmalia menyebut, penentuan UMK sendiri berapa di tangan Gubernur Jabar, Ridwan Kamil.

Ketua Kamar Dagang Industri (KADIN) Karawang Fadludin Damanhuri mengungkapkan, usulan UMK Karawang memang tinggi.

Ia menyarankan, agar UMK Karawang mempertimbangkan industri-industri kecil tertekan karena pandemi Covid-19.

“Perwakilan Kadin ini ada Apindo. Jadi sudah bilang, kita harapkan kenaikan upah harus pertimbangkan seperti UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah), IKM (Industri Kecil Menengah) dan industri kecil lainnya,” katanya.***

Penulis: Kompas.com
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *