Siapa Calon Bupati-Wakil Bupati Karawang 2024 Pilihan Anda?

  • Bagikan

KARAWANG – Meskipun Komisi Pemilihan Umum (KPU) baru mengusulkan ke DPR RI tentang jadwal Pemilu akan digelar pada 21 Februari 2024, tetapi riak-riak suhu politik Pilkada di setiap kabupaten/kota sudah mulai nampak ke publik.

Khususnya di Kabupaten Karawang, beberapa tokoh sudah mulai bermunculan untuk dicalonkan sebagai Bupati dan Wakil Bupati Karawang 2024. Tak ayal, beberapa simpatisan juga mulai gencar mensosialisasikan kembali sosok yang dijagokannya melalui media sosial.

Sebut saja beberapa tokoh tersebut seperti Wakil Bupati H. Aep Syaepuloh SE, Sekda Drs. H. Acep Jamhuri M.Si, Politisi PKB H. Ahmad Zamakhsyari S.Ag, Politisi Gerindra Gina Fadlia Swara, Politisi Demokrat Pendi Anwar, Politisi Golkar H. Syukur Mulyono, hingga praktisi hukum Asep Agustian SH.MH.

1. H. Aep Syaepuloh SE
Wakil Bupati dengan latar belakang pengusaha ini memiliki peluang besar untuk kembali mencalonkan di Pilkada 2024. Posisinya sebagai calon incumbent nanti, H. Aep Syaepuloh diuntungkan dengan posisi Bupati Cellica Nurrachadiana yang sudah tidak bisa mencalonkan kembali di Pilkada Karawang 2024.

Dengan kendaraan politik utamanya Partai Keadilan Sejahtera (PKS), jauh-jauh hari H. Aep Syaepuloh juga sudah dideklarasikan oleh Ketua DPW Partai NasDem Jawa Barat Saan Mustofa, untuk kembali dicalonkan di Pilkada 2024.

Tokoh politik dan pemerintahan kelahiran Karawang 7 Oktober 1978 ini juga sedang diuntungkan dengan posisinya saat ini sebagai Wakil Bupati Karawang.

Sepak terjangnya sebagai kaki tangan Bupati Cellica, H. Aep Syaepuloh terbilang rajin sebagai wakil bupati yang sering terjun langsung ke masyarakat di dalam menjalankan program pemerintahan.

Beberapa alasan inilah yang menguatkan PKS dan Partai NasDem untuk kembali mengusung H. Aep Syaepuloh di Pilkada Karawang 2024.

2. Drs. H. Acep Jamhuri M.Si
Sosok ASN yang memulai karirnya dari Camat Pangkalan, Kasatpol PP, Kepala Disbudpar, Kepala Dinas PUPR, Plt Asda II, hingga kini menduduki jabatan prestisius sebagai Sekda Karawang ini juga disebut-sebut memiliki peluang besar di Pilkada 2024.

Bahkan, H. Acep Jamhuri disebut-sebut bakal menjadi pesaing berat H. Aep Syaepuloh, jika saja ia berpasangan dengan orang yang tepat.

Posisinya sebagai Ketua DKM Masjid Agung Karawang aktif, H. Acep Jamhuri juga dikenal sebagai tokoh pemerintahan yang dekat dengan para kiyai, alim ulama, serta tokoh agama lainnya.

Beberapa jabatan lainnya seperti Ketua DMI Karawang, Ketua PPSI dan IPSI Karawang, Ketua Dewan Sarikat Islam, hingga Ketua Forum Sekda se-Jawa Barat, latar belakang H. Acep Jamhuri inilah yang membuat sebagian simpatisannya hari ini mulai gencar mensosialisasikan H. Acep Jamhuri sebagai Calon Bupati Karawang 2024.

3. H. Ahmad Zamakhsyari S.Ag
Di Pilkada Karawang 2020 lalu, dewi fortuna mungkin belum berpihak kepada sosok Panglima Santri Karawang yang notabene merupakan mantan Ketua DPC PKB Karawang dan mantan Wakil Bupati Karawang ini.

Tetapi apapun alasan pengalaman pahitnya di Pilkada 2020 lalu, sampai saat ini popularitas Kang Jimmy di publik Karawang masih diakui. Sehingga ia masih memiliki peluang besar untuk mencalonkan kembali di Pilkada 2024.

Pengalaman berharga mantan Bupati Karawang H. Ade Swara mungkin bisa bisa dipelajari oleh Kang Jimmy. Satu kali mencalonkan kalah, tetapi tidak untuk kalah yang kedua kalinya dalam pertarungan politik Pilkada Karawang.

Mungkin pengalaman dua periode menjadi Anggota DPRD Karawang dan satu periode menjadi Wakil Bupati Karawang tidak cukup bagi Kang Jimmy untuk mempersiapkan diri di pertarungan Pilkada.

Lebih dari itu, bohir-bohir politik mungkin perlu dipersiapkan lebih matang oleh Kang Jimmy. Sehingga di Pilkada 2024 nanti, cost politic yang dipersiapkan Kang Jimmy lebih mumpuni, untuk menghadapi tantangan sikap politik masyarakat Kota Lumbung Padi yang ‘katanya’ masih didominasi oleh pemilih pragmatis.

4. Gina Fadlia Swara
Keberuntungan juga belum berpihak kepada Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Gerindra ini, di Pilkada Karawang 2020 lalu. Karena saat itu, niatan pencalonannya di Pilkada 2020 terbentur dengan keputusan partainya sendiri yang lebih memilih untuk merekomendasikan Anggota DPRD Karawang, Yusni Rinzani sebagai calon wakil bupati berpasangan dengan calon bupati, Kang Jimmy.

Tetapi saat ini, jauh-jauh hari Gina Fadlia Swara sudah menyatakan sikap politiknya ke beberapa media, bahwa ia siap mencalonkan diri sebagai Calon Bupati Karawang 2024.

Gina Fadlia Swara juga disebut-sebut sebagai kandidat kuat di Pilkada 2024. Popularitasnya yang masih cukup mumpuni, Teh Gina diprediksi bakal menjadi satu-satunya calon perempuan yang potensial di Pilkada Karawang nanti.

Kelebihan lainnya, pencalonan Teh Gina juga akan dikuatkan oleh para loyalis ayah dan ibunya H. Ade Swara dan Hj. Nurlatifah. Selepas dari Sukamiskin, kekuatan massa kedua orang tua Teh Gina inilah yang diprediksi akan mengacak-ngacak kantung suara politik Karawang yang hari sebenarnya sedang dipetakan oleh beberapa partai politik.

5. Pendi Anwar
Diakui ataupun tidak, sampai saat ini publik Karawang belum bisa meraba-raba mengenai siapa sosok penganti Cellica Nurrachadiana di internal DPC Partai Demokrat Karawang untuk persiapan pertarungan Pilkada 2024 mendatang.

Beberapa nama tokoh politik Demokrat Karawang seperti Pendi Anwar, Budianto, Dedy Indra Setiawan, Oma Miharja memang sempat muncul ke publik. Tetapi ‘katanya’ belum ada yang bisa sekuat ketokohan Cellica Nurrachadiana untuk dijagokan di Pilkada 2024.

Cellica Nurrachadiana yang sudah tidak bisa mencalonkan lagi, secepat mungkin Partai Demokrat Karawang harus segera mencari sosok pengganti. Sosok tokoh politik seperti Cellica Nurrachadia yang lagi-lagi ‘katanya’ setiap kali melemparkan senyuman kepada masyarakat langsung terhipnotis dengan kharisma ketokohannya.

Namun demikian dari beberapa nama yang muncul di atas, nama Pendi Anwar disebut-sebut sebagai kader partai yang potensial untuk mewakili Partai Demokrat di pertarungan Pilkada Karawang 2024 mendatang.

Jabatan stategisnya saat ini sebagai Ketua DPRD Karawang, Sekretaris DPC Partai Demokrat Karawang, serta memegang beberapa jabatan penting di lembaga/komunitas di masyarakat, popularitas Pendi Anwar di publik Karawang juga mulai dipertimbangkan para lawan politik.

6. H. Sukur Mulyono
Hingga saat ini belum ada keterangan resmi dari DPD Partai Golkar Karawang mengenai sosok siapa yang bakal dimajukan di Pilkada Karawang 2024. Dengan alasan ingin lebih menjaga ‘keharmonisan’ di internal parpol koalisi Cellica-Aep, Golkar Karawang lebih memilih tidak terburu-buru di dalam menentukan sikap politik pilkada.

Karena bagi Golkar Karawang terlalu dini, jika berbicara politik pilkada 2024 di masa-masa pemerintahan Cellica-Aep yang baru menginjak 1 tahun. Golkar Karawang mengaku ingin lebih fokus mengawal pemerintahan Cellica-Aep hingga akhir masa jabatannya dalam pencapaian RPJMD Bupati dan Wakil Bupati Karawang.

Namun demikian, dalam rangka persiapan Pemilu 2024 secara menyeluruh, Golkar Karawang sudah mulai memanaskan mesin partainya. Sayap dan organ partai juga mulai dirapatkan kembali. Seluruh infrastruktur partai sampai tingkat ranting mulai dipadatkan.

Golkar Karawang lebih mendahulukan kampanye ketua umum Airlangga Hartarto sebagai Capres 2024, ketimbang meributkan sosok siapa yang bakal diusung di Pilkada Karawang 2024.

Namun demikian, beberapa nama tokoh politik tetap muncul. Salah satunya adalah nama H. Sukur Mulyono yang notabene masih merupakan Ketua DPD Partai Golkar Karawang. Jika takdir menghendaki, Pilkada 2024 mungkin akan menjadi pengalaman perdana H. Sukur Muluyono dalam memperebutkan singgasana dan kekuasaan di Kota Pangkal Perjuangan.

Sebagai salah satu parpol koalisi pemerintahan Cellica-Aep, Partai Golkar diuntungkan dengan posisi sebagai parpol terbesar kedua di internal koalisi setelah Partai Demokrat.

Dengan jumlah 7 kursi di legislatif Karawang, Golkar Karawang selalu hadir disaat lurus dan bengkoknya kebijakan pembangunan yang dihadirkan Cellica-Aep. Sehingga popularitas Golkar Karawang diprediksi publik akan melejit di Pemilu 2024, khususnya di momentum pilkada.

Terlebih dengan sosok kepemimpinan H. Sukur Mulyono yang hari ini dianggap telah berhasil menyatukan kembali perpecahan di internal Golkar Karawang yang sebelumnya sempat terhadi dualisme kepemimpinan.

7. Asep Agustian SH.MH
Pada Pilkada Karawang 2015, sosok paktisi hukum ini sempat menjadi calon wakil bupati dari jalur independen (perseorangan) berpasangan dengan calon bupati Nanan Taryana.

Di Pilkada 2020 kemarin, Asep Agustian juga kembali mencoba peruntungan melalui jalur independen, berpasangan dengan Endang Macan Kumbang. Ikhtiar sudah dilakukan, tetapi nasib berkata lain. Pasangan Endang Macan Kumbang-Asep Agustian tidak lolos verifikasi, karena peraturan administrasi persyaratan calon perseorangan dari KPU yang lebih ketat.

Namun demikian, nama pengacara kondang yang kerap disapa Askun (Asep Kuncir) ini tidak pernah redup di publik Karawang. Pernyataan-pernyataan tegas dan nyeleh yang dilontarkannya saat mengkritisi kebijakan pemerintahan Cellica-Aep masih menghiasi beranda-beranda media lokal.

Statusnya sebagai Ketua PERADI Karawang, beberapa kasus hukum perdata, pidana hingga korupsi di Karawang juga tidak pernah lepas dari tangan dinginnya. Sehingga publik masih memprediksi jika di Pilkada 2024, Askun masih berpeluang untuk mencalonkan kembali.

Dalam beberapa kali kesempatan obrolan santai dengan awak media, saat ditanya apakah tidak lelah terus kembali mencalonkan diri di pilkada, ada beberapa jawaban menarik yang dilontarkan Askun.

Katanya, jika setiap urusan dunia (politik) selalu didominasi atas ketidakbenaran (kecurangan), maka suatu saat akan muncul dengan sendirinya kebenaran itu (kemenangan). Tak perlu saya yang menang. Mungkin orang lain yang benar di mata Tuhan yang memenangkannya.

Boga duit teu boga duit yang penting nyalon (punya uang atau tidak yang penting usaha nyalon dulu). Paling tidak apa yang saya lakukan bisa menjadi edukasi politik bagi masyarakat luas. Memaknai politik sebagai pilihan hati nurani. Bukan memaknai politik sebagai ladang mencari uang sesaat dari kepercayaan yang diberikan orang lain.***

Penulis: Ade Kosasih, SE
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *